Kamis, 14 Mei 2026

Tarikh Nabi: KEMBALI BERPERANG


Misi Sang Nabi tidak selesai di Makkah. Nabi Muhammad saw menyiapkan pasukan untuk mendatangi kaum Hawazin dan Sakif yang telah lama menentang dakwah Islam. Pasukan dari Makkah yang berjumlah dua belas ribu orang diberangkatkan ke Hunain dan Thaif.

Setiba di Lembah Hunain, saat subuh dari sela-sela lembah pasukan musuh yang tergabung dari tiga kabilah (Banu Nasr, Hawazin, dan Sakif) menyerang pasukan Muslim. Serangan panah dari pasukan musuh yang dipimpin oleh Malik bin Auf ini membuat kocar kacir kaum Muslim.

Rabu, 13 Mei 2026

Tarikh Nabi: PEMBEBASAN MAKKAH

Sesuai dengan kesepakatan dalam Perjanjian Hudaibiyah, Maret 629 Masehi rombongan kaum Muslim yang berjumlah dua ribu orang melakukan ziarah ke Baitullah, Makkah. [1]

Selama tiga hari penuh Sang Nabi bersama kaum Muslim melaksanakan ibadah. Orang-orang Makkah menyaksikan dari lembah berbagai aktivitas yang dilakukan kaum Muslim. Sesuai dengan perjanjian, penduduk Makkah tidak diperbolehkan mengganggu aktivitas kaum Muslim. Pada kesempatan ziarah ini, Nabi Muhammad saw melangsungkan pernikahannya dengan Maemunah, janda saudara Abbas bin Abdul Muthalib.[2]

Selasa, 12 Mei 2026

Tarikh Nabi: HADIAH DARI SANG NABI

 

Nabi Muhammad saw adalah ayah yang mencintai putrinya, Sayidah Fathimah. Dalam hadis disebutkan orang yang menyakiti Sayidah Fathimah berarti menyakiti Nabi Muhammad saw dan kegembiraan Sayidah Fathimah berarti kegembiraan Nabi Muhammad saw.[1]

Senin, 11 Mei 2026

Tarikh Nabi: PERJANJIAN HUDAIBIYAH

Serpihan sejarah kehidupan Sang Nabi yang berkaitan dengan kemenangan besar dalam menyatukan Jazirah Arab adalah peristiwa perjanjian dengan masyarakat Makkah.

Pada 13 Maret 628 Masehi, Nabi Muhammad saw bersama jemaah Muslim dari Madinah yang berjumlah seribu enam ratus orang bermaksud melakukan ibadah ke Baitullah Makkah. Rombongan ziarah ini terhenti di Hudaibiyah (22 km ke arah barat laut Makkah) karena dihadang utusan Makkah. Utusan ini menyampaikan bahwa masyarakat Makkah tidak menerima kunjungan ziarah kaum Muslim pada tahun ini. Kalau tetap memaksa maka perang yang menjadi penyelesaiannya. Nabi Muhammad saw kemudian mengikuti keinginan mereka.