Kedatangan Nabi Muhammad saw di Madinah disambut gembira. Kaum Muslim Madinah menyambutnya dengan nyanyian yang berisi sanjungan yang memuliakan Nabi. Mereka sangat ingin rumahnya ditempati Sang Nabi sehingga mereka saling menawarkannya.
Dengan kecemerlangan pikirannya, Nabi membiarkan untanya yang menentukan di mana atau rumah siapa yang harus ditempatinya. Mereka bersama-sama mengikuti gerak langkah unta dengan penuh harap cemas. Unta yang dikendarai Nabi kemudian berhenti tepat di depan rumah orang miskin yang meghadap tanah kosong yang biasa dipakai mengiringkan kurma.
