Rabu, 13 Mei 2026

Tarikh Nabi: PEMBEBASAN MAKKAH

Sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Hudaibiyah, Maret 629 Masehi rombongan kaum Muslim yang berjumlah dua ribu orang melakukan ziarah ke Baitullah, Makkah. [1]

Selama tiga hari penuh Sang Nabi bersama kaum Muslim melaksanakan ibadah. Orang-orang Makkah menyaksikan dari lembah berbagai aktivitas yang dilakukan kaum Muslim. Sesuai dengan perjanjian, penduduk Makkah tidak diperbolehkan mengganggu aktivitas kaum Muslim. Pada kesempatan ziarah ini, Nabi Muhammad saw melangsungkan pernikahannya dengan Maemunah, janda saudara Abbas bin Abdul Muthalib.[2]

Selasa, 12 Mei 2026

Tarikh Nabi: HADIAH DARI SANG NABI

 

Nabi Muhammad saw adalah ayah yang mencintai putrinya, Sayidah Fathimah. Dalam hadis disebutkan orang yang menyakiti Sayidah Fathimah berarti menyakiti Nabi Muhammad saw dan kegembiraan Sayidah Fathimah berarti kegembiraan Nabi Muhammad saw.[1]

Senin, 11 Mei 2026

Tarikh Nabi: PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Serpihan sejarah kehidupan Sang Nabi yang berkaitan dengan kemenangan besar dalam menyatukan Jazirah Arab adalah peristiwa perjanjian dengan masyarakat Makkah.

Pada 13 Maret 628 Masehi, Nabi Muhammad saw bersama jemaah Muslim dari Madinah yang berjumlah seribu enam ratus orang bermaksud melakukan ibadah ke Baitullah Makkah. Rombongan ziarah ini terhenti di Hudaibiyah (22 km ke arah barat laut Makkah) karena dihadang utusan Makkah. Utusan ini menyampaikan bahwa masyarakat Makkah tidak menerima kunjungan ziarah kaum Muslim pada tahun ini. Kalau tetap memaksa maka perang yang menjadi penyelesaiannya. Nabi Muhammad saw kemudian mengikuti keinginan mereka.

Minggu, 10 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Mengubah Perilaku Masyarakat

Sesi kali ini membahas pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama (uswatun hasanah) dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan pada bagian Pihatur Nu Nyalin dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusumah, yaitu

Sabtu, 09 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Kedudukan Nabi Muhammad SAW

Sesi kali ini merupakan sesi ngaji atau pembacaan kitab/buku "Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW" karya Raden Adipati Arya Wiranata Kusumah (Bupati Bandung masa kolonial), yang diterbitkan pada tahun 1941.

Berikut adalah ringkasan poin-poin utama yang dibahas pada bagian Pihatur Nu Nyalin

Jumat, 08 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Sumber Penulisan Sejarah

ULASAN kali ini membahas pentingnya mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW dengan merujuk pada buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya Raden Adipati Wiranata Kusumah yang diterbitkan pada tahun 1941.

Poin-poin utama dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW, bagian Pihatur Nu Nyalin, terkait dengan historiografi, yaitu

Kamis, 07 Mei 2026

Tarikh Nabi: MUSUH DALAM SELIMUT

Tidak dipungkiri dalam masyarakat terdapat orang-orang yang bermuka dua atau musuh dalam selimut yang ingin menghancurkan dari dalam. Dalam perang-perang besar seperti Perang Badar, Uhud, Ahzab atau Khandaq terdapat orang-orang yang tidak ikut berperang bersama Nabi. Mereka inilah yang disebut kaum munafik yang aksinya tidak menampakkan dihadapan Sang Nabi. Nabi Muhammad saw memang mengetahui ada orang-orang munafik yang senantiasa menjelekkan, bahkan yang ingin membunuhnya. Mereka tidak langsung ditindak oleh Nabi karena mempertimbangkan nilai-nilai Ilahiah yang dibawanya.

Selasa, 05 Mei 2026

Pertemuan dengan Sang Guru

Tadi malam saya berjumpa dengan Kang Jalal dalam mimpi. Sang Guru yang mencerahkan dan menyadarkan saya betapa pentingnya ilmu, kebersamaan, dan buku. 

Ceritanya: tiba-tiba saya sudah berada bersama beliau di suatu tempat yang cukup tinggi. Namun bukan gunung, hanya hamparan tanah tinggi di atas sungai deras air.

Tarikh Nabi: HIKMAH PERANG DZAT SALASIL

      Sejarawan Jafar Subhani menyebutkan bahwa Perang Dzat Salasil terjadi pada tahun kedelapan hijriah. Seorang intelijen dari pihak Islam melaporkan kepada Rasulullah saw bahwa di Lembah Yahbis terdapat ribuan Bani Salim yang berkumpul hendak menyerang Madinah secara tiba-tiba.

      Rasulullah saw kemudian mengumpulkan orang-orang Madinah di masjid. Setelah berkumpul, Rasulullah saw berkata, “Musuh-musuh Allah sedang bersiap-siap dan telah memutuskan akan menyerang Anda sekalian secara mendadak pada malam hari. Karena itu, sebagian dari Anda harus menyingkirkan kejahatan mereka.”

Minggu, 03 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Teladan yang Hidup, Bukan Sekadar Dikagumi

Di tengah kehidupan manusia yang sering kehilangan arah, Islam menghadirkan satu sosok yang tidak hanya untuk dikenang, tetapi untuk diteladani: Nabi Muhammad SAW.

RAA Wiranata Kusumah V dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW pada bagian “pihatur nu nyalin” mengajak kita melihat kembali posisi Nabi bukan sekadar figur sejarah, melainkan manusia hidup yang menjadi standar akhlak dan perilaku.

Sabtu, 02 Mei 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (8): Pencarian Kebenaran

Sekarang membahas dua topik utama dari kitab Sirah Ibnu Ishaq, yaitu kisah pencarian kebenaran oleh Salman al-Farisi dan kisah empat orang yang meninggalkan kemusyrikan di Makkah.

Jumat, 01 Mei 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (7): Mahar dan Ramalan Ahli Nujum

Ini membahas sejarah Nabi Muhammad SAW berdasarkan karya Sirah Ibnu Ishaq, mencakup beberapa poin penting dalam kehidupan beliau, yaitu mahar nikah dan ramalan ahli nujum.

Kamis, 30 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (6): Pengasuhan Abu Thalib hingga Menikahi Khadijah

Ini membahas bab-bab awal dalam sirah Nabi Muhammad SAW yang merujuk pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:

Rabu, 29 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (5): Kelahiran dan Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Ini membahas sejarah kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad SAW berdasarkan kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin utama perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW: 

Selasa, 28 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (4): Kisah Sumur Zamzam dan Qurban Abdullah

Ini merupakan ulasan buku Sirah Ibnu Ishaq yang membahas sejarah awal kehidupan Nabi Muhammad SAW, dengan fokus utama pada kisah sumur Zamzam dan peristiwa penting yang melibatkan kakek beliau, Abdul Muthalib.

Berikut adalah poin-poin penting dari video tersebut:

Senin, 27 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (3): Awal Mula Penyembahan Berhala

Ini membahas sejarah awal mula penyembahan berhala di Makkah serta tradisi masyarakat Arab pra-Islam berdasarkan kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin penting yang dibahas:

Minggu, 26 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (2): Silsilah Muhammad hingga Penyerangan Abrahah

Ini merupakan ulasan (review) mengenai kitab Sirah Ibnu Ishaq, sebuah karya historiografi Islam yang penting mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas dalam video tersebut:

Sabtu, 25 April 2026

Tarikh Nabi: KEMENANGAN PERANG BADAR [by ahmad sahidin]

Ramadhan tahun kedua hijrah, Nabi Muhammad saw bersama 313 kaum Muslim meninggalkan Madinah menuju tepi sumur Badar, tempat kaum Quraisy berkemah. Orang-orang Quraisy mengetahui kedatangan pasukan Islam sehingga menyuruh orang untuk mengajak orang-orang Makkah untuk membantunya. Pasukan Makkah yang terdiri dari berbagai suku berdatangan dan bersenjata lengkap. Jumlahnya tiga kali lipat dari rombongan kaum Muslim.

Nabi Muhammad saw mengumpulkan rombongannya yang terdiri dari 74 kaum Muhajirin dan selebihnya kaum Anshar.

Setelah memuji Allah, Sang Nabi Muhammad ambil berdiri berkata, “Bagaimana pandangan kalian tentang hal ini?”

Jumat, 24 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (1): Bagian Awal/Mukadimah

Kali ini kita membahas sejarah penulisan literatur sejarah Nabi Muhammad SAW, dengan fokus utama pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan pada bagian awal buku Sirah Ibnu Ishaq, yaitu

Kamis, 23 April 2026

Tarikh Nabi: MEMBENTUK MASYARAKAT MADINAH [by ahmad sahidin]

 

Kedatangan Nabi Muhammad saw di Madinah disambut gembira. Kaum Muslim Madinah menyambutnya dengan nyanyian yang berisi sanjungan yang memuliakan Nabi. Mereka sangat ingin rumahnya ditempati Sang Nabi sehingga mereka saling menawarkannya.

Dengan kecemerlangan pikirannya, Nabi membiarkan untanya yang menentukan di mana atau rumah siapa yang harus ditempatinya. Mereka bersama-sama mengikuti gerak langkah unta dengan penuh harap cemas. Unta yang dikendarai Nabi kemudian berhenti tepat di depan rumah orang miskin yang meghadap tanah kosong yang biasa dipakai mengiringkan kurma.

Selasa, 21 April 2026

SURAT UNTUK RASULULLAH SAW

(Moga ada yang berkenan membacakan surat ini dihadapan Makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwaroh).

Assalamu’alaika ayyuhan Nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh.

 Assalamuálaika Ya Rasulullah. 

Assalamu’alaina wa ala ibadillahisshalihin.  

Bismillahirrahmanirrahim. 

Allahumma Shalli ála Sayyidina Muhammad wa ála Aali Sayyidina Muhammad. 

Ya Rasulullah. Terimalah salamku ini. Dariku, dari seorang hamba yang lemah dan bodoh, yang berasal dari negeri jauh.

Salam bagimu ya Rasulullah, dariku yang berharap meraih ampunan Allah melaluimu. Bagimu duhai manusia suci yang senantiasa diberkahi Allah, dariku seorang yang lancang mengaku umatmu; mengaku pemeluk agamamu; mengaku pengikut ajaranmu; mengaku sebagai pecinta keluargamu yang suci.

Ya Rasulullah, dengan kemuliaanmu jangan palingkan wajahmu ketika aku menyebut namamu. Jangan jauhkan aku dari syafaatmu. Aku benar-benar membutuhkan kemurahanmu, butuh pertolonganmu.

Senin, 20 April 2026

HUZAIFAH Al-Yamani, Sang Pemegang Rahasia Nabi

HUZAIFAH Al-Yamani lahir dari kedua orangtua yang telah memeluk Islam. Huzaifah saat hijrah ke Madinah mendampingi Rasulullah saw. Huzaifah diberi tugas oleh Rasulullah saw untuk mengurus dan menjadi petunjuk jalan kalau bepergian.

Dalam Perang Uhud, Huzaifah memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Hudzaifah selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslim yang nyasar saat digempur pasukan musyrikin Makkah di bawah komando Khalid bin Walid.

Minggu, 19 April 2026

Sang Syahid Uhud

HAMZAH dikenal sebagai pemburu dan ahli dalam memanah. Ketika kecil Hamzah adalah teman bermain Nabi Muhammad saw. Hamzah adalah putra Abdul Muthalib, kakek Rasulullah saw. Hamzah dan ayah Nabi, Abdullah, bersaudara. Hamzah termasuk orang yang disegani oleh penduduk Makkah. Keislaman Hamzah diikrarkan secara umum di depan tokoh masayarakat musyrik Makkah.

Sabtu, 18 April 2026

Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila

 Kisah ini mungkin sudah banyak diketahui. Meski ada yang menyatakan tidak shahih, tetapi dari cerita ini kaum Muslim dapat becermin dalam mengambil tindakan bagaimana menyikapi para penghujat Nabi Muhammad saw.

Diceritakan di sudut pasar Kota Madinah ada pengemis tua dan buta yang beragama Yahudi. Ia tidak punya sanak saudar alias hindup sendiri. Ia hidup dari belas kasihan orang-orang, termasuk dari kaum Muslim. Bahkan, makan pun ia disuapi oleh seseorang yang dihinanya. Kepada orang yang menyuapinya, ia selalu berpesan agar jangan mendekati orang yang bernama Muhammad. Orang yang menyuapinya itu hanya diam dan terus menyuapi pengemis buta itu hingga makanannya habis.

“Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Kalau kalian mendekatinya maka akan terpengaruhinya,” ujar si Yahudi.

Kamis, 16 April 2026

Perbandingan Historiografi Maghāzī: al-Zuhrī, Mūsā ibn ‘Uqbah, dan al-Wāqidī

Tradisi maghāzī merupakan fondasi awal dalam historiografi Islam, khususnya dalam merekam ekspedisi militer Nabi Muhammad ﷺ. Dari sekian banyak perawi dan sejarawan awal, tiga tokoh menempati posisi kunci dalam perkembangan genre ini: Ibn Syihāb al-Zuhrī (w. 124 H), Mūsā ibn ‘Uqbah (w. 141 H), dan Muḥammad ibn ‘Umar al-Wāqidī (w. 207 H). Ketiganya merepresentasikan tiga fase penting evolusi penulisan sejarah Islam: fase riwayat awal yang direkonstruksi, fase kitab awal yang relatif autentik, dan fase historiografi naratif yang matang dan sistematis.

Rabu, 15 April 2026

Dua Rukun Takwa

Menghindari dosa dan melakukan ibadah duaduanya adalah komponen takwa. Ada dua rukun takwa: pertama, menjauhi apa yang dibenci atau dimurkai Tuhan. Dengan kata lain, menjauhi keburukan. Kedua, melakukan apa yang dicintai dan diridhai Tuhan, yakni, melakukan kebaikan.

Sabtu, 11 April 2026

Sirah Nabawiyyah: Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam, dan Kritik Husain Munis

Sejarah kehidupan Nabi Muhammad (Sirah Nabawiyyah) tidak berasal langsung dari karya asli Ibnu Ishaq. Karya beliau memang yang paling awal dan paling penting, tetapi tidak sampai kepada kita secara utuh. Versi yang beredar luas justru adalah hasil penyuntingan Ibnu Hisyam. Di sinilah pentingnya memahami bahwa Sirah yang kita baca adalah hasil dari proses seleksi, bukan sekadar salinan apa adanya.

Sabtu, 28 Maret 2026

Historiografi Islam: Ibnu Syihab Az-Zuhri dan Ibnu Ishaq

Artikel ini mengkaji peran Ibnu Syihab az-Zuhri dan Ibnu Ishaq dalam perkembangan awal historiografi Islam. Dengan menggunakan pendekatan historiografi modern, tulisan ini menempatkan az-Zuhri sebagai figur transisional dalam kodifikasi tradisi hadis dan maghazi, sementara Ibnu Ishaq diposisikan sebagai penyusun narasi sejarah (sirah) pertama yang sistematis. Analisis menunjukkan bahwa hubungan keduanya bersifat evolusioner dalam transformasi dari tradisi lisan menuju penulisan sejarah Islam awal.

Jumat, 20 Maret 2026

Ulasan buku Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW karya Ja'far Subhani

Buku Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW karya Ja'far Subhani merupakan salah satu karya kontemporer yang sangat penting dalam literatur sirah nabawiyyah. 

Berikut ini review buku berupa analisis historiografi, keunggulan, serta perbandingannya dengan karya klasik dan modern, naratif dan peristiwa historis, dan kedalaman materi:

Kamis, 19 Maret 2026

Kisah Pernikahan Zaid dan Zainab: Antara Realitas Sosial dan Hikmah Ilahi

Pada masa awal Islam, masyarakat Arab masih sangat kuat memegang tradisi kelas sosial. Kaum bangsawan Quraisy merasa lebih tinggi dibandingkan budak atau mantan budak. Dalam konteks inilah Nabi Muhammad ﷺ melakukan sebuah langkah yang sangat berani.

Beliau menikahkan sepupunya sendiri, Zainab binti Jahsy—seorang wanita dari kalangan terhormat Quraisy—dengan Zaid bin Haritsah, seorang mantan budak yang telah dimerdekakan dan sangat dicintai Nabi. Bahkan, Zaid pernah diangkat sebagai anak angkat beliau sebelum Islam menghapus sistem tersebut.

Selasa, 17 Februari 2026

Bertemu di Gunung Uhud

PANGKOER

Ladjĕng milih hidji djalma, noe biasa ěnggeus mindĕng balawiri, noe tabah ka Goenoeng Oehoed, sangkan djalma oelah njasab, rĕrĕntjĕpan bisi katangen koe moesoeh, Goenoeng Oehoed teh pĕrnahna, nĕnggang di Sagara keusik.

Padataran oeploek-aplak, makplak rata pinoeh koe batoe djeunng keusik, teu aja tĕmpat keur njoempoet, moen lain djalma noe apal, gampang pisan koe moesoeh bisa kabitoer, kabĕnĕran aja djalma, tabah di Sagara keusik.

Ngaran Aboe Chaithama, anoe sanggoep noedoehkeun djalma noe rikip, moal katangen koe moesoeh, njorang djalma torobosan, kĕbon korma matak boeni noe keur ladjoe, Banoe Harith noe gadoehna, wasta Mirba noe ngamilikna.

Senin, 16 Februari 2026

Perang Uhud dan Kekecewaan Abdullah bin Ubay

Ngan saoerang anoé miris, emboeng mapag moesoeh teh, ngaran 'Abdoellah ibnoe Oebajj ibnoe Saloel, kapalana kaom Moenafek, hidji kaom anoé ati moengkir, beungeut njanghareup.

Radjeun sakali-kalieun pioendjoekna diroedjoekan koe Nabi s.a.w., tapi harita mah, timbanganana henteu dipidoeli, lantaran ningali kaom Moeslimin noe sakitoe goejoebna, leber wawanenna. Diajoenkeun kahajangna ngajonan moesoeh loeareun kota, nadjan dina tingali batin andjeunna, peta ngalawan moesoeh kitoe teh, awon pibaloekareunana. Malah harita keneh enggal miwarang sasadian sapakarangna-sapakarangna. Saparantos salse salat 'asar, andjeunna moelih heula ka boemi gentos panganggo. 

Selasa, 20 Januari 2026

Memahami (cerita) Mundinglaya Dikusumah

Salam wa rahmah. Saat kuliah di jurusan sejarah peradaban Islam UIN Bandung, saya pernah punya minat untuk mengkaji khazanah sastra dan budaya Sunda. Dikarenakan faktor biaya dan sumber yang sulit diakses karena habis cari naskah sampai ke Belanda, akhirnya saya tidak menggelutinya.

Saat baca cerita-cerita di Tatar Sunda, saya menemukan yang hampir sama dengan riwayat Isra Mikraj yakni Mundinglaya Dikusumah.

Bermula dari keinginan Mundinglaya Dikusumah untuk memberikan pengabdian pada ibunya, Padmawati, yang sekaligus memberikan pencerahan pada masyarakat yang mengalami dis-loyalitas pada kerajaan. Karena itulah Mundinglaya melakukan tapa hingga sampai pada titik wujud sejati, yaitu Sang Hyang Tunggal.