Selasa, 05 Mei 2026

Pertemuan dengan Sang Guru

Tadi malam saya berjumpa dengan Kang Jalal dalam mimpi. Sang Guru yang mencerahkan dan menyadarkan saya betapa pentingnya ilmu, kebersamaan, dan buku. 

Ceritanya: tiba-tiba saya sudah berada bersama beliau di suatu tempat yang cukup tinggi. Namun bukan gunung, hanya hamparan tanah tinggi di atas sungai deras air.

Tempat itu terasa sejuk dan menenangkan, dengan udara yang sangat segar. Di sekelilingnya tumbuh banyak pepohonan hijau yang rindang, seolah menjadi pelindung alami dari hiruk-pikuk dunia bawah.

Tak jauh dari tempat itu, mengalir sebuah sungai yang jernih. Suara gemericik airnya terdengar lembut, berpadu dengan semilir angin yang menyentuh dedaunan. Suasananya begitu damai, seperti sebuah desa yang sederhana namun penuh ketenangan. Rumah-rumah tampak bersahaja, menyatu dengan alam, menghadirkan rasa nyaman bagi siapa saja yang berada di sana.

Kang Jalal mempersilakan saya untuk tinggal di sana. "Cing betah," begitu pesannya. Kami berdiskusi cukup lama, membahas buku-buku, menelusuri tarikh Nabi Muhammad SAW dan sedikit filsafat. 

Di ruangan itu, terasa suasana hangat dan penuh keakraban. Beliau banyak beri wawasan. Sebut buku yang layak dibaca dan dianalisa. Beliau menyediakan tempat untuk beraktivitas, santai, dan membaca di ruangan yang dekat dengan lembaga yang diasuhnya. Seolah tempat itu memang disiapkan untuk menjadi ruang belajar dan berbagi.

Di sana terlihat beberapa tumpukan buku-buku, makanan, pakaian, dan berbagai kebutuhan lainnya. Semuanya terasa cukup, bahkan lebih dari cukup, seakan menggambarkan keberkahan yang melimpah. Tidak ada kesan kekurangan, justru yang terasa adalah kecukupan dan ketenteraman.

Beberapa saat kemudian, ada orang-orang dari bawah yang datang untuk berkunjung. Mereka menempuh perjalanan dari tempat yang lebih rendah menuju tempat kami. Kami menyambut mereka dengan hangat, lalu menyiapkan tempat bagi mereka di rumah Kang Jalal tersebut. Suasana kebersamaan begitu terasa, seperti sebuah komunitas kecil yang saling menerima dan menguatkan.

Sudah lama saya tidak bermimpi tentang beliau dan baru kali ini mimpi itu muncul kembali. Duh, maafkan saya duhai Guru. Belum sempat ziarah lagi. Terkendala dengan aktivitas non ilmiah yang menyita harian. 

Kang Jalal adalah sosok ulama, cendekiawan, dan guru yang sangat baik. Beliau banyak memberikan pencerahan. Karya-karya bukunya juga sangat menginspirasi dan membuat saya berpikir lebih baik. Kontribusinya terasa oleh saya hingga sekarang. Belum tergantikan peran dan sosoknya. 

Beliau wafat pada masa pandemi Covid-19, tepatnya pada 15 Februari 2021. Namun dalam mimpi itu, kehadirannya terasa begitu dekat—seolah beliau tetap hidup dalam ingatan, dalam ilmu, dan dalam jejak pemikiran yang terus mengalir, seperti sungai jernih yang tak pernah berhenti memberi kehidupan. ***

Kabupaten Bandung, 05/05/2026