Rabu, 18 September 2019

Resensi buku The Road to Muhammad (saw)

Sampurasun. Mugia sadayana anu kersa maos ieu seratan kenging panangtayungan Allah Ta’ala sareng syafaat Kangjeng Nabi Muhammad saw. Allahumma Shalli Sayyidina ‘ala Muhammad wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad. 

Sapertos biasa simkuring bade ngabewarakeun perkawis buku ngeunaan Kangjeng Nabi Muhammad saw. Hapunten dina ieu seratan mah hanteu mundel sabab simkuring kirang pangarti, kirang elmu. Janten ngan ukur wawaran hungkul.

Dahulu saat Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) memiliki akun facebook, saya sempat tanya tentang buku The Road to Muhammad yang terbit. Apakah itu lanjutan The Road to Allah atau Al-Mushthafa: Manusia Pilihan yang Disucikan? Kang Jalal menjawab: The Road to Allah. Saat itu saya belum beli buku The Road to Muhammad. Kini, sudah memiliki dan tuntas membacanya.

Jumat, 13 September 2019

Resensi buku Struktur Filosofis Artefak Sunda


Buku Struktur Filosofis Artefak Sunda ini tebalnya 186 halaman. Terbagi 4 bab dan tersaji juga lampiran. Meski dibilang tipis, tetapi isinya tak bisa langsung dicerna. Mesti dikunyah saat baca. Mesti perlahan dan tidak terburu-buru. Pasalnya ini buku mengajak untuk memberi makna atas sejumlah artefak berupa tinggalan masa lalu di Jawa Barat dari sejak benda pekakas, syair, gundukan tanah, makam, posisi jalur sungai sampai batuan yang menumpuk pun diberi interpretasi.

Sekilas itulah isi buku karya Prof Jakob Sumardjo yang berjudul Struktur Filosofis Artefak Sunda (Bandung: Kelir, 2019). Pak Jakob adalah seorang budayawan kelahiran Klaten Jawa Tengah dan besar serta berkiprah di Bandung. Saat kenal Pak Jakob di kampus UIN Bandung. Ia kerap datang saat mahasiswa memintanya untuk menadi narasumber diskusi secara terbatas. Meski bukan dosen UIN, tetap bersedia dan mau berbagi ilmu dengan mahasiswa tanpa dibayar.

Senin, 09 September 2019

Review buku Sejarah Lisan, Konsep, dan Metode

Book Review[1]

SEJARAH lisan, bagi saya, termasuk disiplin ilmu baru. Dahulu saat kuliah saya tidak mempelajarinya karena memang belum masuk dalam mata kuliah. Sekarang ini saya mulai mengenalnya. Guru saya, Dr Asep Ahmad Hidayat dan Dr Setia Gumilar, menyatakan sejarah lisan bagian dari metode penelitian sejarah untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu yang bersumberkan dari memory (ingatan). Sejarah yang bertumpu pada kaidah: no document, no history, dinilai kurang memuaskan sebagian peneliti dalam mengungkap dan memahami masa lalu yang tidak tertulis. Selama ini rekonstruksi sejarah masih bertumpu pada peristiwa dan tokoh besar. Sejarah identik dengan kaum elit dan istana. Sedangkan kalangan wong cilik dan kaum alit kurang muncul dalam gelanggang sejarah yang direkonstruksi para peneliti sejarah.

Jumat, 06 September 2019

Tentang Kasus Milkul Yamin

Saya tidak tahu harus komentar apa. Hanya saja terkait dengan disertasi Milkul Yamin ini masalah ilmiah menjadi urusan MUI dan wacana publik. Saya kira problematika media dan sebarannya yang kemudian menjadi wacana. Mulai dari Kyai, Ustadz, masyarakat awam, sampai tukang becak pun ikut ngomong.