HAMPIR setiap orang pasti memiliki sahabat. Sejak manusia lahir ke dunia pun pasti memiliki sahabat. Seorang lelaki menjadi sahabat dekat bagi perempuan ketika sudah menikah. Suami adalah sahabat istri dan istri adalah sahabat suami. Seorang anak merupakan sahabat orangtuanya. Orangtua juga merupakan sahabat bagi anaknya. Seorang anak yang bermain dengan anak tetangga menjadi bagian dari persahabatan. Ketika mulai masuk sekolah pun seorang anak pada dasarnya bersahabat dengan anak-anak yang berada dalam satu sekolah. Hubungan antara satu anak dengan anak lainnya di luar sekolah pun sama bisa dikatakan persahabatan. Karena itu, persahabatan tidak bersifat sempit malah lintas budaya, adat, dan agama.
Jumat, 13 Januari 2023
Kamis, 12 Januari 2023
Sudah banyak buku tentang Sunnah Syiah
PEKAN kemarin saya sempat mendengarkan ceramah (MP3) yang disampaikan Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat. Ceramah tersebut membahas tentang Asyura dan tragedi cucu Rasulullah saw, Imam Husein bin Ali, di Karbala, Irak. Kemudian dalam tanya jawab, ada yang bertanya perihal konflik Sunnah-Syiah yang terjadi di Yaman dan kebencian salah satu firqah terhadap aliran Syiah.
Dalam upaya menjawab itu, Ustadz Miftah (Usmif) bercerita tentang dialog Sunnah-Syiah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Desember 2007. Usmif mengatakan bahwa ia hadir mewakili ayahnya, Ustadz Jalaluddin Rakhmat, yang saat itu sedang sakit.
Rabu, 11 Januari 2023
Islam Mazhab Jalali
KEHIDUPAN umat manusia tidak lepas kemajemukan; budaya, agama, bahkan prinsip hidup pun beragam. Dari keragaman itulah tidak dipungkiri melahirkan klaim atau pengakuan dari masing-masing sebagai yang paling beragama, berbudaya, bahkan paling benar. Dari klaim tersebut timbul kembali konflik sehingga kehidupan tidak teratur karena saling berbentur.
Tengok sejarah kehidupan beragama di Indonesia, hampir setiap tahun dipenuhi runtutan peristiwa-peristiwa yang bernuansa agama. Sayangnya, wajah agama yang muncul bukan yang ideal, malah yang seram dan menyesakan dada. Adakah yang salah? Tentu bukan agama yang tidak benar, tetapi pemahaman agama yang perlu dikaji ulang. Namun, setiap pemahaman agama yang muncul atau dihasilkan dengan kajian atau penelitian senantiasa berbeda satu sama lain dan memiliki pemahaman tersendiri. Bukan hanya antarumat beragama, dalam satu agama pun melahirkan pemahaman-pemahaman, bahkan pada ormas atau aliran pun terdapat pemahaman yang berbeda; yang melahirkan pemahaman atau sekte-sekte baru lagi.
Selasa, 10 Januari 2023
Kebangkitan Sunda, Mungkinkah?
DALAM sebuah milis yang khusus mengkaji sejarah dan peradaban Islam; muncul sebuah pertanyaan: apakah selama ini sudah terjadi akulturasi antara Islam dan Sunda atau baru kompromi? Pertanyaan tersebut dilemparkan oleh Iip D. Yahya, seorang penulis biografi kiai-kiai dan periset sejarah. Namun sayang tidak ada merespon sehingga saya coba mendiskusikan dengan seorang kawan yang memiliki kepedulian tentang kesundaan.
Kawan saya berpendapat bahwa Islam dan Sunda (khususnya dalam budaya) telah terjadi akulturasi. Bukan kompromi yang dapat diartikan sebagai dua entitas yang berhadapan tanpa ada kesepakatan untuk bersatu atau damai. Namun fenomena Islam masuk ke ranah budaya Sunda tidak seperti Kejawen, yang dapat dikatakan sebagai Islam yang ditafsirkan dalam budaya Jawa.