Al-Majlisi wafat tahun 1699 Masehi di Isfahan, Iran. Ia hidup pada zaman dinasti Safawiyah yang berkuasa di kawasan Asia Barat, khususnya Persia. Safawiyah bisa dikenal sebagai kerajaan yang menetapkan Syiah Itsna Asyariyah atau Imamiyyah sebagai mazhab resmi. Mazhab Syiah ini kini populer disebut pengikut Ahlulbait.
Sabtu, 22 Februari 2020
Resensi buku (terjemahan) Hayatul Qulub
Akhirnya tuntas juga membaca buku Hayatul Qulub. Sebuah buku sejarah yang diterbitkan Mizan,
Bandung. Hanya sekadar membaca tanpa studi kritik historis. Tidak lebih dari
membaca saja. Tidak sempat melakukan cek sumber aslinya. Dan saya percaya pada
penulisnya, Sayyid Muhammad Baqir Al-Majlisi, adalah ulama yang luar biasa
dalam pengetahuan keagamaannya.
Al-Majlisi wafat tahun 1699 Masehi di Isfahan, Iran. Ia hidup pada zaman dinasti Safawiyah yang berkuasa di kawasan Asia Barat, khususnya Persia. Safawiyah bisa dikenal sebagai kerajaan yang menetapkan Syiah Itsna Asyariyah atau Imamiyyah sebagai mazhab resmi. Mazhab Syiah ini kini populer disebut pengikut Ahlulbait.
Al-Majlisi wafat tahun 1699 Masehi di Isfahan, Iran. Ia hidup pada zaman dinasti Safawiyah yang berkuasa di kawasan Asia Barat, khususnya Persia. Safawiyah bisa dikenal sebagai kerajaan yang menetapkan Syiah Itsna Asyariyah atau Imamiyyah sebagai mazhab resmi. Mazhab Syiah ini kini populer disebut pengikut Ahlulbait.
Jumat, 21 Februari 2020
Mungsolkanas
Di Cihampelas, Bandung, aya masjid anu namina: Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Anu disingket janten: Mungsolkanas.
Selasa, 18 Februari 2020
Ngaji buku Asy-Syamail Muhammadiyyah (4)
Urang teraskeun ngaji buku Asy-Syamail Muhammadiyyah. Ayeuna
nyarioskeun parobat perang. Nabi Muhammad saw gaduh pedang anu gagangna (perah)
dijieun tina perak. Malihan kantos gaduh anu perahna tina emas. Gaduh acuk
beusi sareng tutup mastaka anu diangge nalika perang Uhud.
Rabu, 12 Februari 2020
Resensi buku Metode Tafsir Esoeklektik
Membaca buku Metode Tafsir Esoeklektik (Penerbit Mizan) ini cukup lelah dan menghabiskan waktu sekira dua pekan. Buku karya Kerwanto ini sebuah disertasi tentang tafsir, yang membicarakan tafsir dalam khazanah ilmu-ilmu Islam. Namun, bukunya ini lebih fokus pada tafsir esoteris, yang batin.
Menariknya ada pada judulnya ada istilah “eklektik”. Istilah ini hampir sama dengan talfiq dalam studi ushul fiqh. Saya merasa lelah baca buku tersebut. Selain tebal, juga buku ini banyak istilah yang sulit dipahami yang terkait dengan term dalam tafsir versi Shadra, Ibnu Arabi, Ath-Thabathabai' dan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)