Kali ini kita membahas sejarah penulisan literatur sejarah Nabi Muhammad SAW, dengan fokus utama pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan pada bagian awal buku Sirah Ibnu Ishaq, yaitu
Mengenal Sirah Ibnu Ishaq
- Penulisnya adalah Ibnu Ishaq (wafat
150 H), seorang tokoh dari Madinah yang hidup pada masa
transisi kekuasaan Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah.
- Kitab ini dianggap sebagai salah satu karya sejarah
Nabi tertua yang mencakup narasi kehidupan Rasulullah dari masa
pra-kelahiran hingga masa hijrah dan peperangan.
Perkembangan
dari Maghazi ke Sirah
- Sebelum adanya Sirah, literatur awal
Islam fokus pada Maghazi, yaitu catatan mengenai ekspedisi
atau peperangan Rasulullah SAW. Banyak penulis awal seperti Urwah
bin Zubair, Wahab bin Munabih, dan Ibnu Shihab
Az-Zuhri yang mengumpulkan catatan ini atas permintaan penguasa
saat itu.
- Sirah Ibnu Ishaq menjadi penting karena
berhasil mengembangkan narasi Maghazi yang bersifat
parsial menjadi catatan biografi Nabi yang lebih komprehensif.
Penyuntingan
oleh Ibnu Hisyam
- Naskah asli Ibnu Ishaq sampai kepada
kita melalui muridnya, Al-Bakai, yang kemudian disalin dan
disunting oleh Ibnu Hisyam. Dalam proses ini, terdapat
pemangkasan atau penghilangan bagian tertentu (seperti beberapa syair atau
komentar) yang menghasilkan kitab yang dikenal sebagai Sirah Ibnu
Hisyam.
Kontroversi
dan Apresiasi
- Ibnu Ishaq sempat menghadapi kritik dari tokoh sezamannya, seperti Malik bin Anas, karena pandangan teologisnya dan sanad hadisnya. Namun, terlepas dari kritik tersebut, kitabnya tetap diakui sebagai rujukan sejarah yang sangat utuh dan berharga oleh banyak ulama besar seperti Bukhari dan Muslim.
VIDEO ulasan buku dapat disimak pada (klik) SIRAH Nabawiyyah