Kamis, 11 Desember 2014

Kembali Mengerjakan Tugas Kuliah

Awal Desember 2014 ini hari-hari menjelang ujian akhir semester di Pascasarjana UIN Bandung. Tugas baru bermunculan.

Sementara tugas yang ujian tengah semester belum beres semua. Masih ada yang tersisa: filologi Sunda naskah Wawacan Samaun. Sekira 40 halaman dengan huruf Arab Pegon (Sunda). 

Kondisi naskahnya tidak semua bisa dibaca. Ada yang terbaca dan ada yang sulit dikenali hurufnya. Tugasnya hanya trasnliterasi dan analisa teks. Lumayan bisa sampai di atas 50 halaman. Tugas filologi ini harus beres Desember 2014 ini. Belum lagi harus ada kajian kritis terhadapnya. Bisa sampai di bawah 100 halaman. Ini kewajiban di luar kuliah, tugas pengganti ujian tengah semester. Beginilah nasib mahasiswa.


Tugas yang tersisa lainnya adalah review buku Aneka Pendekatan Studi Agama. Buku karya Peter Connoly ini memuat pendekatan psikologi, teologi, filsafat, feminis, antropologi, sosiologi, dan fenomenologi. 

Buku karya editorial Connoly ini cukup tebal sekira 300 halaman. Bukunya sudah beres dibaca, hanya belum bisa dituliskan. Sulit dicerna isinya. Entah apa yang harus dituangkan dalam makalah. Sedangkan Desember ini harus dikumpulkan.

Dua tugas tersebut yang tersisa dan harus segera beres. Selanjutnya, siap-siap untuk mengerjakan tugas baru sebagai ujian akhir sementer. Seperti menerjemahkan arsip kolonial Hindia Belanda tentang kota Bandung dalam Bahasa Belanda dan tentunya diberi analisa kritis, makalah ilmu-ilmu sosial tentang analisa peristiwa sejarah, dan pendekatan studi Islam: proyek penelitian agama.

Harus dikerjakan segera. Sayangnya, saya agak berat mengerjakan tugas. Berat untuk mengetik. Berat untuk membolak-balik buku. Terasa susah untuk menggerakan tangan  dan pikiran yang dituangkan dalam ketikan demi ketikan. Namun harus beres dan beres. Semoga Allah berikan kekuatan dan kemampuan kepada saya agar mampu menyelesaikan tugas kuliah ini.

Allahumma BIhaqqi Muhammadin wa aalihi
Wa akhrijnii minalhammil ladzii anaa fihii
Birahmatika yaa Arhamarrahimin