Rabu, 21 Oktober 2026

(BOOK REVIEW) Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak

Saya sedang membaca buku Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak karya Dr. Jalaluddin Rakhmat (Almarhum Kang Jalal). 

Secara substansi, buku ini menarik karena memberikan pemahaman kepada saya bahwa belajar bukan sekadar memasukkan pengetahuan ke dalam otak. Belajar juga bukan hanya supaya kita menjadi cerdas, menjadi baik, atau mendapatkan petunjuk. Ada hal lain yang perlu kita perhatikan, yaitu bagaimana merawat otak sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia.

Selasa, 20 Oktober 2026

Kisah Pernikahan Abdullah dan Aminah: Menyambut Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kisah pernikahan Sayid Abdullah dan Siti Aminah merupakan bagian penting dalam riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan pembacaan buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusumah V. Kisah ini tidak hanya menceritakan pertemuan dan pernikahan kedua orang tua Nabi, tetapi juga menghadirkan berbagai tanda istimewa yang mengiringi kelahiran manusia yang kelak membawa risalah Islam.

Senin, 19 Oktober 2026

Menjadi Orang Baik Itu Pilihan

Menjadi orang baik itu pilihan, sekaligus proses yang tak pernah selesai. Setiap orang perlu mengarah padanya melalui pengetahuan, keteladanan, dan tindakan nyata. Jika belum sampai, selalu ada peluang untuk memperbaiki diri. Sebab, kebaikan bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang perlu dipahami, dipilih, dan dihidupi.

Minggu, 18 Oktober 2026

Membaca buku Pengantar Filsafat Islam karya Murtadha Muthahhari

Buku Pengantar Filsafat Islam karya Murtadha Muthahhari sedang saya baca. Buku ini menarik, meskipun sejumlah pembahasannya cukup sulit dicerna. Terdiri atas tiga belas bab, buku ini mengajak pembaca memahami berbagai persoalan mendasar dalam filsafat Islam, mulai dari makna filsafat, istilah dan penggunaannya di kalangan para filsuf, metafisika, hingga pemisahan sains dari filsafat.

Dua pembahasan awal tersebut cukup pelik. Muthahhari mempertanyakan orisinalitas filsafat sekaligus menyoroti perubahan makna dan penggunaan istilah filsafat dari satu filsuf ke filsuf lainnya, sesuai dengan perkembangan pemikiran pada setiap zaman. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat bukanlah bidang pengetahuan yang statis, melainkan tradisi pemikiran yang terus berkembang.