Senin, 21 September 2026

Keadilan dan Ketegasan

Merajut kepingan persepsi cukup rumit. Apalagi jika terus berubah. Manusia memang tak mudah ditebak. Alur hidupnya kadang lurus, kadang berbelok. Depan dan belakang bisa sama, bisa pula berbeda.

Minggu, 20 September 2026

(Buku) CERITERA DIPATI UKUR: KARYA SASTRA SEJARAH SUNDA

DI Tatar Sunda terdapat tokoh-tokoh yang terkenal. Saking hebatnya ada yang sampai disakralkan. Di antara tokoh yang kerap hidup dalam memori kolektif masyarakat Sunda adalah Bagenda Ali (bin Abi Thalib), Abdul Qadir Jaelani, Prabu Siliwangi, dan Dipati Ukur. 

Dua nama yang pertama dikenal pada kalangan masyarakat Islam Sunda. Sedangkan dua nama yang terakhir populer pada kalangan masyarakat Sunda yang memliki orientasi kebudayaan dan merindukan kejayaan Sunda.

Minggu, 13 September 2026

(cerpen) Kaki Bukit Sangiang

Kota itu tidak pernah benar-benar sunyi. Siang dan malam dipenuhi langkah manusia yang mengejar sesuatu yang selalu bergerak lebih cepat daripada dirinya sendiri. Gedung-gedung menjulang tinggi, pasar tak pernah kehilangan pembeli, dan perpustakaan terus melahirkan pengetahuan baru. Namun di balik segala kemajuan itu, aku sering menjumpai wajah-wajah yang letih, seolah mereka mengetahui banyak hal, tetapi kehilangan arah untuk pulang.

Sabtu, 05 September 2026

(cerpen) Jagalah Dirimu!

Perpustakaan hampir kosong. Sinar sore menyelinap di antara rak-rak buku. Aku berdiri di depan rak tasawuf. Aku lihat buku Al-Ghazali, Ibnu 'Arabi, Rumi dan Suhrawardi.

"Jagalah dirimu!" Suara itu kembali menyapa.

"Hanya itu?" tanyaku. Ia menjawab: "Bukankah cukup untuk memulai?"

Aku mengambil Ihya' 'Ulum al-Din. Aku bicara kepadanya setengah berbisik: "Buku ini memberiku banyak jawaban."