Jumat, 15 Mei 2015

Aa Gym dan MQ

Salam. Ini sekadar berbagi saja. Saya pernah beraktivitas di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Di bawah asuhan Aa Gym, saya mendapatkan
13371471512010495219

pencerahan berkaitan dengan agama, khususnya tentang ibadah dan orinsip hidup. Banyak rumus Manajemen Qalbu yang sempat saya hafalkan, tapi kini sudah hilang dari ingatan. Maklum, sekarang bukan lagi santri Aa Gym. Sekarang menjadi pembaca buku.

Nah… pada catatan kali  ini saya ingin berbagi tentang MQ yang saya pahami berdasarkan pengetahuan yang saya dapatkan selama beraktivitas di Daarut Tauhiid.

Manajemen Qalbu (MQ) merupakan konsep pedoman hidup Islami yang dicetuskan Pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), yang mengajarkan sebuah konsep baru Syiar Islam. MQ menawarkan untuk mengajak orang memahami hati atau qalbu, diri sendiri, agar mau dan mampu mengendalikan diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri. Jadi konsep MQ ini merupakan sebuah penyadaran yang dimunculkan atas kesadaran dirinya sendiri untuk menjadikan hidupnya lebih baik dan senantiasa berada dalam ridha Allah.

Sabtu, 09 Mei 2015

Perbedaan Esensial antara Sunni dan Syiah

SAYA merasa kesulitan untuk melihat perbedaan esensial dari mazhab Syiah dan Sunni, yang sama-sama bersumber dari agama Islam. Keduanya bukan hakikat agama, tetapi bentuk pemahaman agama yang berkembang dalam sejarah Islam pascawafat Rasulullah saw.

Sepanjang sejarah hingga sekarang ini masih terus saja kedua mazhab ini dipersoalkan. Bahkan di tingkat orangtua murid di sekolah dasar saja sampai ramai bincang soal mazhab Islam ini. Di situs media sosial ramai bicara Sunni dan Syiah.

Yang membuat saya geleng-geleng kepala, ada yang sampai berani bilang bukan Islam terhadap Syiah. Pasti yang bilang begitu tidak belajar sejarah, atau sekadar sebar omongan orang lain yang diyakininya sahih. Padahal, setiap omongan harusnya dikritisi dahulu sebelum dibenarkan.

Rabu, 06 Mei 2015

Hanya Karena Menulis Buku, Saya Dituding Syiah

Suatu hari ada yang kirim email berisi hujatan kepada mazhab Syiah dan menganggap saya seorang Syiah yang taqiah. Ini terkait buku yang saya tulis yang berjudul Aliran-Aliran dalam Islam (Penerbit Salamadani) dan saya hanya memberikan jawaban seadanya.

Saya katakan bahwa saya kagum kepada Iran yang berani menentang Amerika dan Israel ketimbang negeri-negeri Arab yang malah membantu/mendukung Israel atau  Amerika dengan membiarkan warga Muslim Palestina dan Lebanon dikejar-kejar dan diusir dari negerinya. Atau yang kini malah ikut serang Yaman bersama Israel dan Amerika. Padahal kita tahu Arab Saudi negeri orang-orang Islam. Mengapa serang Yaman? Tentu bukan soal mazhab, tetapi masalah politik dan ekonomi.

Sabtu, 25 April 2015

Gerentes Kuring

Manusa mah kenging ku geuring. Kenging ku cape. Sanajan dipapaksa oge mun geus teu kabadanan mah bakal mopo. Kahayang eleh ku waruga. Sanajan adug glajeur kitu kieu, hut het kumaha oge mun geus taya pangawasa badan mah moal laju. Kusabab kitu urang kedah syukuran. Kedah seueur tumarima.