Kamis, 22 Oktober 2026

Dari buku Nu Tareuneung: Carita Pahlawan Islam, Belajar Keteladanan Tokoh Islam


Kali ini saya ingin mengulas buku berjudul Nu Tareuneung: Carita Pahlawan Islam karya Ki Umbara. Buku ini diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama dan telah beberapa kali dicetak sejak 1968.

Buku ini juga memperoleh pengesahan untuk digunakan di sekolah-sekolah di Jawa Barat. Hal tersebut menunjukkan bahwa karya ini memiliki nilai pendidikan, khususnya dalam memperkenalkan sejarah Islam kepada masyarakat Sunda.

Ki Umbara, yang memiliki nama asli Sandi Asmana Ha Wireja Ranu Sulaksana, merupakan sastrawan Sunda produktif yang menerima Hadiah Rancage pada 1991. Melalui buku ini, ia memperlihatkan bagaimana sastra Sunda dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman dan keteladanan tokoh-tokoh sejarah. 

Rabu, 21 Oktober 2026

(BOOK REVIEW) Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak

Saya sedang membaca buku Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak karya Dr. Jalaluddin Rakhmat (Almarhum Kang Jalal). 

Secara substansi, buku ini menarik karena memberikan pemahaman kepada saya bahwa belajar bukan sekadar memasukkan pengetahuan ke dalam otak. Belajar juga bukan hanya supaya kita menjadi cerdas, menjadi baik, atau mendapatkan petunjuk. Ada hal lain yang perlu kita perhatikan, yaitu bagaimana merawat otak sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia.

Selasa, 20 Oktober 2026

Kisah Pernikahan Abdullah dan Aminah: Menyambut Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kisah pernikahan Sayid Abdullah dan Siti Aminah merupakan bagian penting dalam riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan pembacaan buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusumah V. Kisah ini tidak hanya menceritakan pertemuan dan pernikahan kedua orang tua Nabi, tetapi juga menghadirkan berbagai tanda istimewa yang mengiringi kelahiran manusia yang kelak membawa risalah Islam.

Senin, 19 Oktober 2026

Menjadi Orang Baik Itu Pilihan

Menjadi orang baik itu pilihan, sekaligus proses yang tak pernah selesai. Setiap orang perlu mengarah padanya melalui pengetahuan, keteladanan, dan tindakan nyata. Jika belum sampai, selalu ada peluang untuk memperbaiki diri. Sebab, kebaikan bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang perlu dipahami, dipilih, dan dihidupi.