Buku Tareh Rasulullah karya Abdullah Mustappa ini
diterbitkan Geger Sunten tahun 2007. Tebalnya 217 halaman. Dapat disebut buku
sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, khususnya
pada periode Makkah. Buku ini tidak hanya menyajikan peristiwa sejarah, tetapi
juga mengangkat keteladanan Rasulullah dalam menghadapi berbagai tantangan
dakwah.
Buku berbahasa Sunda ini berasal dari tulisan berseri yang pernah diterbitkan di majalah, kemudian dihimpun menjadi satu kesatuan. Bentuk penulisan tersebut membuat kisahnya mengalir dan membawa pembaca mengikuti perjalanan hidup Rasulullah secara bertahap.
Menyusuri Periode Makkah
Kisah dimulai dari masa kecil Nabi Muhammad SAW, termasuk
pengasuhan oleh Halimah As-Sa'diyah serta peran Abdul Muthalib dan Abu Thalib
dalam kehidupan beliau. Narasi kemudian berlanjut pada masa kenabian dan
perjuangan menyampaikan risalah Islam di tengah penolakan kaum Quraisy.
Sejumlah peristiwa penting dibahas, seperti pemboikotan
terhadap umat Islam, perlindungan Abu Thalib, perjalanan dakwah ke Thaif, dan
peristiwa Isra Mikraj. Pembahasan berakhir pada situasi menjelang hijrah ke
Madinah, ketika tekanan kaum Quraisy semakin berat.
Dengan demikian, buku ini berfokus pada periode Makkah dan
belum membahas perjalanan Rasulullah setelah hijrah hingga wafatnya. Pembatasan
ini perlu diperhatikan agar pembaca memahami bahwa Tareh Rasulullah
belum mencakup keseluruhan sirah nabawiyyah.
Bahasa yang Populer dan Mudah Dipahami
Keunggulan buku ini adalah penggunaan bahasa Sunda yang
populer, alami, dan mudah dipahami. Berbeda dengan sejumlah karya sejarah Islam
berbahasa Sunda yang menggunakan gaya sastra klasik dengan kosakata kompleks,
Abdullah Mustappa memilih bahasa yang lebih akrab dengan keseharian masyarakat.
Latar belakang penulis sebagai wartawan senior sekaligus
sastrawan turut memberi warna pada penyajiannya. Kisah sejarah dirangkai dalam
narasi yang mengalir dan enak dibaca, tanpa kehilangan nilai keteladanan yang
ingin disampaikan.
Gaya bahasa tersebut membuat buku ini berpotensi menjangkau
pembaca dari berbagai kalangan, termasuk pelajar SD, SMP, dan SMA. Selain
memperkenalkan sejarah kehidupan Nabi, buku ini juga dapat menjadi sarana
menumbuhkan minat baca sekaligus mendekatkan generasi muda kepada bahasa Sunda.
Keteguhan Dakwah dan Optimisme Rasulullah
Di balik kisah sejarahnya, Tareh Rasulullah menghadirkan
pelajaran tentang kesabaran, keberanian, dan keteguhan dalam memperjuangkan
kebenaran. Salah satu contoh yang menonjol ialah perjalanan dakwah Rasulullah
ke Thaif, ketika beliau menghadapi penolakan dan perlakuan kasar.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan tidak
selalu menghasilkan penerimaan secara langsung. Meski menghadapi kesulitan,
Rasulullah tetap melanjutkan dakwah dengan harapan dan pandangan jauh ke depan.
Keteladanan ini mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan kesabaran, konsistensi,
dan optimisme.
Kisah pemboikotan Quraisy serta perlindungan Abu Thalib juga
memperlihatkan kompleksitas perjuangan Rasulullah dalam menghadapi tekanan
sosial. Dengan membaca buku ini, pembaca diajak memahami bahwa dakwah bukan
sekadar menyampaikan ajaran agama, melainkan juga menghadapi tantangan
masyarakat dan mempertahankan keyakinan di tengah kesulitan. Inilah relevansi
masa lalu dengan masa kini. Bahwa sejarah tidak berhenti sebagai catatan masa
lalu, tetapi menjadi sumber refleksi untuk menghadapi persoalan kehidupan.
Sekadar informasi saja, buku ini cakupan pembahasannya yang
berhenti pada periode Makkah. Perjalanan Rasulullah setelah hijrah, termasuk
pembentukan masyarakat Madinah dan berbagai peristiwa penting hingga akhir
hayat beliau, belum diuraikan. Atau memang saya belum menemukan buku
lanjutannya. Semoga bisa mendapatkannya agar makin komprehensif wawasan sejarah
Nabi yang dipelajari sejak kecil dan makin utuh kisahnya.
Penutup
Tareh Rasulullah karya Abdullah Mustappa merupakan
bacaan sejarah Islam berbahasa Sunda yang menarik, terutama karena kemampuannya
menyajikan kisah Nabi Muhammad SAW melalui bahasa yang dekat dengan masyarakat.
Gaya penuturannya yang ringan membuat buku ini layak dibaca oleh pelajar maupun
masyarakat umum.
Lebih dari sekadar mengenalkan peristiwa sejarah, buku ini
mengajak pembaca mengambil hikmah dari keteguhan dakwah, kesabaran menghadapi
penolakan, dan optimisme Rasulullah dalam memperjuangkan risalah Islam. Melalui
bahasa Sunda yang membumi, Abdullah Mustappa menunjukkan bahwa sejarah Nabi
dapat disampaikan secara sederhana, menarik, dan tetap sarat makna. Yuk kita
baca agar dapat meneladani Rasulullah SAW. *** (ahmad sahidin)
