Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan pada bagian Pihatur Nu Nyalin dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusumah, yaitu
Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu: Mengikuti hawa nafsu
tanpa kendali akan menjerumuskan seseorang pada kebodohan. Belajar dan berupaya
mengubah diri adalah kunci untuk keluar dari kondisi tersebut.
Nabi Muhammad sebagai Uswatun Hasanah: Nabi Muhammad
SAW bukan sekadar utusan, tetapi sosok sempurna yang patut diteladani dalam
segala aspek kehidupan, mulai dari cara beribadah, berkeluarga, hingga
berinteraksi sosial.
Pentingnya Memilih Penuntun yang Tepat: Dalam mencari
ilmu dan guru, umat Islam diingatkan untuk berhati-hati agar tidak tersesat.
Ajaran Islam menyediakan panduan yang jelas melalui perilaku dan ucapan Nabi.
Relevansi Lintas Zaman: Riwayat Nabi Muhammad SAW
mencakup kebutuhan hidup manusia secara luas—baik ilmu alam, tata krama, hingga
kerohanian. Contoh hidup beliau bersifat surup kana usumna atau relevan di
segala zaman.
Penerapan dalam Kehidupan: Umat Islam dianjurkan
untuk lebih mengenal riwayat Nabi dibandingkan hal-hal duniawi lainnya agar
dapat meneladani usik-malikna (gerak-geriknya) dalam keseharian. *** (ahmad sahidin)
