Kamis, 16 Juli 2026

Tasawuf (masih) Relevan di Zaman Sekarang

 Mengapa tasawuf tetap relevan di zaman sekarang? 

Karena krisis terbesar manusia modern sering kali bukan krisis ekonomi atau krisis teknologi, melainkan krisis makna. Banyak orang memiliki pekerjaan, tetapi kehilangan tujuan. Banyak orang memiliki teman di media sosial, tetapi merasa kesepian. Banyak orang memiliki berbagai fasilitas hidup, tetapi tidak menemukan ketenangan.

Rabu, 15 Juli 2026

Aku dan Kamu, Bukan Mencari Pelipur Lara

Malam semakin larut. Rintik hujan di luar jendela kaca kafe kini berganti menjadi sunyi yang pekat. Kamu tidak lagi memandang ke jalanan. Pandanganmu tertuju lurus pada meja kayu di hadapan kita, seolah-olah sedang menatap jurang yang tak terlihat.

Kamu menggeser cangkir kopimu yang sudah dingin.

Selasa, 14 Juli 2026

Tasawuf (yang) Sejati

Pernahkah kita merasa lelah di tengah kesibukan hidup? Semua kebutuhan tampak terpenuhi, pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya, teknologi semakin canggih, tetapi hati tetap terasa kosong. Kita tahu apa yang harus dilakukan setiap hari, tetapi kadang lupa untuk apa semua itu dijalani. 

Minggu, 12 Juli 2026

(Cerpen) Membunuh Bayangan

Ini bukan di nagari antah barantah. Bukan pula nagari keadilan dan kebenaran. Ini negeri yang bukan sesungguhnya. Negeri yang masih dipenuhi rakyat cinta ilmu dan memiliki impian yang besar untuk mengembangkan peradaban manusia yang paripurna. 

Di sini mulai ceritanya. Di balairung kerajaan yang dipenuhi cahaya obor. Malam yang kian dingin. Para bangsawan berbisik, wajah mereka penuh intrik. Sang Raja duduk di singgasana, matanya tajam menembus kerumunan. Di hadapan beliau, seorang penasihat muda berdiri dengan wajah muram.