Sabtu, 28 Maret 2026

Historiografi Islam: Ibnu Syihab Az-Zuhri dan Ibnu Ishaq

Artikel ini mengkaji peran Ibnu Syihab az-Zuhri dan Ibnu Ishaq dalam perkembangan awal historiografi Islam. Dengan menggunakan pendekatan historiografi modern, tulisan ini menempatkan az-Zuhri sebagai figur transisional dalam kodifikasi tradisi hadis dan maghazi, sementara Ibnu Ishaq diposisikan sebagai penyusun narasi sejarah (sirah) pertama yang sistematis. Analisis menunjukkan bahwa hubungan keduanya bersifat evolusioner dalam transformasi dari tradisi lisan menuju penulisan sejarah Islam awal.

Jumat, 20 Maret 2026

Ulasan buku Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW karya Ja'far Subhani

Buku Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW karya Ja'far Subhani merupakan salah satu karya kontemporer yang sangat penting dalam literatur sirah nabawiyyah. 

Berikut ini review buku berupa analisis historiografi, keunggulan, serta perbandingannya dengan karya klasik dan modern, naratif dan peristiwa historis, dan kedalaman materi:

Kamis, 19 Maret 2026

Kisah Pernikahan Zaid dan Zainab: Antara Realitas Sosial dan Hikmah Ilahi

Pada masa awal Islam, masyarakat Arab masih sangat kuat memegang tradisi kelas sosial. Kaum bangsawan Quraisy merasa lebih tinggi dibandingkan budak atau mantan budak. Dalam konteks inilah Nabi Muhammad ﷺ melakukan sebuah langkah yang sangat berani.

Beliau menikahkan sepupunya sendiri, Zainab binti Jahsy—seorang wanita dari kalangan terhormat Quraisy—dengan Zaid bin Haritsah, seorang mantan budak yang telah dimerdekakan dan sangat dicintai Nabi. Bahkan, Zaid pernah diangkat sebagai anak angkat beliau sebelum Islam menghapus sistem tersebut.

Selasa, 17 Februari 2026

Bertemu di Gunung Uhud

PANGKOER

Ladjĕng milih hidji djalma, noe biasa ěnggeus mindĕng balawiri, noe tabah ka Goenoeng Oehoed, sangkan djalma oelah njasab, rĕrĕntjĕpan bisi katangen koe moesoeh, Goenoeng Oehoed teh pĕrnahna, nĕnggang di Sagara keusik.

Padataran oeploek-aplak, makplak rata pinoeh koe batoe djeunng keusik, teu aja tĕmpat keur njoempoet, moen lain djalma noe apal, gampang pisan koe moesoeh bisa kabitoer, kabĕnĕran aja djalma, tabah di Sagara keusik.

Ngaran Aboe Chaithama, anoe sanggoep noedoehkeun djalma noe rikip, moal katangen koe moesoeh, njorang djalma torobosan, kĕbon korma matak boeni noe keur ladjoe, Banoe Harith noe gadoehna, wasta Mirba noe ngamilikna.