Sabtu, 25 April 2026

REVIEW BUKU SIRAH IBNU SIHAQ (1): Bagian Awal/Mukadimah

Kali ini kita membahas sejarah penulisan literatur sejarah Nabi Muhammad SAW, dengan fokus utama pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah poin-poin penting yang disampaikan pada bagian awal buku Sirah Ibnu Ishaq, yaitu

Mengenal Sirah Ibnu Ishaq

  • Penulisnya adalah Ibnu Ishaq (wafat 150 H), seorang tokoh dari Madinah yang hidup pada masa transisi kekuasaan Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah.
  • Kitab ini dianggap sebagai salah satu karya sejarah Nabi tertua yang mencakup narasi kehidupan Rasulullah dari masa pra-kelahiran hingga masa hijrah dan peperangan.

Perkembangan dari Maghazi ke Sirah

  • Sebelum adanya Sirah, literatur awal Islam fokus pada Maghazi, yaitu catatan mengenai ekspedisi atau peperangan Rasulullah SAW. Banyak penulis awal seperti Urwah bin ZubairWahab bin Munabih, dan Ibnu Shihab Az-Zuhri yang mengumpulkan catatan ini atas permintaan penguasa saat itu.
  • Sirah Ibnu Ishaq menjadi penting karena berhasil mengembangkan narasi Maghazi yang bersifat parsial menjadi catatan biografi Nabi yang lebih komprehensif.

Penyuntingan oleh Ibnu Hisyam

  • Naskah asli Ibnu Ishaq sampai kepada kita melalui muridnya, Al-Bakai, yang kemudian disalin dan disunting oleh Ibnu Hisyam. Dalam proses ini, terdapat pemangkasan atau penghilangan bagian tertentu (seperti beberapa syair atau komentar) yang menghasilkan kitab yang dikenal sebagai Sirah Ibnu Hisyam.

Kontroversi dan Apresiasi

  • Ibnu Ishaq sempat menghadapi kritik dari tokoh sezamannya, seperti Malik bin Anas, karena pandangan teologisnya dan sanad hadisnya. Namun, terlepas dari kritik tersebut, kitabnya tetap diakui sebagai rujukan sejarah yang sangat utuh dan berharga oleh banyak ulama besar seperti Bukhari dan Muslim.
VIDEO ulasan buku dapat disimak pada (klik) SIRAH Nabawiyyah