Berikut adalah ringkasan poin-poin utama yang dibahas pada bagian Pihatur Nu Nyalin:
Kedudukan Nabi Muhammad SAW: Pembahasan mengenai posisi Nabi sebagai hamba Allah (dharma) yang menerima wahyu. Dijelaskan bahwa seseorang yang mengikuti hawa nafsu akan berada dalam kegelapan, sedangkan orang yang dibimbing oleh nurani dan kekuatan batin akan mampu mengendalikan hawa nafsunya.
Peran Malaikat dan Wahyu: Penjelasan bahwa malaikat diutus sebagai perantara untuk Nabi. Malaikat tidak memberikan teladan langsung kepada manusia, karena teladan bagi umat manusia adalah sosok manusia itu sendiri, yaitu Rasulullah SAW.
Pentingnya Ilmu dan Guru: Mengikuti ajaran guru memerlukan keluasan daya pikir (jembar pangarti) agar dapat memahami petunjuk dengan benar, baik terkait urusan alam maupun kehidupan pribadi.
Kesucian Hati dan Tindakan: Menekankan bahwa sulitnya melakukan perbuatan baik bukan hanya terletak pada niat atau perencanaan, melainkan pada eksekusi (prakna milampah). Hati yang suci akan memudahkan seseorang dalam menjalankan ajaran agama.
Memilih Jalan yang Benar: Peringatan untuk berhati-hati dalam mencari ajaran agar tidak tersesat oleh pengaruh luar yang tidak sesuai dengan nilai agama. Seorang muslim diimbau untuk selalu bercermin pada ajaran Islam dan menjadikan Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya teladan utama.
Sekadar informasi bahwa buku karya Wiranata Kusumah ini disajikan dengan menggunakan bahasa Sunda yang santun dan penuh hikmah, disertai dengan kutipan ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dengan pokok bahasan. Insya Allah nanti nyambung lagi. Cag! *** (ahmad sahidin)
