Selasa, 11 Agustus 2026

Tarikh Nabi: Peristiwa Wafat Rasulullah saw

IMAM Al-Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari memuat sebuah hadits dengan sanad dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah dan berasal dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah saw sedang mendekati ajal, berkata kepada para sahabat yang berada di sekelilingnya. Nabi Muhammad saw berkata, “Marilah, akan kutuliskan untuk kalian suatu wasiat yang dengannya kalian tidak akan sesat sepeninggalku.” 

Namun salah seorang sahabat yang hadir, Umar bin Khaththab, langsung berkomentar, “Nabi dalam keadaan sangat payah dan kalian telah mempunyai al-Quran. Cukuplah Kitab Allah itu bagi kita.”

Senin, 27 Juli 2026

(Cerpen) Midlife


Di tengah keheningan rumah, aku duduk di hadapan meja kerja. Di sana tergelar kitab Sirah Nabawiyyah klasik yang tebal dan laptop usang yang mengantarkan suara dan gambar pada orang-orang maya.

Tiba-tiba, udara di ruangan terasa bergeser. Di kursi seberangku, duduk seorang pemuda dengan tatapan mata yang gelisah sekaligus penuh ambisi. Ia adalah aku, saat masih muda.

Minggu, 26 Juli 2026

Keteguhan di Tengah Badai: Membaca Kehidupan Rasulullah SAW pada Tahun Ke-5 Kenabian


Tahun ke-5 Kenabian—atau sekitar tahun 615 Masehi ketika Rasulullah SAW berusia 45 tahun—menjadi salah satu masa paling penting dan penuh ujian dalam sejarah umat Islam di Makkah. Pada periode ini, dakwah Islam yang mulai disampaikan secara terbuka menghadapi perlawanan yang semakin keras dari para pemimpin Quraisy.

Merujuk pada kitab-kitab sejarah klasik seperti Sirah Ibnu Ishaq (yang disempurnakan oleh Ibnu Hisyam) dan Tarikh ath-Thabari bahwa pada tahun ke-5 kenabian ini memotret keteguhan hati, kematangan strategi, dan kehangatan keluarga Nabi Muhammad SAW di tengah himpitan krisis.

Kamis, 16 Juli 2026

Tasawuf (masih) Relevan di Zaman Sekarang

 Mengapa tasawuf tetap relevan di zaman sekarang? 

Karena krisis terbesar manusia modern sering kali bukan krisis ekonomi atau krisis teknologi, melainkan krisis makna. Banyak orang memiliki pekerjaan, tetapi kehilangan tujuan. Banyak orang memiliki teman di media sosial, tetapi merasa kesepian. Banyak orang memiliki berbagai fasilitas hidup, tetapi tidak menemukan ketenangan.

Rabu, 15 Juli 2026

(Cerpen) Bukan Mencari Pelipur Lara

Malam semakin larut. Rintik hujan di luar jendela kaca kafe kini berganti menjadi sunyi yang pekat. Kamu tidak lagi memandang ke jalanan. Pandanganmu tertuju lurus pada meja kayu di hadapan kita, seolah-olah sedang menatap jurang yang tak terlihat.

Kamu menggeser cangkir kopimu yang sudah dingin.

Selasa, 14 Juli 2026

Tasawuf (yang) Sejati

Pernahkah kita merasa lelah di tengah kesibukan hidup? Semua kebutuhan tampak terpenuhi, pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya, teknologi semakin canggih, tetapi hati tetap terasa kosong. Kita tahu apa yang harus dilakukan setiap hari, tetapi kadang lupa untuk apa semua itu dijalani. 

Minggu, 12 Juli 2026

(Cerpen) Membunuh Bayangan

Ini bukan di nagari antah barantah. Bukan pula nagari keadilan dan kebenaran. Ini negeri yang bukan sesungguhnya. Negeri yang masih dipenuhi rakyat cinta ilmu dan memiliki impian yang besar untuk mengembangkan peradaban manusia yang paripurna. 

Di sini mulai ceritanya. Di balairung kerajaan yang dipenuhi cahaya obor. Malam yang kian dingin. Para bangsawan berbisik, wajah mereka penuh intrik. Sang Raja duduk di singgasana, matanya tajam menembus kerumunan. Di hadapan beliau, seorang penasihat muda berdiri dengan wajah muram.

Sabtu, 11 Juli 2026

Selalu Ada Pilihan

Malam kembali menyapa. Hanya diam. Pikiran terfokus. Kembali gumam dalam benak. Entah pikiran atau hati. Tak perlu diperdebatkan. Yang jelas ada gumam dalam diri. Ruhaniyah bukan jasadiyah. Tak jelas yang berkecamuk. Antara memikirkan hidup beserta lika likunya dan merencanakan beralih profesi. Apa ya kira-kira? 

Rabu, 08 Juli 2026

(Cerpen) Jagad Rasa

     1

NAMAKU Jagad Rasa. Aku dikenal sebagai orang luar biasa dan kaya. Kekayaanku berasal dari keluargaku, warisan turun-temurun dari nenek moyangku. Tak habis-habis hingga masa generasiku. Aku sendiri tak tahu, entah generasi ke berapa. Tapi itu tak menjadi masalah buatku. Itu sebabnya aku tak mempersoalkannya. Yang menjadi persoalanku adalah kabar-kabar yang sering kuterima dari orang-orang sekitarku bahwa aku orang yang bisa lintas batas.  Di dunia basah aku tak kedinginan. Di dunia panas aku tak terbakar. Di dunia sunyi aku tak kesepian. Di dunia ramai aku tak terganggu. Karena itulah aku dijuluki wujud tanpa batas.

Julukan itu melekat padaku bermula dari kedatangan Sang Ajal yang hendak mengambil nyawaku. Suatu hari ia menemuiku untuk mencabut nyawaku. Karena aku orang yang percaya bahwa segala suatunya telah ditentukan, maka kurelakan ia mengambil nyawaku. Meski itu satu-satunya yang kumiliki dan tak ada cadangan. Kalau ada, mungkin semua orang bisa mengulangi kejadian atau aktivitasnya menjadi lebih baik dan sempurna. Sayang, tak ada yang bisa membuatnya selain pemiliknya.

Sabtu, 04 Juli 2026

Bulan di Ujung Kembara

Bulan Juli merayap cepat. Bulan sebelumnya menghempas di ujung kembara. 

Karbala masih kuingat. Saat aku tak bisa lantunkan likhomsah. Bagaimana bisa di tanah yang kupijak itu bayang sejarah tampak dipelupuk mata. Tak bisa kulisankan.

Jalan sambil terkenang. Betapa biadab dan nista mereka kepada keluarga suci. Tragedi yang tragis. Ini memang nyata dan berdampak besar dalam sejarah umat. Aku tahu dari buku sejarah. Aku tahu dari narasi yang dibaca tiap asyura.

Jumat, 03 Juli 2026

(Cerpen) Bersama Lelaki Tua


1

"Apakah telingamu masih berdenging?"

Pertanyaan itu datang dari seorang lelaki tua yang hampir setiap sore duduk di serambi musala, di sebuah makam. 

Di hadapannya, secangkir kopi mulai kehilangan uap, sementara matanya memandang pohon asam yang bergoyang pelan diterpa angin.

Rabu, 01 Juli 2026

Sesi Fana

 

Bertanya tentang jiwa, aku diberi mimpi mati. Bertanya tentang raga, aku diberi sakit. Bertanya tentang ada, yang muncul ketiadaan.

Kuberitahu pada diri bahwa aku fana. Mata dan pikiran fokus satu pandangan. Dalam dan menukik. Hingga bayang Sang Guru sekelebat hadir. Tidak menyapa. Melihat dan meninggalkan aku.

Senin, 29 Juni 2026

Peristiwa Karbala dalam Filsafat Iluminasi Suhrawardi al-Maqtul

Pendahuluan

Di antara karya-karya simbolik Syihabuddin Yahya ibn Habasy ibn Amirak al-Suhrawardi (549–587 H/1154–1191 M), filsuf besar Persia yang dikenal sebagai Syaikh al-Isyrāq (Master of Illumination) atau al-Maqtul (Sang Syahid), terdapat sebuah risalah yang sangat indah berjudul Risālah fī Ḥaqīqat al-'Isyq atau Mu'nis al-'Ushshāq (Sahabat Para Pecinta). 

Dalam risalah tersebut, Suhrawardi mengembangkan suatu metafisika cinta yang berakar pada filsafat cahaya (ḥikmat al-isyrāq), yakni pandangan bahwa seluruh realitas merupakan gradasi cahaya yang bersumber dari Cahaya segala Cahaya (Nūr al-Anwār).

Rabu, 17 Juni 2026

Tarikh Nabi: PESAN HAJI WADA

Ka’bah merupakan tempat ziarah yang tidak pernah kering dari kunjungan orang-orang. Dari berbagai pelosok daerah berdatangan untuk beribadah. Kunjungan ziarah ke Ka’bah ini membuat perekonomian masyarakat Makkah maju karena sering terjadi pertukaran barang dan perdagangan yang menguntungkan penduduk sekitar Makkah. Apalagi Ka’bah dianggap sebagai penyambung tradisi Nabi Ibrahim as yang dihormati pemeluk agama-agama yang tumbuh di Jazirah Arab.

Selasa, 16 Juni 2026

Tarikh Nabi: PERISTIWA MUBAHALAH

Setelah penyerbuan ke Tabuk, Rasulullah saw banyak menerima tamu-tamu dari luar Madinah yang ingin bergabung atau menyatakan tunduk di bawah pemerintahan Madinah. Kian lama nama Rasulullah saw dikenal sehingga banyak orang yang ingin menemuinya. Ada yang ingin sekadar tahu, juga ada yang sengaja ingin membuktikan kenabian Muhammad bin Abdullah. Yang terakhir ini datang dari Najran, kawasan Hijaz yang mayoritas beragama Kristen.

Senin, 15 Juni 2026

Selamat Memasuki bulan Muharram

Salam. Pagi ini saya menikmati dinginnya udara Kabupaten Bandung. Terasa menusuk. Alunan doa ziarah dari HP, yang saya resapi dalam diam. Sang pembaca begitu menghayati sampai derai air mata tumpah. Saya pun hanya terpaku. Diam dan tak ada lagi yang terpikirkan. Menikmati saja tiap kata yang meluncur. 

Minggu, 14 Juni 2026

Bulu Kuduk Merinding


Setiap kali mendengar dan baca kabar orang yang wafat, bulu kuduk merinding. Kenapa bisa? Pasalnya pekan kemarin dua kali mimpi melihat raga terkujur kaku. Layaknya orang mati. Pertanyaannya: apakah saya takut mati? Siapa yang takut? Raga atau jiwa? Duh, ini yang mati apa sih? 

Selasa, 02 Juni 2026

Tarikh Nabi: SANG NABI MENANGIS

Sejarah mencatat Sang Nabi selama menikah dengan Khadijah tidak melakukan poligami.

Dari istri pertama ini Sang Nabi mendapatkan keturunan (anak). Sang Nabi baru memiliki keturunan lagi ketika menikah dengan Maria Al-Qibtiyah yang melahirkan Sayid Ibrahim.

Lahirnya Sayid Ibrahim bin Muhammad Rasulullah saw membuat kedudukan Maria membuat istri Nabi lainnya tidak menyukai Maria. Setiap hari Sang Nabi singgah ke rumah Maria sekadar ingin melihat pertumbuhan putranya.

Minggu, 31 Mei 2026

Spiritual Circle

Orang yang belajar tasawuf tahu kedudukan salik, yaitu penempuh jalan ruhani. Ia berada dalam suluk dengan bimbingan mursyid. Suluk itu seperti spiritual circle dan mursyid adalah otoritas yang memberikan bimbingan, arahan dan petuah penuh hikmah. 

Kamis, 14 Mei 2026

Tarikh Nabi: KEMBALI BERPERANG


Misi Sang Nabi tidak selesai di Makkah. Nabi Muhammad saw menyiapkan pasukan untuk mendatangi kaum Hawazin dan Sakif yang telah lama menentang dakwah Islam. Pasukan dari Makkah yang berjumlah dua belas ribu orang diberangkatkan ke Hunain dan Thaif.

Setiba di Lembah Hunain, saat subuh dari sela-sela lembah pasukan musuh yang tergabung dari tiga kabilah (Banu Nasr, Hawazin, dan Sakif) menyerang pasukan Muslim. Serangan panah dari pasukan musuh yang dipimpin oleh Malik bin Auf ini membuat kocar kacir kaum Muslim.

Rabu, 13 Mei 2026

Tarikh Nabi: PEMBEBASAN MAKKAH

Sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Hudaibiyah, Maret 629 Masehi rombongan kaum Muslim yang berjumlah dua ribu orang melakukan ziarah ke Baitullah, Makkah. [1]

Selama tiga hari penuh Sang Nabi bersama kaum Muslim melaksanakan ibadah. Orang-orang Makkah menyaksikan dari lembah berbagai aktivitas yang dilakukan kaum Muslim. Sesuai dengan perjanjian, penduduk Makkah tidak diperbolehkan mengganggu aktivitas kaum Muslim. Pada kesempatan ziarah ini, Nabi Muhammad saw melangsungkan pernikahannya dengan Maemunah, janda saudara Abbas bin Abdul Muthalib.[2]

Selasa, 12 Mei 2026

Tarikh Nabi: HADIAH DARI SANG NABI

 

Nabi Muhammad saw adalah ayah yang mencintai putrinya, Sayidah Fathimah. Dalam hadis disebutkan orang yang menyakiti Sayidah Fathimah berarti menyakiti Nabi Muhammad saw dan kegembiraan Sayidah Fathimah berarti kegembiraan Nabi Muhammad saw.[1]

Senin, 11 Mei 2026

Tarikh Nabi: PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Serpihan sejarah kehidupan Sang Nabi yang berkaitan dengan kemenangan besar dalam menyatukan Jazirah Arab adalah peristiwa perjanjian dengan masyarakat Makkah.

Pada 13 Maret 628 Masehi, Nabi Muhammad saw bersama jemaah Muslim dari Madinah yang berjumlah seribu enam ratus orang bermaksud melakukan ibadah ke Baitullah Makkah. Rombongan ziarah ini terhenti di Hudaibiyah (22 km ke arah barat laut Makkah) karena dihadang utusan Makkah. Utusan ini menyampaikan bahwa masyarakat Makkah tidak menerima kunjungan ziarah kaum Muslim pada tahun ini. Kalau tetap memaksa maka perang yang menjadi penyelesaiannya. Nabi Muhammad saw kemudian mengikuti keinginan mereka.

Minggu, 10 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Mengubah Perilaku Masyarakat

Sesi kali ini membahas pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama (uswatun hasanah) dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan pada bagian Pihatur Nu Nyalin dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusumah, yaitu

Sabtu, 09 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Kedudukan Nabi Muhammad SAW

Sesi kali ini merupakan sesi ngaji atau pembacaan kitab/buku "Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW" karya Raden Adipati Arya Wiranata Kusumah (Bupati Bandung masa kolonial), yang diterbitkan pada tahun 1941.

Berikut adalah ringkasan poin-poin utama yang dibahas pada bagian Pihatur Nu Nyalin

Jumat, 08 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Sumber Penulisan Sejarah

ULASAN kali ini membahas pentingnya mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW dengan merujuk pada buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya Raden Adipati Wiranata Kusumah yang diterbitkan pada tahun 1941.

Poin-poin utama dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW, bagian Pihatur Nu Nyalin, terkait dengan historiografi, yaitu

Kamis, 07 Mei 2026

Tarikh Nabi: MUSUH DALAM SELIMUT

Tidak dipungkiri dalam masyarakat terdapat orang-orang yang bermuka dua atau musuh dalam selimut yang ingin menghancurkan dari dalam. Dalam perang-perang besar seperti Perang Badar, Uhud, Ahzab atau Khandaq terdapat orang-orang yang tidak ikut berperang bersama Nabi. Mereka inilah yang disebut kaum munafik yang aksinya tidak menampakkan dihadapan Sang Nabi. Nabi Muhammad saw memang mengetahui ada orang-orang munafik yang senantiasa menjelekkan, bahkan yang ingin membunuhnya. Mereka tidak langsung ditindak oleh Nabi karena mempertimbangkan nilai-nilai Ilahiah yang dibawanya.

Selasa, 05 Mei 2026

Pertemuan dengan Sang Guru

Tadi malam saya berjumpa dengan Kang Jalal dalam mimpi. Sang Guru yang mencerahkan dan menyadarkan saya betapa pentingnya ilmu, kebersamaan, dan buku. 

Ceritanya: tiba-tiba saya sudah berada bersama beliau di suatu tempat yang cukup tinggi. Namun bukan gunung, hanya hamparan tanah tinggi di atas sungai deras air.

Tarikh Nabi: HIKMAH PERANG DZAT SALASIL

      Sejarawan Jafar Subhani menyebutkan bahwa Perang Dzat Salasil terjadi pada tahun kedelapan hijriah. Seorang intelijen dari pihak Islam melaporkan kepada Rasulullah saw bahwa di Lembah Yahbis terdapat ribuan Bani Salim yang berkumpul hendak menyerang Madinah secara tiba-tiba.

      Rasulullah saw kemudian mengumpulkan orang-orang Madinah di masjid. Setelah berkumpul, Rasulullah saw berkata, “Musuh-musuh Allah sedang bersiap-siap dan telah memutuskan akan menyerang Anda sekalian secara mendadak pada malam hari. Karena itu, sebagian dari Anda harus menyingkirkan kejahatan mereka.”

Minggu, 03 Mei 2026

Riwayat Kangjeng Nabi: Teladan yang Hidup, Bukan Sekadar Dikagumi

Di tengah kehidupan manusia yang sering kehilangan arah, Islam menghadirkan satu sosok yang tidak hanya untuk dikenang, tetapi untuk diteladani: Nabi Muhammad SAW.

RAA Wiranata Kusumah V dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW pada bagian “pihatur nu nyalin” mengajak kita melihat kembali posisi Nabi bukan sekadar figur sejarah, melainkan manusia hidup yang menjadi standar akhlak dan perilaku.

Sabtu, 02 Mei 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (8): Pencarian Kebenaran

Sekarang membahas dua topik utama dari kitab Sirah Ibnu Ishaq, yaitu kisah pencarian kebenaran oleh Salman al-Farisi dan kisah empat orang yang meninggalkan kemusyrikan di Makkah.

Jumat, 01 Mei 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (7): Mahar dan Ramalan Ahli Nujum

Ini membahas sejarah Nabi Muhammad SAW berdasarkan karya Sirah Ibnu Ishaq, mencakup beberapa poin penting dalam kehidupan beliau, yaitu mahar nikah dan ramalan ahli nujum.

Kamis, 30 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (6): Pengasuhan Abu Thalib hingga Menikahi Khadijah

Ini membahas bab-bab awal dalam sirah Nabi Muhammad SAW yang merujuk pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:

Rabu, 29 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (5): Kelahiran dan Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Ini membahas sejarah kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad SAW berdasarkan kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin utama perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW: 

Selasa, 28 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (4): Kisah Sumur Zamzam dan Qurban Abdullah

Ini merupakan ulasan buku Sirah Ibnu Ishaq yang membahas sejarah awal kehidupan Nabi Muhammad SAW, dengan fokus utama pada kisah sumur Zamzam dan peristiwa penting yang melibatkan kakek beliau, Abdul Muthalib.

Berikut adalah poin-poin penting dari video tersebut:

Senin, 27 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (3): Awal Mula Penyembahan Berhala

Ini membahas sejarah awal mula penyembahan berhala di Makkah serta tradisi masyarakat Arab pra-Islam berdasarkan kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin penting yang dibahas:

Minggu, 26 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (2): Silsilah Muhammad hingga Penyerangan Abrahah

Ini merupakan ulasan (review) mengenai kitab Sirah Ibnu Ishaq, sebuah karya historiografi Islam yang penting mengenai sejarah Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas dalam video tersebut:

Sabtu, 25 April 2026

Tarikh Nabi: KEMENANGAN PERANG BADAR [by ahmad sahidin]

Ramadhan tahun kedua hijrah, Nabi Muhammad saw bersama 313 kaum Muslim meninggalkan Madinah menuju tepi sumur Badar, tempat kaum Quraisy berkemah. Orang-orang Quraisy mengetahui kedatangan pasukan Islam sehingga menyuruh orang untuk mengajak orang-orang Makkah untuk membantunya. Pasukan Makkah yang terdiri dari berbagai suku berdatangan dan bersenjata lengkap. Jumlahnya tiga kali lipat dari rombongan kaum Muslim.

Nabi Muhammad saw mengumpulkan rombongannya yang terdiri dari 74 kaum Muhajirin dan selebihnya kaum Anshar.

Setelah memuji Allah, Sang Nabi Muhammad ambil berdiri berkata, “Bagaimana pandangan kalian tentang hal ini?”

Jumat, 24 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (1): Bagian Awal/Mukadimah

Kali ini kita membahas sejarah penulisan literatur sejarah Nabi Muhammad SAW, dengan fokus utama pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan pada bagian awal buku Sirah Ibnu Ishaq, yaitu

Kamis, 23 April 2026

Tarikh Nabi: MEMBENTUK MASYARAKAT MADINAH [by ahmad sahidin]

 

Kedatangan Nabi Muhammad saw di Madinah disambut gembira. Kaum Muslim Madinah menyambutnya dengan nyanyian yang berisi sanjungan yang memuliakan Nabi. Mereka sangat ingin rumahnya ditempati Sang Nabi sehingga mereka saling menawarkannya.

Dengan kecemerlangan pikirannya, Nabi membiarkan untanya yang menentukan di mana atau rumah siapa yang harus ditempatinya. Mereka bersama-sama mengikuti gerak langkah unta dengan penuh harap cemas. Unta yang dikendarai Nabi kemudian berhenti tepat di depan rumah orang miskin yang meghadap tanah kosong yang biasa dipakai mengiringkan kurma.

Selasa, 21 April 2026

SURAT UNTUK RASULULLAH SAW

(Moga ada yang berkenan membacakan surat ini dihadapan Makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwaroh).

Assalamu’alaika ayyuhan Nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh.

 Assalamuálaika Ya Rasulullah. 

Assalamu’alaina wa ala ibadillahisshalihin.  

Bismillahirrahmanirrahim. 

Allahumma Shalli ála Sayyidina Muhammad wa ála Aali Sayyidina Muhammad. 

Ya Rasulullah. Terimalah salamku ini. Dariku, dari seorang hamba yang lemah dan bodoh, yang berasal dari negeri jauh.

Salam bagimu ya Rasulullah, dariku yang berharap meraih ampunan Allah melaluimu. Bagimu duhai manusia suci yang senantiasa diberkahi Allah, dariku seorang yang lancang mengaku umatmu; mengaku pemeluk agamamu; mengaku pengikut ajaranmu; mengaku sebagai pecinta keluargamu yang suci.

Ya Rasulullah, dengan kemuliaanmu jangan palingkan wajahmu ketika aku menyebut namamu. Jangan jauhkan aku dari syafaatmu. Aku benar-benar membutuhkan kemurahanmu, butuh pertolonganmu.

Senin, 20 April 2026

HUZAIFAH Al-Yamani, Sang Pemegang Rahasia Nabi

HUZAIFAH Al-Yamani lahir dari kedua orangtua yang telah memeluk Islam. Huzaifah saat hijrah ke Madinah mendampingi Rasulullah saw. Huzaifah diberi tugas oleh Rasulullah saw untuk mengurus dan menjadi petunjuk jalan kalau bepergian.

Dalam Perang Uhud, Huzaifah memerangi kaum kafir bersama dengan ayahnya, Al-Yaman. Hudzaifah selamat, tetapi bapaknya syahid oleh pedang kaum Muslim yang nyasar saat digempur pasukan musyrikin Makkah di bawah komando Khalid bin Walid.

Minggu, 19 April 2026

Sang Syahid Uhud

HAMZAH dikenal sebagai pemburu dan ahli dalam memanah. Ketika kecil Hamzah adalah teman bermain Nabi Muhammad saw. Hamzah adalah putra Abdul Muthalib, kakek Rasulullah saw. Hamzah dan ayah Nabi, Abdullah, bersaudara. Hamzah termasuk orang yang disegani oleh penduduk Makkah. Keislaman Hamzah diikrarkan secara umum di depan tokoh masayarakat musyrik Makkah.

Sabtu, 18 April 2026

Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila

 Kisah ini mungkin sudah banyak diketahui. Meski ada yang menyatakan tidak shahih, tetapi dari cerita ini kaum Muslim dapat becermin dalam mengambil tindakan bagaimana menyikapi para penghujat Nabi Muhammad saw.

Diceritakan di sudut pasar Kota Madinah ada pengemis tua dan buta yang beragama Yahudi. Ia tidak punya sanak saudar alias hindup sendiri. Ia hidup dari belas kasihan orang-orang, termasuk dari kaum Muslim. Bahkan, makan pun ia disuapi oleh seseorang yang dihinanya. Kepada orang yang menyuapinya, ia selalu berpesan agar jangan mendekati orang yang bernama Muhammad. Orang yang menyuapinya itu hanya diam dan terus menyuapi pengemis buta itu hingga makanannya habis.

“Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Kalau kalian mendekatinya maka akan terpengaruhinya,” ujar si Yahudi.

Kamis, 16 April 2026

Perbandingan Historiografi Maghāzī: al-Zuhrī, Mūsā ibn ‘Uqbah, dan al-Wāqidī

Tradisi maghāzī merupakan fondasi awal dalam historiografi Islam, khususnya dalam merekam ekspedisi militer Nabi Muhammad ﷺ. Dari sekian banyak perawi dan sejarawan awal, tiga tokoh menempati posisi kunci dalam perkembangan genre ini: Ibn Syihāb al-Zuhrī (w. 124 H), Mūsā ibn ‘Uqbah (w. 141 H), dan Muḥammad ibn ‘Umar al-Wāqidī (w. 207 H). Ketiganya merepresentasikan tiga fase penting evolusi penulisan sejarah Islam: fase riwayat awal yang direkonstruksi, fase kitab awal yang relatif autentik, dan fase historiografi naratif yang matang dan sistematis.

Rabu, 15 April 2026

Dua Rukun Takwa

Menghindari dosa dan melakukan ibadah duaduanya adalah komponen takwa. Ada dua rukun takwa: pertama, menjauhi apa yang dibenci atau dimurkai Tuhan. Dengan kata lain, menjauhi keburukan. Kedua, melakukan apa yang dicintai dan diridhai Tuhan, yakni, melakukan kebaikan.

Sabtu, 11 April 2026

Sirah Nabawiyyah: Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam, dan Kritik Husain Munis

Sejarah kehidupan Nabi Muhammad (Sirah Nabawiyyah) tidak berasal langsung dari karya asli Ibnu Ishaq. Karya beliau memang yang paling awal dan paling penting, tetapi tidak sampai kepada kita secara utuh. Versi yang beredar luas justru adalah hasil penyuntingan Ibnu Hisyam. Di sinilah pentingnya memahami bahwa Sirah yang kita baca adalah hasil dari proses seleksi, bukan sekadar salinan apa adanya.

Sabtu, 28 Maret 2026

Historiografi Islam: Ibnu Syihab Az-Zuhri dan Ibnu Ishaq

Artikel ini mengkaji peran Ibnu Syihab az-Zuhri dan Ibnu Ishaq dalam perkembangan awal historiografi Islam. Dengan menggunakan pendekatan historiografi modern, tulisan ini menempatkan az-Zuhri sebagai figur transisional dalam kodifikasi tradisi hadis dan maghazi, sementara Ibnu Ishaq diposisikan sebagai penyusun narasi sejarah (sirah) pertama yang sistematis. Analisis menunjukkan bahwa hubungan keduanya bersifat evolusioner dalam transformasi dari tradisi lisan menuju penulisan sejarah Islam awal.

Jumat, 20 Maret 2026

Ulasan buku Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW karya Ja'far Subhani

Buku Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW karya Ja'far Subhani merupakan salah satu karya kontemporer yang sangat penting dalam literatur sirah nabawiyyah. 

Berikut ini review buku berupa analisis historiografi, keunggulan, serta perbandingannya dengan karya klasik dan modern, naratif dan peristiwa historis, dan kedalaman materi:

Kamis, 19 Maret 2026

Kisah Pernikahan Zaid dan Zainab: Antara Realitas Sosial dan Hikmah Ilahi

Pada masa awal Islam, masyarakat Arab masih sangat kuat memegang tradisi kelas sosial. Kaum bangsawan Quraisy merasa lebih tinggi dibandingkan budak atau mantan budak. Dalam konteks inilah Nabi Muhammad ﷺ melakukan sebuah langkah yang sangat berani.

Beliau menikahkan sepupunya sendiri, Zainab binti Jahsy—seorang wanita dari kalangan terhormat Quraisy—dengan Zaid bin Haritsah, seorang mantan budak yang telah dimerdekakan dan sangat dicintai Nabi. Bahkan, Zaid pernah diangkat sebagai anak angkat beliau sebelum Islam menghapus sistem tersebut.

Selasa, 17 Februari 2026

Bertemu di Gunung Uhud

PANGKOER

Ladjĕng milih hidji djalma, noe biasa ěnggeus mindĕng balawiri, noe tabah ka Goenoeng Oehoed, sangkan djalma oelah njasab, rĕrĕntjĕpan bisi katangen koe moesoeh, Goenoeng Oehoed teh pĕrnahna, nĕnggang di Sagara keusik.

Padataran oeploek-aplak, makplak rata pinoeh koe batoe djeunng keusik, teu aja tĕmpat keur njoempoet, moen lain djalma noe apal, gampang pisan koe moesoeh bisa kabitoer, kabĕnĕran aja djalma, tabah di Sagara keusik.

Ngaran Aboe Chaithama, anoe sanggoep noedoehkeun djalma noe rikip, moal katangen koe moesoeh, njorang djalma torobosan, kĕbon korma matak boeni noe keur ladjoe, Banoe Harith noe gadoehna, wasta Mirba noe ngamilikna.

Senin, 16 Februari 2026

Perang Uhud dan Kekecewaan Abdullah bin Ubay

Ngan saoerang anoé miris, emboeng mapag moesoeh teh, ngaran 'Abdoellah ibnoe Oebajj ibnoe Saloel, kapalana kaom Moenafek, hidji kaom anoé ati moengkir, beungeut njanghareup.

Radjeun sakali-kalieun pioendjoekna diroedjoekan koe Nabi s.a.w., tapi harita mah, timbanganana henteu dipidoeli, lantaran ningali kaom Moeslimin noe sakitoe goejoebna, leber wawanenna. Diajoenkeun kahajangna ngajonan moesoeh loeareun kota, nadjan dina tingali batin andjeunna, peta ngalawan moesoeh kitoe teh, awon pibaloekareunana. Malah harita keneh enggal miwarang sasadian sapakarangna-sapakarangna. Saparantos salse salat 'asar, andjeunna moelih heula ka boemi gentos panganggo. 

Selasa, 20 Januari 2026

Memahami (cerita) Mundinglaya Dikusumah

Salam wa rahmah. Saat kuliah di jurusan sejarah peradaban Islam UIN Bandung, saya pernah punya minat untuk mengkaji khazanah sastra dan budaya Sunda. Dikarenakan faktor biaya dan sumber yang sulit diakses karena habis cari naskah sampai ke Belanda, akhirnya saya tidak menggelutinya.

Saat baca cerita-cerita di Tatar Sunda, saya menemukan yang hampir sama dengan riwayat Isra Mikraj yakni Mundinglaya Dikusumah.

Bermula dari keinginan Mundinglaya Dikusumah untuk memberikan pengabdian pada ibunya, Padmawati, yang sekaligus memberikan pencerahan pada masyarakat yang mengalami dis-loyalitas pada kerajaan. Karena itulah Mundinglaya melakukan tapa hingga sampai pada titik wujud sejati, yaitu Sang Hyang Tunggal.