ULASAN kali ini membahas pentingnya mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW dengan merujuk pada buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya Raden Adipati Wiranata Kusumah yang diterbitkan pada tahun 1941.
Poin-poin utama dalam buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW, bagian Pihatur Nu Nyalin, terkait dengan historiografi, yaitu
Pentingnya Mempelajari Sejarah Nabi: Mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW merupakan bagian integral dari keimanan, sebagaimana tercantum dalam rukun Islam (syahadat). Sejarah beliau berfungsi sebagai uswah hasanah atau teladan hidup yang sempurna bagi umat manusia.
Sumber Penulisan Buku: Penulis buku ini mengandalkan sumber-sumber otoritatif dalam tradisi sejarah Islam, seperti kitab-kitab karya Ibnu Saad dan Ibnu Hisyam, yang juga diakses oleh penulis melalui literatur berbahasa Belanda.
Makna Syahadat dan Peran Manusia: Pembacaan bagian pengantar (pihatur nu nyalin) menekankan bahwa syahadat adalah pengakuan akan eksistensi Allah dan pengutusan Nabi Muhammad SAW. Allah menciptakan manusia, khususnya para nabi dan rasul, sebagai khalifah (wakil) untuk mengelola dunia dengan penuh kasih sayang dan aturan yang benar.
Meneladani Nabi: Setiap Muslim diwajibkan untuk menelusuri jejak langkah (mapai raratan) Rasulullah sebagai bentuk penguatan keimanan. Hal ini dilakukan agar perilaku Nabi menjadi patokan (tangtungan) dalam kehidupan sehari-hari
Pengendalian Hawa Nafsu : Dengan mempelajari sejarah kehidupan Nabi, seseorang dapat mengendalikan hawa nafsunya dan mengarahkannya pada kebaikan, sehingga jiwa manusia menjadi lebih arif dan mulia. *** (ahmad sahidin)
Simak VIDEO BOOK READING AND REVIEW Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya Wiranata Kusumah V.
