SUDAH lama aku tak bercerita tentang keresahan dan ketakberdayaan hidup. Namun kali ini aku ingin bercerita dari kisah seorang filsuf Muslim abad 12 Masehi yang dijatuhi hukuman mati karena pemikiran dan keyakinannya berbeda dengan ulama mayoritas. Siapakah ia?
Beliau adalah Syaikh Isyraqi Syihabuddin Yahya as-Suhrawardi, yang dihukum gantung oleh Sulthan Shalahudin al-Ayyubi. Filsuf yang wafat pada usia 35 tahun ini merupakan guru Malik Az-Zhahir, putra Sulthan Shalahudin al-Ayyubi.
Cerita ini kudapatkan dari buku “Hikayat-hikayat Mistis” karya Syaikh Al-Isyraq Syihabudin Yahya as-Suhrawardi. Aku ingin bercerita dari bagian “Suatu Hari Bersama Sekelompok Sufi”. Pada hikayat ini, penulis yang dikenal sebagai filsuf sekaligus sufi menyampaikan pengalaman intuitif dengan bahasa sastra. Ia bercerita, dirinya diajari seorang guru yang hingga dirinya paham tentang hakikat semesta dan kehidupan ini.