Minggu, 11 September 2022

Memahami Sunni dan Syiah

DALAM sebuah koran nasional, Pak Haidar Bagir menulis bahwa ada tiga kesalahan penyerang Syiah.  Pertama, generalisasi. Sebagian besar argumentasi para pengecam Syi’ah  menggunakan metode memilih bahan-bahan tertentu atau  pandangan-pandangan khas anasir penulis dan ulama dari kalangan Syi’ah  dan kemudian menggeneralisasikannya atas pendapat kaum Syi’ah  seluruhnya.  Kedua, tidak terpeliharanya keseimbangan pandangan.  Ketiga, kurangnya perhatian pada perkembangan pandangan yang terjadi dalam mazhab apa pun, dalam hal ini mazhab Syi’ah. 

Sabtu, 10 September 2022

Mengapa Muhammadiyah Lahir? Tinjauan buku Api Sejarah

PADA tahun 1912, kekuatan umat Islam di Surakarta dan Yogyakarta sudah dipatahkan penjajah. Keduanya telah dikelilingi pusat-pusat pendidikan Kristenisasi dari Ungaran, Salatiga, Boyolali, Kebumen, dan Magelang sebagai pusat pendidikan serdadu Belanda. Sunan Surakarta dan Sultan Yogyakarta hanya memiliki gelar semata karena semuanya dikuasai pemerintah kolonial Belanda. Akibat tidak ada sandaran kekuatan, akhirnya kaum Muslim ditindas, miskin, kelaparan, dan berbagai wabah penyakit menimpa. Kondisi itulah yang terjadi pada masyarakat Indonesia (pra merdeka) akibat diberlakukannya sistem Tanam Paksa yang berlangsung selama 93 tahun (1245-1338 H/1830-1919 M). 

Jumat, 09 September 2022

Kurma Azwa (bisa) Cegah Sihir

SEBAGAI bahan makanan kaya gizi, sayuran dan buah-buahan adalah sumber utama serat mikro yang sangat diperlukan dalam sistem metabolisme tubuh manusia. Selain memperlancar gerakan usus (peristaltik), keberadaan serat mikro pun sangat membantu proses metabolisme kolesterol dan lemak tubuh lainnya. 

Sabtu, 03 September 2022

Tarikh Nabi: ISRA MIRAJ

Peristiwa spiritual Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual. Dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dalam semalam: dari rumah Ummu Hani (saudara perempuan Ali) di Makkah, yang menunggang kendaraan yang kecepatannya seperti kilatan cahaya (buraq) menuju Masjid Aqsa, Palestina. Dari Masjid Aqsa ini Rasulullah saw melanjutkan perjalanannya ke langit dan berakhir di Sidratul Muntaha.[1] Di tempat inilah Nabi mendapat perintah shalat yang jumlahnya tujuh belas rakaat. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Quran surah Al-Isra dan An-Najm.