“History is philosophy teaching by
examples,” kata Dionysus dari Halicarnassus. Sejarah memberikan kita contoh tentang kecintaan
kepada kebenaran. Leopold von Ranke
menegaskan bahwa “the first demand is pure love of truth.” Atau sejarah,
menurut salah seorang murid Ranke, adalah “not the truth and light; but a
striving for it, a sermon on it, a
consecration to it.”
Menurut muridnya yang lain, “History is
divine service in the broadest sense.” Bagikita, studi sejarah bukan hanya ingin mengungkapkan masa lalu “wie es
eigentlich gewesen” seperti yang diajarkan Ranke. Kita ingin studi sejarah seperti
kaum historisis dapat menunjukkan kepada kita “socially motivated
misrepresentations of the past” sehingga kita
menyadari kesalahan dalam memandang dan menafsirkan masa lalu.
