Jumat, 25 September 2026

Perjuangan Menghidupi Keluarga

Kemarin siang saya ngobrol dengan Bapak berusia 70 tahun. Ia pedagang susu keliling. Menggunakan kendaraan yang dikayuh, mirip becak. Sambil membawa air kopi, ia mendekat dan menyapa saya. 

“Panas ya Kang,” ujarnya. 

Senin, 21 September 2026

Keadilan dan Ketegasan

Merajut kepingan persepsi cukup rumit. Apalagi jika terus berubah. Manusia memang tak mudah ditebak. Alur hidupnya kadang lurus, kadang berbelok. Depan dan belakang bisa sama, bisa pula berbeda.

Minggu, 20 September 2026

(Buku) CERITERA DIPATI UKUR: KARYA SASTRA SEJARAH SUNDA

DI Tatar Sunda terdapat tokoh-tokoh yang terkenal. Saking hebatnya ada yang sampai disakralkan. Di antara tokoh yang kerap hidup dalam memori kolektif masyarakat Sunda adalah Bagenda Ali (bin Abi Thalib), Abdul Qadir Jaelani, Prabu Siliwangi, dan Dipati Ukur. 

Dua nama yang pertama dikenal pada kalangan masyarakat Islam Sunda. Sedangkan dua nama yang terakhir populer pada kalangan masyarakat Sunda yang memliki orientasi kebudayaan dan merindukan kejayaan Sunda.

Minggu, 13 September 2026

(cerpen) Kaki Bukit Sangiang

Kota itu tidak pernah benar-benar sunyi. Siang dan malam dipenuhi langkah manusia yang mengejar sesuatu yang selalu bergerak lebih cepat daripada dirinya sendiri. Gedung-gedung menjulang tinggi, pasar tak pernah kehilangan pembeli, dan perpustakaan terus melahirkan pengetahuan baru. Namun di balik segala kemajuan itu, aku sering menjumpai wajah-wajah yang letih, seolah mereka mengetahui banyak hal, tetapi kehilangan arah untuk pulang.

Sabtu, 05 September 2026

(cerpen) Jagalah Dirimu!

Perpustakaan hampir kosong. Sinar sore menyelinap di antara rak-rak buku. Aku berdiri di depan rak tasawuf. Aku lihat buku Al-Ghazali, Ibnu 'Arabi, Rumi dan Suhrawardi.

"Jagalah dirimu!" Suara itu kembali menyapa.

"Hanya itu?" tanyaku. Ia menjawab: "Bukankah cukup untuk memulai?"

Aku mengambil Ihya' 'Ulum al-Din. Aku bicara kepadanya setengah berbisik: "Buku ini memberiku banyak jawaban."

Sabtu, 29 Agustus 2026

(cerpen) Hayy vs Asfar

Malam semakin larut. Rintik hujan di luar jendela kaca kafe kini berganti menjadi sunyi yang pekat. Hayy tidak lagi memandang ke jalanan. Pandangannya tertuju lurus pada meja kayu, seolah-olah sedang menatap jurang yang tak terlihat. 

Hayy menggeser cangkir kopinya yang sudah dingin. Menatap Asfar yang memainkan ponsel. Hayy memulai pembicaraan, "Asfar, aku tidak sedang mencari pelipur lara. Aku tidak butuh ditenangkan dengan kalimat 'semua akan baik-baik saja'. Aku ingin tahu... untuk apa semua sandiwara eksistensi ini?" 

Wilujeng Milangkala

Sasih Agustus sikuring medal. Kitu deui pun Guru anu kiwari kantun carita jeung tuladeun kuring. Sikuring mah awalan, alkisa. Pun Guru mah akhiran cakeut panungtung.

Rabu, 19 Agustus 2026

Usia Rasulullah ﷺ dan Khadijah Saat Menikah

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah binti Khuwailid merupakan salah satu peristiwa penting dalam sirah. Mayoritas riwayat sejarah menyebut Nabi berusia 25 tahun ketika menikah, sementara usia Khadijah diperselisihkan antara 40 tahun dan 28 tahun.

Jumat, 14 Agustus 2026

Membaca Naskah Wawacan Samaun

MEMBACA naskah Wawacan Samaun ini membuat saya hampir menyerah. Sebab dari huruf-huruf Arab Pegon yang tertera dalam naskah sulit dibaca. Ada perubahan huruf dan terdapat huruf yang tidak bisa disambung, ternyata disatukan dengan dipaksakan. Mungkin model penulisan demikian yang berlaku pada masa itu. Karena itu, saat membaca dan menyalin ulang dalam latin hanya mengira-ngira. Beberapa huruf pada bagian ujung naskah sangat tidak terbaca. Ada yang terpotong sehingga memerlukan kecermatan dalam menerka. 

Beruntung saya dibantu istri dalam mengerjakan naskah ini. Kalau sulit dibaca, istri mengira-ngira dan hasil perkiraan itu dipilih yang dirasa nyambung dan berkaitan dengan isi naskah ini. Sangat pasti transliterasi ini kurang sempurna. Namun, inilah pekerjaan filologi kedua dalam hidup saya. Sebelumnya, saat kuliah S1 tugas filologi transliterasi naskah Amir Hamzah. Tuntas pula dikerjakan karena naskah tersebut tidak utuh karena pengerjaannya dibagi dalam kelompok. Kemudian disatukan. Hanya saja apresiasi, komentar atas naskah bersifat tersendiri. 

Selasa, 11 Agustus 2026

Tarikh Nabi: Peristiwa Wafat Rasulullah saw

IMAM Al-Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari memuat sebuah hadits dengan sanad dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah dan berasal dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah saw sedang mendekati ajal, berkata kepada para sahabat yang berada di sekelilingnya. Nabi Muhammad saw berkata, “Marilah, akan kutuliskan untuk kalian suatu wasiat yang dengannya kalian tidak akan sesat sepeninggalku.” 

Namun salah seorang sahabat yang hadir, Umar bin Khaththab, langsung berkomentar, “Nabi dalam keadaan sangat payah dan kalian telah mempunyai al-Quran. Cukuplah Kitab Allah itu bagi kita.”

Rabu, 05 Agustus 2026

Keteguhan di Tengah Badai: Membaca Kehidupan Rasulullah SAW pada Tahun Ke-5 Kenabian

Tahun ke-5 Kenabian—atau sekitar tahun 615 Masehi ketika Rasulullah SAW berusia 45 tahun—menjadi salah satu masa paling penting dan penuh ujian dalam sejarah umat Islam di Makkah. Pada periode ini, dakwah Islam yang mulai disampaikan secara terbuka menghadapi perlawanan yang semakin keras dari para pemimpin Quraisy.

Merujuk pada kitab-kitab sejarah klasik seperti Sirah Ibnu Ishaq (yang disempurnakan oleh Ibnu Hisyam) dan Tarikh ath-Thabari bahwa pada tahun ke-5 kenabian ini memotret keteguhan hati, kematangan strategi, dan kehangatan keluarga Nabi Muhammad SAW di tengah himpitan krisis.

Senin, 27 Juli 2026

(Cerpen) Midlife


Di tengah keheningan rumah, aku duduk di hadapan meja kerja. Di sana tergelar kitab Sirah Nabawiyyah klasik yang tebal dan laptop usang yang mengantarkan suara dan gambar pada orang-orang maya.

Tiba-tiba, udara di ruangan terasa bergeser. Di kursi seberangku, duduk seorang pemuda dengan tatapan mata yang gelisah sekaligus penuh ambisi. Ia adalah aku, saat masih muda.

Kamis, 16 Juli 2026

Tasawuf (masih) Relevan di Zaman Sekarang

 Mengapa tasawuf tetap relevan di zaman sekarang? 

Karena krisis terbesar manusia modern sering kali bukan krisis ekonomi atau krisis teknologi, melainkan krisis makna. Banyak orang memiliki pekerjaan, tetapi kehilangan tujuan. Banyak orang memiliki teman di media sosial, tetapi merasa kesepian. Banyak orang memiliki berbagai fasilitas hidup, tetapi tidak menemukan ketenangan.

Selasa, 14 Juli 2026

Tasawuf (yang) Sejati

Pernahkah kita merasa lelah di tengah kesibukan hidup? Semua kebutuhan tampak terpenuhi, pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya, teknologi semakin canggih, tetapi hati tetap terasa kosong. Kita tahu apa yang harus dilakukan setiap hari, tetapi kadang lupa untuk apa semua itu dijalani. 

Sabtu, 11 Juli 2026

Selalu Ada Pilihan

Malam kembali menyapa. Hanya diam. Pikiran terfokus. Kembali gumam dalam benak. Entah pikiran atau hati. Tak perlu diperdebatkan. Yang jelas ada gumam dalam diri. Ruhaniyah bukan jasadiyah. Tak jelas yang berkecamuk. Antara memikirkan hidup beserta lika likunya dan merencanakan beralih profesi. Apa ya kira-kira? 

Rabu, 08 Juli 2026

(Cerpen) Jagad Rasa

     1

NAMAKU Jagad Rasa. Aku dikenal sebagai orang luar biasa dan kaya. Kekayaanku berasal dari keluargaku, warisan turun-temurun dari nenek moyangku. Tak habis-habis hingga masa generasiku. Aku sendiri tak tahu, entah generasi ke berapa. Tapi itu tak menjadi masalah buatku. Itu sebabnya aku tak mempersoalkannya. Yang menjadi persoalanku adalah kabar-kabar yang sering kuterima dari orang-orang sekitarku bahwa aku orang yang bisa lintas batas.  Di dunia basah aku tak kedinginan. Di dunia panas aku tak terbakar. Di dunia sunyi aku tak kesepian. Di dunia ramai aku tak terganggu. Karena itulah aku dijuluki wujud tanpa batas.

Julukan itu melekat padaku bermula dari kedatangan Sang Ajal yang hendak mengambil nyawaku. Suatu hari ia menemuiku untuk mencabut nyawaku. Karena aku orang yang percaya bahwa segala suatunya telah ditentukan, maka kurelakan ia mengambil nyawaku. Meski itu satu-satunya yang kumiliki dan tak ada cadangan. Kalau ada, mungkin semua orang bisa mengulangi kejadian atau aktivitasnya menjadi lebih baik dan sempurna. Sayang, tak ada yang bisa membuatnya selain pemiliknya.

Sabtu, 04 Juli 2026

Bulan di Ujung Kembara

Bulan Juli merayap cepat. Bulan sebelumnya menghempas di ujung kembara. 

Karbala masih kuingat. Saat aku tak bisa lantunkan likhomsah. Bagaimana bisa di tanah yang kupijak itu bayang sejarah tampak dipelupuk mata. Tak bisa kulisankan.

Jalan sambil terkenang. Betapa biadab dan nista mereka kepada keluarga suci. Tragedi yang tragis. Ini memang nyata dan berdampak besar dalam sejarah umat. Aku tahu dari buku sejarah. Aku tahu dari narasi yang dibaca tiap asyura.

Jumat, 03 Juli 2026

(Cerpen) Bersama Lelaki Tua


1

"Apakah telingamu masih berdenging?"

Pertanyaan itu datang dari seorang lelaki tua yang hampir setiap sore duduk di serambi musala, di sebuah makam. 

Di hadapannya, secangkir kopi mulai kehilangan uap, sementara matanya memandang pohon asam yang bergoyang pelan diterpa angin.

Rabu, 01 Juli 2026

Sesi Fana

 

Bertanya tentang jiwa, aku diberi mimpi mati. Bertanya tentang raga, aku diberi sakit. Bertanya tentang ada, yang muncul ketiadaan.

Kuberitahu pada diri bahwa aku fana. Mata dan pikiran fokus satu pandangan. Dalam dan menukik. Hingga bayang Sang Guru sekelebat hadir. Tidak menyapa. Melihat dan meninggalkan aku.

Senin, 29 Juni 2026

Peristiwa Karbala dalam Filsafat Iluminasi Suhrawardi al-Maqtul

Pendahuluan

Di antara karya-karya simbolik Syihabuddin Yahya ibn Habasy ibn Amirak al-Suhrawardi (549–587 H/1154–1191 M), filsuf besar Persia yang dikenal sebagai Syaikh al-Isyrāq (Master of Illumination) atau al-Maqtul (Sang Syahid), terdapat sebuah risalah yang sangat indah berjudul Risālah fī Ḥaqīqat al-'Isyq atau Mu'nis al-'Ushshāq (Sahabat Para Pecinta). 

Dalam risalah tersebut, Suhrawardi mengembangkan suatu metafisika cinta yang berakar pada filsafat cahaya (ḥikmat al-isyrāq), yakni pandangan bahwa seluruh realitas merupakan gradasi cahaya yang bersumber dari Cahaya segala Cahaya (Nūr al-Anwār).