Harus diakui buku terjemahan itu ada yang enak dibaca dan ada juga yang tidak enak dibaca. Apalagi penyuntingnya bukan yang ahli dalam bidangnya, dipastikan harus ekstra fokus membacanya. Berulang-ulang sampai substansi dari kalimatnya benar-benar dapat dicerna alias nempel di memori.
Ini yang saya alami saat baca buku Tafsir Al-Fatihah, Al-Insan, Al-Qadr, Al-Ikhlas: Seri Min Wahy Al-Quran karya Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah.Buku ini tebalnya 184 halaman. Terbit pada Ramadhan 2021 oleh Penerbit Marja Bandung kerjasama Yayasan Bahtera Cinta Al-Mustofa. Saya dapat buku ini dari seorang kawan.