Sejarah mencatat Sang Nabi selama menikah dengan Khadijah tidak melakukan poligami.
Dari istri pertama ini Sang Nabi mendapatkan keturunan (anak). Sang Nabi baru memiliki keturunan lagi ketika menikah dengan Maria Al-Qibtiyah yang melahirkan Sayid Ibrahim.
Lahirnya Sayid Ibrahim bin Muhammad Rasulullah saw membuat kedudukan Maria membuat istri Nabi lainnya tidak menyukai Maria. Setiap hari Sang Nabi singgah ke rumah Maria sekadar ingin melihat pertumbuhan putranya.
