Minggu, 12 Juli 2026

(Cerpen) Membunuh Bayangan

Ini bukan di nagari antah barantah. Bukan pula nagari keadilan dan kebenaran. Ini negeri yang bukan sesungguhnya. Negeri yang masih dipenuhi rakyat cinta ilmu dan memiliki impian yang besar untuk mengembangkan peradaban manusia yang paripurna. 

Di sini mulai ceritanya. Di balairung kerajaan yang dipenuhi cahaya obor. Malam yang kian dingin. Para bangsawan berbisik, wajah mereka penuh intrik. Sang Raja duduk di singgasana, matanya tajam menembus kerumunan. Di hadapan beliau, seorang penasihat muda berdiri dengan wajah muram.

Sabtu, 11 Juli 2026

Selalu Ada Pilihan

Malam kembali menyapa. Hanya diam. Pikiran terfokus. Kembali gumam dalam benak. Entah pikiran atau hati. Tak perlu diperdebatkan. Yang jelas ada gumam dalam diri. Ruhaniyah bukan jasadiyah. Tak jelas yang berkecamuk. Antara memikirkan hidup beserta lika likunya dan merencanakan beralih profesi. Apa ya kira-kira? 

Rabu, 08 Juli 2026

(Cerpen) Jagad Rasa

     1

NAMAKU Jagad Rasa. Aku dikenal sebagai orang luar biasa dan kaya. Kekayaanku berasal dari keluargaku, warisan turun-temurun dari nenek moyangku. Tak habis-habis hingga masa generasiku. Aku sendiri tak tahu, entah generasi ke berapa. Tapi itu tak menjadi masalah buatku. Itu sebabnya aku tak mempersoalkannya. Yang menjadi persoalanku adalah kabar-kabar yang sering kuterima dari orang-orang sekitarku bahwa aku orang yang bisa lintas batas.  Di dunia basah aku tak kedinginan. Di dunia panas aku tak terbakar. Di dunia sunyi aku tak kesepian. Di dunia ramai aku tak terganggu. Karena itulah aku dijuluki wujud tanpa batas.

Julukan itu melekat padaku bermula dari kedatangan Sang Ajal yang hendak mengambil nyawaku. Suatu hari ia menemuiku untuk mencabut nyawaku. Karena aku orang yang percaya bahwa segala suatunya telah ditentukan, maka kurelakan ia mengambil nyawaku. Meski itu satu-satunya yang kumiliki dan tak ada cadangan. Kalau ada, mungkin semua orang bisa mengulangi kejadian atau aktivitasnya menjadi lebih baik dan sempurna. Sayang, tak ada yang bisa membuatnya selain pemiliknya.

Minggu, 05 Juli 2026

Peristiwa Karbala dalam Filsafat Iluminasi Suhrawardi al-Maqtul

Pendahuluan

Di antara karya-karya simbolik Syihabuddin Yahya ibn Habasy ibn Amirak al-Suhrawardi (549–587 H/1154–1191 M), filsuf besar Persia yang dikenal sebagai Syaikh al-Isyrāq (Master of Illumination) atau al-Maqtul (Sang Syahid), terdapat sebuah risalah yang sangat indah berjudul Risālah fī Ḥaqīqat al-'Isyq atau Mu'nis al-'Ushshāq (Sahabat Para Pecinta). 

Dalam risalah tersebut, Suhrawardi mengembangkan suatu metafisika cinta yang berakar pada filsafat cahaya (ḥikmat al-isyrāq), yakni pandangan bahwa seluruh realitas merupakan gradasi cahaya yang bersumber dari Cahaya segala Cahaya (Nūr al-Anwār).