Rabu, 31 Desember 2025

Membaca Masa Depan Indonesia melalui Metahistory dan Filsafat Sejarah

Sejarah sering dipahami sebagai kumpulan peristiwa masa lalu: tanggal, tokoh, dan kejadian yang berurutan. Namun dalam pandangan filsafat sejarah, sejarah bukan sekadar apa yang terjadi, melainkan bagaimana manusia memberi makna terhadap apa yang terjadi. Di sinilah gagasan metahistory menjadi penting—yakni cara berpikir tentang sejarah di balik sejarah itu sendiri.

Senin, 29 Desember 2025

Semangat Welas Asih dalam buku Manifesto Islam Cinta

Di tengah dunia yang semakin bising oleh konflik, kebencian, dan polarisasi atas nama agama, buku Manifesto Islam Cinta karya Dr. Haidar Bagir hadir sebagai sebuah oase. 

Buku yang relatif tipis iini justru menyimpan kedalaman makna yang luar biasa. Ia bukan hanya sebuah buku, tetapi sebuah ajakan spiritual dan intelektual untuk kembali menemukan wajah asli Islam: wajah yang penuh cinta, welas asih, dan rahmat.

Sabtu, 27 Desember 2025

Metahistory dan Rekonstruksi Sejarah: Dialog Hayden White, Hegel, Ibn Khaldun, dan Foucault

Sejarah tidak pernah hadir sebagai masa lalu yang utuh dan transparan. Ia selalu sampai kepada kita melalui proses seleksi, penafsiran, dan penyusunan ulang. 

Dalam filsafat sejarah dan historiografi modern, kesadaran inilah yang menjadi fondasi pemikiran metahistory, terutama sebagaimana dikembangkan oleh Hayden White. 

Melalui pendekatan ini, sejarah dipahami bukan sekadar sebagai rekaman fakta, melainkan sebagai hasil rekonstruksi naratif yang sarat makna.

Selasa, 23 Desember 2025

Dari Mimpi menuju The End of History

Tadi malam saya bermimpi berada di sebuah tempat yang cukup jauh dan sangat luas. Tempat itu menyerupai sebuah gereja—bangunannya besar, lapang, dan terbuka—namun suasananya hidup dan penuh aktivitas. Di sana berlangsung sebuah kegiatan yang menyerupai seminar. Bukan ibadah ritual, melainkan pertemuan intelektual dan reflektif yang membahas persoalan keagamaan, kemanusiaan, dan terutama pencegahan kerusakan lingkungan serta masa depan manusia.

Suasana seminar terasa sangat seru dan menggugah. Para pemateri menyampaikan pandangan dengan bahasa yang mudah dipahami, sesekali diselingi diskusi dan tanggapan dari peserta. Kami menyimak dengan antusias, seakan merasa bahwa apa yang dibicarakan bukan sekadar teori, melainkan sesuatu yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari: tentang alam yang kian rusak, tanggung jawab moral manusia, dan arah peradaban di masa depan. 

Selasa, 02 Desember 2025

Ketika Pintu Belum Terbuka: Sebuah Mimpi dan Refleksi ala Ibnu Qayyim

Pada suatu malam yang sunyi, hadir sebuah mimpi yang mengendap seperti pesan yang belum selesai dibacakan. Dalam mimpi itu, aku bertemu dengan guru besar—sosok yang selama ini menjadi penuntun dan cahaya dalam perjalanan ilmu. 

Kami berpapasan di sebuah tempat yang tak sepenuhnya kukenal, namun terasa dekat di batin. Beliau memandangku, aku pun memandang balik, seolah ada salam yang ingin diucapkan. Namun sebelum kata-kata menemukan jalannya, sang guru justru melangkah cepat, memasuki sebuah ruangan yang penuh tamu, penuh orang yang tampak siap mendengar sesuatu yang sangat penting.

Aku mengikuti langkah itu. Ruangan itu seperti majelis yang sarat makna—penuh perhatian, penuh kehormatan, penuh cahaya ilmu. Aku mencoba memasuki ruangan tersebut, namun sebuah dorongan tak tampak menggiringku kembali keluar. Aku tidak diizinkan untuk masuk. Aku hanya berdiri di ambang pintu, melihat tetapi tidak terlibat, dekat namun tetap di luar.

Mimpi itu meninggalkan jejak tanya: Mengapa aku tidak boleh masuk? Apa makna berada di luar ketika guru besar sedang menyampaikan sesuatu yang berharga? 

Senin, 24 November 2025

Dalam Mimpi, Saya Dianggap Komunis: Analisa Sadra dan Heidegger

Mimpi lagi. Kali ini tentang bapak. Ia seorang kyai di kampung. Ia fanatik dengan agama, sehingga yang mengkritik dan bersebrangan dengan pendapatnya disebut komunis dan tidak beragama.

Pengetahuan tentang komunis sebagai paham orang tak beragama dan benci agama, ia dapatkan dari obrolan dengan orang lain. Ia pegang saja tanpa kritisi atau konfirmasi pada ahlinya. Bahkan tidak merujuk pada sumbernya. Dapat dimaklumi karena akses pada khazanah tersebut terbatas.

Saya pun dianggap komunis karena memberikan pendapat tentang agama, yang bersebrangan dengan paham bapak.  

Sabtu, 13 September 2025

Buku Rindu Rasul: Jemputlah Dia yang Menggumamkan Namamu!

Ini bagian perdana isi buku Rindu Rasul karya Kang Jalal. Dibuka dengan penuturan Kang Jalal tentang kesadaran awal cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Masih ingat dengan kisah Mas Darwan. Inilah yang membangun kesadaran cinta Kang Jalal kepada Rasulullah SAW dan Keluarganya. 

Sabtu, 23 Agustus 2025

Membangun Generasi Berkarakter dan Kompeten: Integrasi Pendidikan Karakter dan Life Skill

Dalam dunia pendidikan modern, hubungan antara sekolah, kualitas pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan life skill menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan pribadi yang utuh — cerdas secara intelektual, kuat dalam karakter, dan terampil dalam kehidupan. SMP Bahtera Bandung hadir sebagai salah satu institusi pendidikan yang mengintegrasikan semua aspek tersebut melalui pendekatan yang khas dan bermakna. 

Jumat, 22 Agustus 2025

Refleksi Hari Kemerdekaan: Antara Keceriaan dan Keteladanan dalam Pendidikan Bangsa

Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia larut dalam euforia perayaan hari kemerdekaan. Dari gang-gang sempit hingga alun-alun kota atau sekolah-sekolah pun perayaan dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang meriah—lomba-lomba, parade budaya, pentas seni, dan pesta tawa bersama warga. Ini adalah ekspresi yang wajar. Ulang tahun—baik individu maupun bangsa—memang identik dengan keceriaan. Namun, apakah euforia ini sudah mencerminkan makna terdalam dari kemerdekaan?

Kemerdekaan Bukan Sekadar Kegembiraan

Selasa, 19 Agustus 2025

(Buku) CERITERA DIPATI UKUR: KARYA SASTRA SEJARAH SUNDA

DI Tatar Sunda terdapat tokoh-tokoh yang terkenal. Saking hebatnya ada yang sampai disakralkan. Di antara tokoh yang kerap hidup dalam memori kolektif masyarakat Sunda adalah Bagenda Ali (bin Abi Thalib), Abdul Qadir Jaelani, Prabu Siliwangi, dan Dipati Ukur. 

Dua nama yang pertama dikenal pada kalangan masyarakat Islam Sunda. Sedangkan dua nama yang terakhir populer pada kalangan masyarakat Sunda yang memliki orientasi kebudayaan dan merindukan kejayaan Sunda.

Rabu, 09 Juli 2025

Membangun Akhlak di Sekolah: Integrasi Pendidikan Agama dan Deep Learning [by Ahmad Sahidin]

Krisis akhlak di sekolah—ditandai dengan maraknya ucapan kasar, perundungan (bullying), dan hilangnya empati—merupakan tanda serius dari kemerosotan moral di kalangan pelajar. Lingkungan rumah yang tidak kondusif, seperti minimnya pendidikan agama, kekerasan, atau komunikasi buruk, sering kali memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan komprehensif yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, serta transformasi dalam sistem pembelajaran.

Minggu, 22 Juni 2025

Menziarahi Sunan Gresik, Sunan Giri, dan Sunan Ampel

Kafilah ziarah IJABI Jawa Barat bergerak menuju pusara Sunan Gresik, Sunan Giri dan Sunan Ampel. Meski diguyur hujan terus gerak menuju makam.

Kami bergerak menuju makam waliyullah di Gresik. Sunan Gresik dilekatkan pada Syaikh Maulana Malik Ibrahim (lahir: 1401 dan wafat: 1419). Daerah dakwah meliputi Gresik, Jawa Timur. Lokasi makam di tengah kota dan pinggiran jalan. Dari bangunan dan area tidak istimewa. Posisi makamnya di bawah dan orang-orang yang ziarah di atasnya. Dikelilingi besi. 

Jumat, 25 April 2025

Menziarahi Sunan Muria, Sunan Bonang dan Sunan Drajat

Ziarah bersama kafilah IJABI Jawa Barat ini berkesan untuk saya. Maklum saya jarang keluar kota. Ziarah adalah ibadah penuh renungan historis. Tapi kali ini beda. Perjalanan ziarah  kali ini membuat sport jantung, yaitu saat ke makam Sunan Muria. Lokasinya di puncak Gunung Muria, sekira 900 dpl. 

Dari parkiran bus menuju makam cukup jauh dan harus menggunakan ojeg motor. Saat naik motor ini, adrenalin diuji dan orang yang punya sakit jantung disarankan tidak ikut. 

Senin, 31 Maret 2025

Sakit Perut

Kata "sakit perut" punya beberapa makna. Di antaranya ingin buang air besar akibat makan yang serba pedas atau masuk angin. Ini yang pertama. Kedua adalah terasa sakit saat tertawa karena menyimak atau nonton komedi yang lucu. Ketiga adalah senang. Yang ini saya tidak begitu paham.

Rabu, 05 Februari 2025

Menziarahi Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus


Selesai dari Sunan Gunung Jati, kafilah ziarah PW IJABI JABAR bergerak menuju makam Sunan Kalijaga dan makam Sunan Kudus.

Wali kedua yang diziarahi adalah Sunan Kalijaga (1450-1513 M). Daerah dakwah di Demak, Jawa Tengah. Populer disebut Raden Syahid. Bukan keturunan Arab. Dalam film senantiasa berpakaian khas Jawa. Memiliki kesaktian hingga mengalahkan Syaikh Siti Jenar. Juga medukung Raden Fatah dalam memegang tampuk Kesultanan Demak.

Jumat, 31 Januari 2025

Menziarahi Sunan Gunung Jati

Alhamdulillah terlaksana ziarah Walisongo. Tanggal 25-28 Januari 2025 bersama Pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PW IJABI) Jawa Barat. Mulai dari Sunan Gunung Jati di Cirebon hingga berakhir di Syaikh Kholil di Bangkalan, Madura.

Perjalanan dari Bandung dini hari berhenti di Masjid Cipta Rasa. Di sini kami shalat shubuh jamaah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati (1448-1568 M.) sebagai sarana ibadah dan pertemuan dengan rakyat.