Senin, 07 Desember 2015

Wacana Syiah dan Sunni di UIN Bandung

Sekarang ini, Sunni dan Syiah menjadi persoalan yang sedang hangat. Sejak kasus pembakaran hingga pengusiran warga Syiah di Sampang Madura, Jawa Timur, tahun 2011 sampai sekarang ini nasibnya masih terkatung-katung dan belum bisa pulang ke kampung halaman. Ditambah lagi dengan hadirnya gerakan yang gencar untuk mengeluarkan Syiah dari Islam, menambah persoalan keagamaan di Indonesia semakin semraut.

Minggu, 06 Desember 2015

Belajar Pluralisme dari Sunan Kudus

Belajar pluralisme tidak perlu jauh ke Barat. Di Indonesia pun sejarah menunjukkan teladan pluralisme. Salah satunya oleh Sunan Kudus. Dikisahkan masyarakat Kudus masih memeluk agama Hindu yang menghormati dan mensucikan sapi. Sunan Kudus dalam dakwah agama Islam menyampaikan bahwa dalam kitab suci Al-Quran memuat sapi betina (al-baqarah). 

Rabu, 02 Desember 2015

Imam Hasan Al-Askari dan Pendeta Nasrani

Masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah, Baghdad mengalami kekeringan. Orang-orang sangat risau dan mengkhawatirkan keadaan ini sehingga melakukan doa bersama untuk turunnya hujan. Meski sudah dilakukan doa, tetapi hujan tidak kunjung turun.

Di tengah kondisi kekeringan, seorang pendeta nasrani (Kristen) datang dan menawarkan bantuan untuk menurunkan hujan. Orang-orang Baghdad menyambutnya dan mempersilakan pendeta tersebut. Tibalah di sebuah pegunungan yang tinggi.

Jumat, 23 Oktober 2015

Setelah Novel Sang Pencerah, Tadarus Cinta Buya Pujangga

Pekan lalu saya menamatkan baca (buku) novel karya Akmal N.Basral. Akmal adalah penulis fiksi, yang saya kira hebat dalam eksplorasi kondisi dan penggambaran suasana. Seakan-akan saya melihat langsung kondisi alam yang diceritakan Akmal dalam novel Tadarus Cinta Buya Pujangga (Salamadani Grafindo, 2013).

Novel biografi yang berlatar belakang budaya Minangkabau ini terasa hidup. Dialog yang dibangunnya pun mengalir. Meski alur cerita yang datar dan mudah ditebak, tetapi penggambaran sosok Malik (Hamka kecil) cukup kuat.