Rabu, 17 Desember 2014

Nyiar Elmu Kawilang Penting

Dina hadis-hadis jentre nyiar elmu kawilang penting. Islam merhatoskeun pisan. Ti mimiti gubrak lahir ka alam dunya dugi rek diasupkeun kana liang kubur. Urang Islam kawilang wajib dina nyiar elmu. 

Ngan orokaya sanajan dipepende ku ayat Quran atanapi hadis Kangjeng Nabi Muhammad saw oge mun urang teu kuat dina waragad mah sok janten merod. Memang aya dua model na diajar: formal jeung non formal. Ngan duanana oge butuh pangorbanan dina waktu sareng waragad keur ngadukung dina kalancaran ngalap elmu.

Kamis, 11 Desember 2014

Kembali Mengerjakan Tugas Kuliah

Awal Desember 2014 ini hari-hari menjelang ujian akhir semester di Pascasarjana UIN Bandung. Tugas baru bermunculan.

Sementara tugas yang ujian tengah semester belum beres semua. Masih ada yang tersisa: filologi Sunda naskah Wawacan Samaun. Sekira 40 halaman dengan huruf Arab Pegon (Sunda). 

Kondisi naskahnya tidak semua bisa dibaca. Ada yang terbaca dan ada yang sulit dikenali hurufnya. Tugasnya hanya trasnliterasi dan analisa teks. Lumayan bisa sampai di atas 50 halaman. Tugas filologi ini harus beres Desember 2014 ini. Belum lagi harus ada kajian kritis terhadapnya. Bisa sampai di bawah 100 halaman. Ini kewajiban di luar kuliah, tugas pengganti ujian tengah semester. Beginilah nasib mahasiswa.

Jumat, 28 November 2014

Matematika Sedekah: Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak

SEDEKAH bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.

Hidup kita jadi susah, lantaran banyak dosa. Dosa-dosa itulah yang mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari kasih sayang Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan. Hidup pun banyak masalah. 

Senin, 10 November 2014

Pesan untuk Pak Menteri Komunikasi dan Informatika (yang baru)

Saya kesal dengan maraknya situs abal-abal dengan berita yang tidak mengindahkan etika jurnalistik. Bahkan, tidak didasarkan pada kelengkapan peristiwa acara. Ditulis dengan tanpa aturan jurnalistik dan ulasan yang jauh dari fakta yang berlangsung pada acara. Juga pemberitaan dari salah satu tv pun tidak jauh berbeda memuat informasi yang tidak faktual. Sehari kemudian tv tersebut meralat beritanya.