Tampilkan postingan dengan label historiografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label historiografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2025

Metahistory dan Rekonstruksi Sejarah: Dialog Hayden White, Hegel, Ibn Khaldun, dan Foucault

Sejarah tidak pernah hadir sebagai masa lalu yang utuh dan transparan. Ia selalu sampai kepada kita melalui proses seleksi, penafsiran, dan penyusunan ulang. 

Dalam filsafat sejarah dan historiografi modern, kesadaran inilah yang menjadi fondasi pemikiran metahistory, terutama sebagaimana dikembangkan oleh Hayden White. 

Melalui pendekatan ini, sejarah dipahami bukan sekadar sebagai rekaman fakta, melainkan sebagai hasil rekonstruksi naratif yang sarat makna.

Kamis, 17 Agustus 2023

Mengenal Historiografi Nabi Muhammad Saw

NABI Muhammad saw merupakan teladan sepanjang masa. Jejak langkah dan aktivitasnya menjadi panutan yang tidak habis digali. Hampir dalam setiap aspek, kaum Muslim merujuk kepada Muhammad saw. Perilakunya menjadi sunah dan ucapannya menjadi hadits. Dari hadits dan sunah itu kemudian tersusun sebuah biografi yang ditulis dengan runut; dari lahir hingga wafat, dari buaian hingga remaja, dari menikah sampai beranak cucu, dari berdagang hingga memimpin negara, dan dari awal turun wahyu hingga berakhir wahyu. Semua dituangkan dalam sebuah kitab yang disebut Sirah Nabawiyah.  

Jumat, 28 Juli 2023

Studi Historiografi: Apa dan Bagaimana?

HISTORIOGRAFI dalam ilmu sejarah kerapkali dilekatkan dengan tahap akhir dari penelitian dan pengkajian sejarah. Hampir semua sejarawan (muarikh), baik Muslim atau orientalis (Barat) ketika melakukan penelitian sejarah akan memulainya dari ketertarikan intelektual dan emosional terhadap subjek sejarah yang akan dikaji. Gumpalan tanda tanya dalam benak dan hal-hal yang menarik atau tidak dimengerti muncul kemudian menggerakan seorang peneliti atau historian (muarikh, sejarawan) untuk mengkajinya. 

Minggu, 19 Maret 2023

Hagiografi: Sejarah atau Bukan?

SUATU hari saya chat WhatsApp dengan Dr Haidar Bagir, seorang pakar tasawuf dan filsafat sekaligus penulis buku-buku yang bertemakan spiritualitas. 

Dalam obrolan singkat, saya bertanya tentang hagiografi sufi. Haidar menjawab bahwa hagiografi sufi merupakan catatan yang memuat kisah atau riwayat yang berkaitan dengan syathahat dan kasyf dari seorang tokoh sufi atau ulama yang memiliki kelebihan dan kemuliaan dalam irfan nazhariah maupun amaliah. 

Jumat, 24 Februari 2023

Api Sejarah 2, Sebuah Koreksi Historiografi Indonesia

SEJARAH mengajarkan hidup agar semakin waras dan arif. Melalui sejarah pula sebuah bangsa membangun identitasnya. Konon, Bangsa Yahudi dapat merebut tanah Palestina dan Baitul Makdis menjadi Negara Israel karena telah ditanamkan pada generasi mudanya tentang kejayaan Yahudi terdahulu. Dengan pelajaran-pelajaran sejarah yang disampaikan kepada anak-anak kemudian tertanam dalam benak bahwa tanah yang dihuni penduduk Arab Palestina merupakan warisan para leluhur mereka yang harus diambil kembali. Dari doktrin sejarah itulah yang kemudian menggerakan orang-orang Yahudi yang terpencar di berbagai negara Eropa untuk datang dan menguasai secara paksa negeri para Nabi tersebut. 

Kamis, 23 Februari 2023

Ahmad Mansur Suryanegara, Menggugat Historiografi Indonesia

AHMAD Mansur Suryanegara menerbitkan buku baru berjudul “Api Sejarah: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI” diterbitkan salamadani publishing.  Beliau adalah dosen luar biasa di jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaiora UIN Bandung dan UNPAD Bandung. 

Beliau dengan buku API SEJARAH mencoba kembali membuka persoalan sejarah yang ditutup oleh rezim Orde Baru. Buku ini isinya membongkar sejarah yang disembunyikan, khususnya kezaliman kaum nasionalis dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan membongkar perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda. 

Kamis, 08 Desember 2022

Api Sejarah: Sebuah Gugatan Historiografi Nasional

AHMAD Mansur Suryanegara menerbitkan buku baru berjudul Api Sejarah: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI. Dosen luar biasa di jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaiora UIN Bandung dan UNPAD ini kembali membuka persoalan sejarah yang ditutup oleh rezim Orde Baru. Buku ini isinya membongkar sejarah yang disembunyikan, khususnya kezaliman kaum nasionalis dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan membongkar perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda. 

Sabtu, 03 Desember 2022

Membaca Sejarah dengan Perspektif Mansuriyah

SAYA mengenal sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara (AMS) saat mengikuti kuliah pengantar ilmu sejarah di jurusan sejarah peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Kemudian juga beberapa kali bertemu dalam forum diskusi, khususnya pada bedah buku “Api Sejarah” jilid satu dan jilid dua yang kini termasuk buku bestseller. 

Dari uraian-uraian AMS, khususnya dalam proses kreatif (historiografi) yang kemudian dituangkan pada buku ini, bahwa meluruskan sejarah itu rumit. Mengapa demikian? Karena sejarah seringkali ditulis untuk kepentingan politik sekaligus menunjang ideologi tertentu. 

Selasa, 21 Juni 2022

Resensi buku Historiografi Haji Indonesia

Buku Historiografi Haji Indonesia merupakan disertasi (S3 bidang sejarah) tahun 1984. Diterbitkan LKiS di Yogyakarta, tahun 2007. Penulisnya M. Shaleh Putuhena. Penulisnya disebutkan melakukan riset sejarah sampai bongkar naskah dan dokumen kolonial Belanda di Negeri Kincir Angin, Belanda. 

Senin, 28 Februari 2022

Menziarahi Pusara Ulama

Dr KH Jalaluddin Rakhmat, yang biasa disapa Kang Jalal, adalah sosok cendekiawan yang ramah dan murah senyum. Ia selalu menyapa orang dengan kalimat yang menyejukan. Kalau ada orang yang saat bersalaman coba mencium, segera menariknya.

Pernah saat selesai acara seminar, tangannya dicium seorang mahasiswa. Dengan cepat ia mencium kembali tangan mahasiswa tersebut. Sesuatu yang tidak biasa, tetapi memang itulah faktanya. Alih-alih ingin diperlakukan istimewa atau terhormat, lelaki kelahiran Bandung, 29 Agustus 1948 ini yang dikenal sebagai ilmuwan komunikasi dan peminat psikologi ini justru tidak demikian.

Rabu, 20 Oktober 2021

Historiografi Sirah Nabawiyah di Indonesia (tesis)

Kajian historiografi Sirah Nabawiyah di Indonesia belum banyak ditulis. Dari riset singkat ditemukan 72 judul buku Sirah Nabawiyah berupa terjemahan dan karya penulis Indonesia. Yang ditulis oleh orang Indonesia berjumlah 12 judul dan 3 judul di antaranya diteliti secara perbandingan dalam tesis ini. 

Rabu, 25 November 2020

Resensi buku After the Prophet: Historiografi Naratif

Saya membaca buku After The Prophet karya Lesley Hazleton. Dahulu saya baca edisi English, tetapi tidak selesai. Bukunya saya dapat dari seorang Guru yang juga putra dari 'Allamah. Buku tersebut saya baca secara scanning karena kepentingan membuat makalah saat kuliah di Pascasarjana UIN SGD Bandung dari progran studi sejarah dan kebudayaan Islam. Saat itu pertengahan tahun 2015. 

Kemudin tahun 2019, di bulan suci Ramadhan sekira satu pekan sebelum Idul Fitri, saya menemukan terjemahannya dengan judul sama. Diterbitkan Ircisod Yogyakarta tahun 2018. Tebalnya 422 halaman. Lebih tebal dari buku edisi berbahasa Inggris. Saya beli buku terjemahnya dengan harga sekira delapan puluh ribu rupiah. Dibaca sampai tuntas. Buku tersebut termasuk telat saya baca karena banyak gangguan aktivitas. Biasanya kurang dari tiga hari sudah tuntas baca buku.

Kamis, 26 Maret 2020

Tarikh Kangjeng Nabi (Mukadimah Hiji)

Bismillah urang kawitan. Medar sakedik ngeunaan panutan urang Islam sakuliah jagad, nyaeta Kangjeng Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa aalihi wassalam. Urang cobian bae didugikeun. Najan kirang sampurna, urang paksakeun bae diguar. Dibuka sakeudik. Dipurak sareng didugikeun ka balarea. Urang susun kalimah anu tiasa ka susun.

Sugan jeung sugan aya diantawis ahli sajarah anu luhung ku elmu sareng jembar ku pangabisa tiasa masihan peupeujeuh sareng ngariksa kana tata basa jeung undak usukna. Malihan memeres kana eusi (fakta) narasi sajarahna oge ditampi pisan. Langkung kritis murakna bakal sae kanggo kamajeungan historiografi sajarah Nabi Muhammad Saw anu katelahna Sirah Nabawiyah.

Sabtu, 22 Februari 2020

Resensi buku (terjemahan) Hayatul Qulub

Akhirnya tuntas juga membaca buku Hayatul Qulub. Sebuah buku sejarah yang diterbitkan Mizan, Bandung. Hanya sekadar membaca tanpa studi kritik historis. Tidak lebih dari membaca saja. Tidak sempat melakukan cek sumber aslinya. Dan saya percaya pada penulisnya, Sayyid Muhammad Baqir Al-Majlisi, adalah ulama yang luar biasa dalam pengetahuan keagamaannya.

Al-Majlisi wafat tahun 1699 Masehi di Isfahan, Iran. Ia hidup pada zaman dinasti Safawiyah yang berkuasa di kawasan Asia Barat, khususnya Persia. Safawiyah bisa dikenal sebagai kerajaan yang menetapkan Syiah Itsna Asyariyah atau Imamiyyah sebagai mazhab resmi. Mazhab Syiah ini kini populer disebut pengikut Ahlulbait.

Senin, 06 November 2017

Historiografi: Rekonstruksionisme, Konstruksionisme, dan Dekonstruksionisme

Saya ingin berbagi sedikit informasi tentang historiografi, yang terkait dengan pemikiran kesejarahan dan aliran sejarah yang berkembang dalam studi sejarah kontemporer. Kajian ini pernah saya dapatkan dalam mata kuliah Ilmu Sosial Humaniora yang diampu oleh Dr Setia Gumilar dan mata kuliah Filsafat Sejarah oleh Dr Djodjo di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2016.

Tentang aliran historiografi (model dan bentuk penyusunan tulisan sejarah) bahwa Alun Munslow menyebutkan secara umum ada tiga karakter.[1]

Kamis, 02 November 2017

Tiga Langkah Penelitian Historiografis

History is philosophy teaching by examples,” kata Dionysus dari Halicarnassus. Sejarah  memberikan kita contoh tentang kecintaan kepada kebenaran.  Leopold von Ranke menegaskan bahwa “the first demand is pure love of truth.” Atau sejarah, menurut salah seorang murid Ranke, adalah “not the truth and light; but a striving for it, a sermon on it, a  consecration to it.”

Menurut muridnya yang lain, “History is divine service in the broadest sense.” Bagikita, studi sejarah bukan hanya ingin mengungkapkan masa lalu “wie es eigentlich gewesen” seperti yang diajarkan Ranke. Kita ingin studi sejarah seperti kaum historisis dapat menunjukkan kepada kita “socially motivated misrepresentations of the past” sehingga kita  menyadari kesalahan dalam memandang dan menafsirkan masa lalu. 

Rabu, 01 November 2017

Memahami Historical Critical Method

PADA abad ke-18 dan 19 M, di Jerman berkembang Historical Critical Method (HCM). Dengan metode ini, sumber-sumber sejarah dilihat dengan sikap kritis. Sumber sejarah diterima dengan sejumlah pertanyaan. Default dari sumber sejarah adalah palsu, sampai ia terbukti benar. Sejarahwan harus memulai penelitiannya dengan meragukan otentisitas dan reliabilitas sumber sejarah. Peneliti sejarah harus menepis sampah-sampah sejarah, menggali lebih dalam, sehingga ia menemukan di balik reruntuhan pemalsuan,—menurut sejarahwan besar dari Jerman, Leopold von Ranke—wie es eigentlich gewesen, apa yang benar-benar terjadi. Verifikasi dengan prinsip konsistensi, analogi, dan disimilaritas.

Minggu, 06 November 2016

Apa itu Historiografi?

Historiografi merupakan tahap akhir dari metode penelitian sejarah. Setelah fakta-fakta dan temuan sejarah ditafsirkan maka dilanjutkan dengan menyusun laporan sejarah dalam bentuk penulisan.

Ada beberapa bentuk penulisan sejarah: deskriptif naratif (penulisan sejarah yang menggambarkan kejadian sebagai proses dan lengkap dengan fakta sejarah) dan deskriptif analitis (penulisan narasi yang menerangkan kausalitas atau mengungkap struktur-struktur sosial).

Jumat, 17 Juli 2015

Zarah Kuring, Boboran Shiam

Ieu mah ngan ukur bahan keur lenyepaneun urang sarerea. Ieu mah dumasar kana hirup kuring. 

Ayeuna mayunan boboran shiam. Karaos beurat kaditu kadieu. Karasa hoream indit kaditu kadieu. Duka teuing kunaon dina boboran taun ieu bet hese ngejat miang ka sarakan. Kuring boga niat dina Romadon ieu hoyong ka Garut, nadran ka biang sareng rama. Hayang zarah ka pun sepuh kuring anu geus almarhum duanana. Ngan asa beurat bae rek indit teh. Asa hese ngalengkah. Nahanya? Naha ieu gogoda zarah kitu?