Ini membahas bab-bab awal dalam sirah Nabi Muhammad SAW yang merujuk pada kitab Sirah Ibnu Ishaq. Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:
Masa
Pengasuhan Abu Thalib
- Setelah kakeknya, Abdul Muthalib wafat,
Nabi Muhammad SAW diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
- Terdapat kisah pertemuan Nabi dengan seorang rahib
Nasrani bernama Bahira di Bushra, Suriah.
Bahira mengenali tanda-tanda kenabian pada diri Nabi dan memperingatkan
Abu Thalib untuk menjaga Nabi dari ancaman orang-orang Yahudi.
Perjalanan
Dagang dan Pernikahan dengan Khadijah
- Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Al-Amin (yang
terpercaya). Beliau diminta oleh Khadijah binti Khuwailid untuk
membawa barang dagangannya ke Suriah bersama Maisarah.
- Khadijah, seorang wanita terpandang dan kaya,
terpikat oleh kepribadian Nabi. Akhirnya, Khadijah yang meminang Nabi
Muhammad SAW. Pernikahan ini diperantarai oleh Hamzah bin Abdul
Muthalib.
Peristiwa
Perbaikan Ka'bah
- Pada usia 35 tahun, Nabi terlibat dalam proses
renovasi Ka'bah. Beliau menjadi penengah saat terjadi
perselisihan antar suku mengenai siapa yang berhak meletakkan Hajar
Aswad kembali ke tempatnya. Nabi memberikan solusi bijak dengan
meletakkan batu tersebut di atas kain dan meminta para kepala suku untuk
mengangkatnya bersama-sama.
Aturan Al-Hums
- Penjelasan mengenai adat Alhums yang
dibuat oleh kaum Quraisy sebagai aturan eksklusif bagi
orang-orang luar yang datang beribadah atau tawaf di sekitar Ka'bah. Di
antaranya harus pakai baju khusus dan untuk yang tidak mau maka harus melepaskan
bajunya dan memakai baju lain saat pulang. Untuk mereka yang miskin maka
dapat tanpa baju saat melakukan thawaf.
Keluarga
Nabi
- Pembahasan mengenai putra-putri Nabi, di mana dijelaskan bahwa keturunan Nabi yang berlanjut hanya melalui Sayidah Fatimah Az-Zahra.