Selasa, 01 Maret 2022

Tempat Tinggal Saya Diskotik

TEMPAT tinggal saya diskotik alias di sisi kota saeutik. Ya, Kampung Curugdogdog di Kabupaten Bandung. Kawasan tempat tinggal saya asalnya pesawahan dan empang (balong). Kini, balong dan sawah sudah berubah menjadi kompleks perumahan. Beberapa parit airnya kini berwarna hitam. Sungai yang lebarnya sekira tiga meter juga alirannya tersendat karena sejumlah sampah bertumpuk dan airnya berwarna: hijau, coklat, dan hitam.

Senin, 28 Februari 2022

Menziarahi Pusara Ulama

Dr KH Jalaluddin Rakhmat, yang biasa disapa Kang Jalal, adalah sosok cendekiawan yang ramah dan murah senyum. Ia selalu menyapa orang dengan kalimat yang menyejukan. Kalau ada orang yang saat bersalaman coba mencium, segera menariknya.

Pernah saat selesai acara seminar, tangannya dicium seorang mahasiswa. Dengan cepat ia mencium kembali tangan mahasiswa tersebut. Sesuatu yang tidak biasa, tetapi memang itulah faktanya. Alih-alih ingin diperlakukan istimewa atau terhormat, lelaki kelahiran Bandung, 29 Agustus 1948 ini yang dikenal sebagai ilmuwan komunikasi dan peminat psikologi ini justru tidak demikian.

Jumat, 18 Februari 2022

Riyadhah: Uswah dan Amaliah

Tidak ada yang instan dalam hidup. Tidak ada perubahan yang hanya dengan membalik telapak tangan langsung terjadi. Tidak ada simsalabim abakatabrag. Hanya Allah yang mampu berbuat demikian. Manusia dan makhluk di alam semesta ini harus mengalami proses yang beruntun, teratur, dan sejalan dengan Kehendak-Nya. Kalau kehendak kita menyatu dengan Kehendak-Nya maka doa dan perubahan yang diinginkan akan terwujud. Tentu yang ini harus dilatih dan perlu proses dalam menjalaninya. Dalam tasawuf atau tarekat, proses tersebut disebut riyadhah (latihan-latihan) yang oleh penempuhnya wajib dijalani sambil tetap menjalankan syariat Islam atau ibadah-ibadah utama (mahdhah). 

Senin, 14 Februari 2022

Resensi buku Tafsir bil Matsur: Pesan Moral Alquran

Buku yang saya baca tuntas ini masih karya Jalaluddin Rakhmat. Judulnya Tafsir bil Matsur: Pesan Moral Alquran. Terbit tahun 1994 oleh penerbit Rosda Karya Bandung. Tebal buku 252+xii halaman. Terdiri dari 32 tulisan pendek ditambah pendahuluan dan lampiran. Bagian lampiran ini full teks Arab berupa kutipan utuh dari hadis dan riwayat, termasuk kitab, yang dirujuk dalam buku. Dari aspek ini saya kira penulisnya termasuk yang rajin membaca karena menunjukkan sumber yang digunakan dalam merangkai narasi. Tentu penulisnya juga piawai dalam mengolah, mengatur, dan merangkainya menjadi tulisan enak dibaca serta mudah dicerna akal.