Tampilkan postingan dengan label hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2026

Tarikh Nabi: HADIAH DARI SANG NABI

 

Nabi Muhammad saw adalah ayah yang mencintai putrinya, Sayidah Fathimah. Dalam hadis disebutkan orang yang menyakiti Sayidah Fathimah berarti menyakiti Nabi Muhammad saw dan kegembiraan Sayidah Fathimah berarti kegembiraan Nabi Muhammad saw.[1]

Sabtu, 21 Oktober 2023

Hadis dan Sunah

Sebagian umat Islam meyakini bahwa hadis dan sunah Rasulullah saw merupakan sumber kedua setelah al-Quran. Keyakinan ini dipegang kaum Muslim Sunni, yang merujuk pada keterangan populer dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw meninggalkan dua pusaka: kitab Allah dan sunah Rasulullah saw. Apabila berpegang kepada keduanya maka akan selamat dan meraih kebahagiaan dunia akhirat.[1]

Jumat, 01 September 2023

Keharusan Mengikuti Ahlulbait

Seorang kawan mengirim e-mail: apakah benar ada ayat Al-Quran dan hadis yang menyebutkan keharusan mengikuti Ahlulbait? 

Sebelum dijawab, saya balik tanya tentang yang dimaksud Ahlulbait. Menurut kawan saya itu: ada yang menyebutkan seluruh anggota keluarga Nabi Muhammad saw, termasuk para istri Nabi. Ketika saya tanya sumbernya menyebutkan riwayat dari Ikrimah. Saya tanya lagi: siapa dia? Dia tidak menjawabnya (kemungkinan sedang mencari informasi). 

Senin, 14 Agustus 2023

Mengingat Kembali (tentang) Sayidah Fathimah Az-Zahra

1 Dzulhijjah dalam sejarah Islam merupakan hari pernikahan Sayidah Fathimah binti Muhammad saw dengan Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah. 

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda, "Wahai Fathimah aku nikahkan kamu dengan orang yang pertama beriman kepada Allah dan kepadaku" (kitab Sawaiq Muhriqah, hal.85; Kifayah At-Yalib, hal.298;  Dhakair Al-Uqba, hal.29). 

Kamis, 13 April 2023

Umar dan Fiqih

SAYA pernah membaca buku Dahulukan Akhlak di Atas Fikih karya Ustadz Jalaluddin Rakhmat. Dalam buku ini, terdapat sebuah kisah dari Khalifah Umar bin Khaththab yang berkaitan dengan fikih. 

Dikisahkan seorang laki-laki datang menemui Umar bin Khaththab dan berkata, “Saya dalam keadaan junub dan tidak ada air.” 

Umar menjawab, “Jangan shalat sampai engkau mendapatkan air.” 

Selasa, 28 Maret 2023

Siapakah Khalifah setelah Rasulullah saw: Tinjauan Hadis

Wafatnya Rasulullah saw membuat sebagian umat Islam goyah iman dan pudar ketaatan. Meskipun sudah disebutkan di Ghadir Khum bahwa yang berhak menjadi pemimpin Islam setelah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib, tetap menyelenggarakan pemilihan khalifah di Saqifah. 

Mereka lupa bahwa Rasulullah saw sendiri dalam hadis-hadis telah menyebutkan dua belas khalifah yang berhak memimpin dan membimbing umat Islam. Misalnya riwayat Said bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya khalifah-khalifahku dan wasi-wasiku, hujah-hujah Allah di atas makhluk-Nya selepasku ialah  dua belas orang; yang pertama Ali dan yang akhirnya cicitku Al-Mahdi; maka itulah Isa putra Maryam shalat di belakang Al-Mahdi.” 

Kamis, 09 Februari 2023

Memahami Hadis kaum Sunni dan Syiah

Ada selintingan bahwa pengikut Islam Syiah tidak percaya pada hadis Muslim dan Bukhari serta membenci sahabat dan istri Nabi Muhammad saw. Bahkan dalam situs-situs banyak disebutkan demikian. Benarkah situs-situs tersebut ditulis oleh orang yang ahli dalam Syiah atau ahli Syiah alias pengikut Syiah? Saya yakin mereka bukan orang Syiah atau orang yang mempelajari Syiah dengan benar-benar. Mereka hanya menyampaikan yang di dengar atau ditulis tentang Syiah dari yang benci dan tidak suka pada mazhab Syiah. 

Senin, 05 Desember 2022

Nabi Mengunjungi Istri Sahabatnya

DALAM diskusi buku SAHABAT NABI karya Dr.Fuad Jabali (16 Maret 2011) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung,  Prof.Dr. Jalaluddin Rakhmat (Ustadz Jalal) sempat membacakan sebuah riwayat dari kitab Shahih Bukhari dalam upaya menunjukan pentingnya melakukan studi kritis historis. 

Dikisahkan Nabi Muhammad saw mendatangi rumah istri seorang sahabat tanpa ada sahabat tersebut. Kemudian kepala Nabi bersandar pada pangkuan istri yang bukan muhrim tersebut dan diseliksik mencari kutu dan selanjutnya terbangun dengan wajah ceria.    

Jumat, 16 September 2022

Benarkah Syiah Tidak Percaya Hadis

Prof.Muhibbin dari IAIN Wali Songo meneliti dan menulis disertasi yang menyebutkan bahwa terdapat hadits lemah, bahkan dhaif dari kitab hadis Bukhari. Muhibbin menjelaskan bahwa tidak semua hadits yang terdapat dalam kitab Bukhari masuk dalam kategori sahih. Terdapat beberapa hadis palsu dan lemah (dhaif). Hadis palsu yang terdapat dalam kitab Bukhari setelah diteliti ada yang tidak sesuai dengan fakta sejarah. Misalnya, tentang Isra Mi’raj terjadinya sebelum Muhammad saw menjadi Nabi. Padahal, fakta sejarah menyebutkan setelah diangkat menjadi Nabi. Bahkan, menurut Al-Daruquthni terdapat sekitar 110 hadis palsu di dalam kitab Bukhari dari sejumlah 6.000-an hadis. 

Jumat, 01 April 2022

Masalah yang Perlu diikaji dalam Sejarah Islam

Izinkanlah untuk sedikit berbagi. Berkaitan dengan sejarah Islam, khususnya sejarah Rasulullah saw. Yang pertama berkaitan dengan riwayat-riwayat dari Khadijah dan Ahlulbait. Dalam sejarah diketahui selama 25 tahun Rasulullah saw hidup bersama Khadijah mengarungi bahtera rumah tangga. 

Kehidupan Nabi bersama Khadijah seharusnya banyak meninggalkan informasi tentang rumah tangga, cara mendidik anak, dan urusan keluarga. Begitu juga riwayat kehidupan Rasulullah saw bersama Ahlulbait (Sayidah Fathimah, Ali bin Abi Thalib, dan cucu Rasulullah saw: Imam Hasan, Imam Husain, dan Sayidah Zainab) seharusnya menjadi hadis atau sumber-sumber yang berkaitan dengan Rasulullah saw. Anehnya, dalam buku-buku agama khususnya hadis sangat jarang kita temukan hadis atau riwayat dari Ahlulbait?

Jumat, 03 Desember 2021

(Sekadar) Resensi buku Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis

Akhirnya saya menulis lagi dan tetap tidak serius. Maklum hanya pembaca dan sekadar berbagi saja. Masih tentang buku yang dibaca. Kali ini buku yang dibaca berjudul Menguji Kembali Keakuratan Metode Kritik Hadis. Mari kita mulai.

Kamis, 24 September 2020

Al-Husain jeung Palagan Karbala dina Hadis Bukhari

 

image

Bulan Muharram taun anu tos kalangkung, dina forum diskusi online aya sawala ngeunaan Islam mazhab Syiah. Aya anggota anu henteu panuju kana mazhab Syiah. Anjeuna mosting sababaraha bagean seratan ngeunaan sasarna Syiah. Diantawis na nyebat Syiah teh ajaran anu dijieun urang Yahudi anu namina Abdullah bin Saba. 

Saatos dipaluruh, carita ngeunaan Abdullah bin Saba ieu sumberna ti Saif bin Umar. Anehna ngan manehna hungkul nyebat Syiah ti Abdullah bin Saba. Ulama (Syiah atanapi Sunni) anu geus kawentar dina hadis sareng tafsir nyebatkeun Saif bin Umar tukang ngawadul. Anu janten patarosan, naha ari jalma anu anti ka Syiah tetep bae nyutat? Jigana teu maca kitab, kitu?

Senin, 15 Juni 2020

Resensi buku Periwayat Syiah dalam Kitab Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim

Saya mengucapkan terima kasih kepada Dr Alwi bin Husin yang memberikan pencerahan melalui disertasinya berjudul Periwayat Syiah dalam Kitab Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim. Karya ilmiah akademik ini sudah diterbitkan menjadi buku (1) Ringkasan Kitab berjumlah 72 halaman dan (2) karya utuh buku dengan tebal 748 halaman. Diterbitkan Ufuk Press, Jakarta, tahun 2019. 

Alhamdulillah, saya sudah ikut dalam diseminasi buku ini di Muthahhari Bandung tahun 2020, sebelum masa pembatasan sosial berskala besar. Kesan saya saat lihat buku ini dan menyimak pembicaraan narasumber bahwa Bukhari dan Muslim itu seorang muhadis non sektarian, sehingga periwayat Syiah pun diakui dan diambil hadisnya. 

Rabu, 03 Juni 2020

Resensi buku Diskursus Ahl Al-Bayt Nabi Saw dalam Hadis


Saya kembali menuntaskan baca buku pada masa pandemi Covid19. Judul bukunya "Diskursus Ahl Al-Bayt Nabi Saw dalam Hadis" karya Alwi Husein. Buku ini merupakan thesis S2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Terbit 2015 oleh Penerbit Zahra Jakarta. Tebalnya 458 halaman.

Buku ini seingat saya pernah dikupas oleh Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) bersama penulisnya tahun 2017 di Bandung. Kala itu saya belum beli bukunya. Saya nyimak saja. Kesan saya, buku tersebut dapat dikatakan kajian komprehensif dari buku-buku yang pernah saya baca terkait tema Ahlulbait.

Minggu, 01 Maret 2020

Resensi buku Islam: Sejarah Pemikiran dan Peradaban

Simkuring nembe beres maca buku anu diserat ku Fazlur Rahman. Doktor widang filsafat Islam lulus taun 1949 ti Universitas Oxford, Inggris. Disertasi na perkawis filsafat Ibnu Sina. Rahman urang India anu janten dosen di Universitas McGill University, Montreal, Canada. 

Anjeuna di nagari Canada janten professor ahli kaislaman. Seueur pisan karangan anu atos janten buku. Diantawis na: "Islam", anu medal taun 1979. Buku ieu kantos ditarjamahkan kana bahasa Indonesia anu diterbitkeun Pustaka ITB. 

Kapungkur simkuring kantos maos eta buku. Hilap deui taunna. Ngan kiwari eta tarjamah buku Fazlur Rahman teh medal deui ku penerbit Mizan, Februari 2017. Jejer bukuna Islam: Sejarah Pemikiran dan Peradaban.

Rabu, 16 Oktober 2019

Tarikh Kangjeng Nabi: Pupusna Rasulullah Saw

Ieu sajarah ngeunaan pupusna Kangjeng Nabi Muhammad saw. Dina buku-buku Sirah Nabawiyah langki dipedar. Dicarioskeun Kangjeng Nabi pupus alatan geuring parna. Sabab musababna dibaruang ku awewe Yahudi. Sohabat Nabi anu ngiring tuang oge kacarioskeun maot. Kangjeng Nabi anu karek sagegel langsung miceun eta daging kusabab kadangu sora anu nyarios yen ieu daging tos dibaluran make racun. Daging anu katuang ku Nabi teras lebet na bandanna sareng racunna nyaliara dina sakujur awak.

Senin, 08 Agustus 2016

Dalam Hadis: Ada Tiga Kaum Syiah

Saya menemukan hadis dari jalur Ahlulbait; keluarga Nabi Muhammad saw. Hadisnya berasal dari Imam Muhammad al-Baqir as berkata:

“Syiah kami terdiri dari tiga macam: mereka yang mencari makan kepada manusia dengan mengatasnamakan kami, mereka yang seperti kaca yang memperlihatkan apa saja, dan mereka yang seperti emas murni yang setiap kali dimasukkan ke dalam api ia bertambah baik” [Bihar al-Anwar, juz 78 hadis no. 24].

Saya tidak paham dengan hadis tersebut. Saya bingung tidak bisa menjelaskannya. Sebab saya tidak paham dengan kaidah tafsir dan kaidah syarh. Apalagi saya termasuk baru belajar dalam studi Islam, terutama dalam studi hadis dan ilmu kalam.

Saya teringat dengan kajian hadis di kampus UIN SGD Bandung. Seseorang yang ingin mengetahui makna dari hadis perlu mencari asbabul wurud hadis. Kemudian mencari padanan hadis yang memiliki kesamaan dalam riwayat yang lain. Kemudian dicek dari sanad dan rawi, apakah benar-benar tsiqah? Yang terpenting, dalam ulumul hadis, bahwa hadis secara matan tidak bertentangan dengan ayat Al-Quran dan dipahami secara nalar (akal sehat). Itu kaidah yang saya pelajari. Tentu saja jika itu dilakukan maka akan berbulan-bulan hasil dari kajian hadis tersebut bisa didapatkan. Namun, karena diminta secara cepat maka saya jelaskan sekenanya (maklum saya awam bin bodoh).

Syarh
Bagian yang pertama pada hadis di atas: Maknanya saya kira berkaitan dengan perilaku yang kurang baik. Jika mengamati saat Imam Baqir hidup yang berada dalam suasana kekacauan politik Dinasti Umayyah yang berakhir direbut keluarga Abbas yang beralih kuasa menjadi Dinasti Abbasiyah maka bisa dipastikan ada orang-orang yang cari kesempatan dan memanfaatkan situasi dengan membawa nama Rasulullah saw dan Ahlulbait untuk legitimasi. Memang tidak dipungkiri kesakralan Rasulullah saw dan Ahlulbait masih amat dimuliakan oleh umat Islam. Maka untuk diakui oleh umat Islam, penguasa kadang memerlukan legitimasi dari Ahlulbait selaku keturunan suci dari Rasulullah saw. Agama menjadi landasan untuk menampilkan citra baik di kalangan masyarakat. Dalam Al-Quran pun disebutkan ada larangan untuk menjual ayat-ayat Al-Quran dengan harga murah, dengan seenaknya, atau digunakan kepentingan pribadi dan golongan.

Bagian kedua: Paling kita hanya mengira-ngira.  Yang kaca: mungkin menampilkan apa adanya. Baik yang buruk atau yang baik. Kalau kita becermin terlihat semuanya. Baik yang asli atau yang palsu. Cermin tidak bohong atau direkayasa. Kecuali kalau diberi cat warna sehingga tidak jernih. Cermin yang jernih dan bersih akan menampilkan apa adanya yang ada pada diri kita: baik atau buruk, akan terlihat dan tampak. Di depan cermin biasanya kita sendiri menilai diri sendiri. Bisa juga dipahami bahwa yang kita lakukan dan ucapakan ibarat ceret atau teko. Yang keluar dari lisan dan ditampilkan dalam perilaku adalah cerminan dari apa-apa yang dibaca atau diakses. Kalau teko diisi dengan air kopi, yang keluar saat dikucurkan tentu air kopi. Begitu pun yang ada pada pikiran dan dikeluarkan dalam bentuk ucapan atau tulisan. Tidak jauh dari yang kita akses atau baca dan dengar. Karena itu, perlu menyaring informasi dan memilih bacaan yang baik atau memilah informasi yang baik untuk kita dengar. Tentu yang positif layak didahulukan. 

Sekarang yang ketiga: Untuk yang emas: mungkin yang dimaksud adalah Muslim Sejati. Dia tangguh dalam musibah, tinggi dalam akhlak, dan terkenal karena kecerdesan atau kecemerlangan nalar (ilmu). Mungkin ini yang dimaksud sosok manusia Syiah yang sejati (yang diakui oleh Aimmah Ahlulbait). Wallahu'alam.

Entahlah saya tidak berani syarh lebih jauh atas kalimat hadis Al-Baqir tersebut. Itu yang diuraikan di atas hanya kira-kira saja. Silakan langsung cek syarh kitab Biharul Anwar. Jika ada kitabnya. Saya belum temukan. Mohon maaf itu hanya perkiraan saya semata. Semoga ada yang mampu menjelaskan lebih jauh sesuai dengan kaidah syarh hadis. Diantos…. 

[ahmad sahidin]

Rabu, 06 Mei 2015

Hanya Karena Menulis Buku, Saya Dituding Syiah

Suatu hari ada yang kirim email berisi hujatan kepada mazhab Syiah dan menganggap saya seorang Syiah yang taqiah. Ini terkait buku yang saya tulis yang berjudul Aliran-Aliran dalam Islam (Penerbit Salamadani) dan saya hanya memberikan jawaban seadanya.

Saya katakan bahwa saya kagum kepada Iran yang berani menentang Amerika dan Israel ketimbang negeri-negeri Arab yang malah membantu/mendukung Israel atau  Amerika dengan membiarkan warga Muslim Palestina dan Lebanon dikejar-kejar dan diusir dari negerinya. Atau yang kini malah ikut serang Yaman bersama Israel dan Amerika. Padahal kita tahu Arab Saudi negeri orang-orang Islam. Mengapa serang Yaman? Tentu bukan soal mazhab, tetapi masalah politik dan ekonomi.

Rabu, 17 Desember 2014

Nyiar Elmu Kawilang Penting

Dina hadis-hadis jentre nyiar elmu kawilang penting. Islam merhatoskeun pisan. Ti mimiti gubrak lahir ka alam dunya dugi rek diasupkeun kana liang kubur. Urang Islam kawilang wajib dina nyiar elmu. 

Ngan orokaya sanajan dipepende ku ayat Quran atanapi hadis Kangjeng Nabi Muhammad saw oge mun urang teu kuat dina waragad mah sok janten merod. Memang aya dua model na diajar: formal jeung non formal. Ngan duanana oge butuh pangorbanan dina waktu sareng waragad keur ngadukung dina kalancaran ngalap elmu.

Kamis, 25 September 2014

Hadis-hadis dari Sayidah Fathimah Nyaris Hilang

image
Dalam sejarah Islam, putri Nabi Muhammad saw yang bernama Sayidah Fathimah Az-Zahra lahir pada 20 Jumadi sani tahun lima kenabian. Dalam buku The Venture of Islam jilid 1 karya Marshal G.S. Hodgson disebutkan tahun pertama kenabian atau masa bi’tsah Rasulullah saw terjadi pada 610 Masehi.
Berdasarkan buku tersebut maka Sayidah Fathimah binti Rasulullah saw lahir pada 615 Masehi. Tentu ulama ulama dan ahli sejarah sepakat bahwa Khadijah binti Khuwailid adalah ibunda Sayidah Fathimah. 
Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah saw dan yang melahirkan keturunan Rasulullah saw. Dari istri Nabi yang lain, tidak ada keturunan.