Judul buku ini dapat dimaknai
sebagai cermin dari sejarah Islam. Melalui kisah tokoh-tokoh Islam, Ajip Rosidi
mengajak pembaca menemukan teladan (uswah) yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Gagasan ini terasa relevan di tengah krisis keteladanan,
ketika generasi muda terkadang lebih mengenal selebritas daripada tokoh-tokoh
besar dalam sejarah Islam.
Salah satu teladan yang disoroti
ialah kesederhanaan hidup Nabi Muhammad SAW. Meskipun menjadi pemimpin umat,
Nabi tidak menjadikan kekayaan dan kemewahan sebagai tujuan hidup. Beliau
menjalani kehidupan sederhana, bahkan sering menghadapi keterbatasan makanan.
Kepentingan umat, pengabdian kepada Allah, dan kehidupan akhirat lebih
diutamakan daripada kemewahan duniawi.
Selain kesederhanaan, kisah Nabi
dan para sahabat mengajarkan pentingnya kejujuran, keadilan, pengorbanan, dan
kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut bukan sekadar bagian dari sejarah yang
patut dikagumi, melainkan pedoman yang perlu diwujudkan dalam kehidupan
keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.
Melalui buku ini, Ajip Rosidi
mengingatkan bahwa sejarah Islam bukan hanya catatan masa lalu, tetapi juga
cermin untuk mengevaluasi diri. Mengenal tokoh-tokoh Islam akan lebih bermakna
apabila kita berusaha meneladani akhlak dan perjuangan mereka.
Sebagai penutup, mari kita
doakan almarhum Ajip Rosidi. Semoga Allah SWT menerima amal kebaikannya. Semoga
pula Eunteung Tina Tarikh Islam menginspirasi kita untuk menjadikan sejarah
sebagai sumber hikmah dan membangun kehidupan yang lebih jujur, adil, serta
sederhana. Cag! ***