Rabu, 06 Desember 2017

Aforisme Sejarah

Saya ingin terus menulis tentang yang dialami diri. Setidaknya dengan dituliskan sedikit mereda gejolak diri dan kemelutnya. Dan ini tentang peran manusia dalam konteks ruang dan waktu; yang biasa disebut sejarah.

Harus diakui bahwa sejarah diperankan oleh manusia dalam ruang dan waktu. Setiap peristiwa tidak lepas dari unsur pelaku dan waktu. Peristiwa bisa diartikan ruang berlangsungnya kehidupan manusia dan yang terdahulu disebut sejarah. Sekali lagi sejarah ini bagian dari kemanusiaan, pencapaian, dan jejak. Manusia dan jejaknya tidak bisa dipisahkan. Manusia dan waktu tidak bisa lepas. Saat lahir dari rahim bunda, itulah masuk dalam ruang sejarah. Saat jerit tangis itulah ada waktu yang menjadi tanda sekaligus jejak sang manusia.

Selasa, 28 November 2017

(Hadis) Pahala yang Membaca Shalawat

Diriwayatkan dari Imam ‘Ali al-Ridha as bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat 100 kali kepadaku di hari Jumat, Allah Ta‘ala menetapkan (mengabulkan) baginya 60 keperluan: 30 di dunia dan 30 di akhirat.”

[Syaikh Shaduq Abi Ja‘far Muhammad bin ‘Ali bin al-Husain bin Babawaih al-Qummi, Tsawab al-A‘mal wa ‘Iqab al-A‘mal, (Qum: Thali‘ah Nur, 1431 H), cet. 5, hal.188].

Sabtu, 25 November 2017

Selamat Hari Guru, Putra Sang Cendekiawan

Saya kembali menulis. Meski tak ada yang baca, biarlah ini menjadi bukti dari kebersatuan saya dalam dunia global. Ini tentang masa lalu. Yang terlewati. Sekira tahun 2002. Saya masih teringat. Saat masih mahasiswa di UIN Bandung. Saya termasuk pembaca buku. Modalnya hanya masuk perpustakaan dan pinjam buku. Lalu dibaca dan setelahnya dikembalikan. Saya baca satu buku karya cendekiawan Muslim yang kemudian dikenal sebagai tokoh Syiah di Bandung. Tulisannya mencerahkan dan menyajikan pengetahuan yang mudah dicerna. Dari buku-bukunya saya lantas mengenal tokoh-tokoh Islam di dunia, termasuk generasi awal Islam pascawafat Rasulullah Saw.
 
Kepada sosok cendekiawan itu, saya merasa penasaran. Ingin ketemu dan seorang teman mengantarkan saya pada majelisnya.

Senin, 06 November 2017

Historiografi: Rekonstruksionisme, Konstruksionisme, dan Dekonstruksionisme

Saya ingin berbagi sedikit informasi tentang historiografi, yang terkait dengan pemikiran kesejarahan dan aliran sejarah yang berkembang dalam studi sejarah kontemporer. Kajian ini pernah saya dapatkan dalam mata kuliah Ilmu Sosial Humaniora yang diampu oleh Dr Setia Gumilar dan mata kuliah Filsafat Sejarah oleh Dr Djodjo di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2016.

Tentang aliran historiografi (model dan bentuk penyusunan tulisan sejarah) bahwa Alun Munslow menyebutkan secara umum ada tiga karakter.[1]