Rabu, 15 April 2026

Dua Rukun Takwa

Menghindari dosa dan melakukan ibadah duaduanya adalah komponen takwa. Ada dua rukun takwa: pertama, menjauhi apa yang dibenci atau dimurkai Tuhan. Dengan kata lain, menjauhi keburukan. Kedua, melakukan apa yang dicintai dan diridhai Tuhan, yakni, melakukan kebaikan.

Selama ini, untuk bertakwa, kita fokus pada berbuat kebaikan: melakukan salat, mengeluarkan zakat, menjalankan puasa, mengerjakan ibadah haji dan umrah; ditambah dengan berzikir, salat malam, baca Al-Quran, bayar infak, hadir di pengajian, dan sejenisnya. Semuanya itu rukun kedua takwa.

Mana yang lebih baik? Mana yang harus didahulukan? Rukun yang pertama! Menjauhi keburukan. Imam Ali berkata, “Ijtinab as-sayyi’at aula min iktisab al-hasanat. Menjauhi keburukan harus didahulukan dari melakukan kebaikan.”

Dalam hadis lain, disebutkan, “Bersungguh-sungguhlah dan rajin-rajinlah beramal. Jika tidak sanggup beramal baik, janganlah berbuat maksiat. Karena orang yang membangun dan tidak merusaknya, walaupun perlahan-lahan bangunannya akan tinggi juga, tetapi orang-orang yang membangun sambil merusak bangunannya, ia tidak akan menjadi tinggi.”

Dengan contoh yang sangat menyentuh, Nabi Saw bersabda, “Ibadah sambil makan yang haram seperti mendirikan bangunan di atas pasir atau air.” Atau hadis lain dari Imam Ja‘far ash-Shadiq, “Akhlak yang buruk merusak amal seperti cuka merusak madu.” ***

SUMBER buku Jangan Bakar Taman Surgamu! 
karya Dr Jalaluddin Rakhmat MSc