Saya ingin terus menulis tentang yang
dialami diri. Setidaknya dengan dituliskan sedikit mereda gejolak diri dan
kemelutnya. Dan ini tentang peran manusia dalam konteks ruang dan waktu; yang
biasa disebut sejarah.
Harus diakui bahwa sejarah diperankan
oleh manusia dalam ruang dan waktu. Setiap peristiwa tidak lepas dari unsur
pelaku dan waktu. Peristiwa bisa diartikan ruang berlangsungnya kehidupan
manusia dan yang terdahulu disebut sejarah. Sekali lagi sejarah ini bagian dari
kemanusiaan, pencapaian, dan jejak. Manusia dan jejaknya tidak bisa dipisahkan.
Manusia dan waktu tidak bisa lepas. Saat lahir dari rahim bunda, itulah masuk
dalam ruang sejarah. Saat jerit tangis itulah ada waktu yang menjadi tanda
sekaligus jejak sang manusia.