Selasa, 19 Agustus 2025

(Buku) CERITERA DIPATI UKUR: KARYA SASTRA SEJARAH SUNDA

DI Tatar Sunda terdapat tokoh-tokoh yang terkenal. Saking hebatnya ada yang sampai disakralkan. Di antara tokoh yang kerap hidup dalam memori kolektif masyarakat Sunda adalah Bagenda Ali (bin Abi Thalib), Abdul Qadir Jaelani, Prabu Siliwangi, dan Dipati Ukur. 

Dua nama yang pertama dikenal pada kalangan masyarakat Islam Sunda. Sedangkan dua nama yang terakhir populer pada kalangan masyarakat Sunda yang memliki orientasi kebudayaan dan merindukan kejayaan Sunda.

Rabu, 09 Juli 2025

Membangun Akhlak di Sekolah: Integrasi Pendidikan Agama dan Deep Learning [by Ahmad Sahidin]

Krisis akhlak di sekolah—ditandai dengan maraknya ucapan kasar, perundungan (bullying), dan hilangnya empati—merupakan tanda serius dari kemerosotan moral di kalangan pelajar. Lingkungan rumah yang tidak kondusif, seperti minimnya pendidikan agama, kekerasan, atau komunikasi buruk, sering kali memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan komprehensif yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, serta transformasi dalam sistem pembelajaran.

Minggu, 22 Juni 2025

Menziarahi Sunan Gresik, Sunan Giri, dan Sunan Ampel

Kafilah ziarah IJABI Jawa Barat bergerak menuju pusara Sunan Gresik, Sunan Giri dan Sunan Ampel. Meski diguyur hujan terus gerak menuju makam.

Kami bergerak menuju makam waliyullah di Gresik. Sunan Gresik dilekatkan pada Syaikh Maulana Malik Ibrahim (lahir: 1401 dan wafat: 1419). Daerah dakwah meliputi Gresik, Jawa Timur. Lokasi makam di tengah kota dan pinggiran jalan. Dari bangunan dan area tidak istimewa. Posisi makamnya di bawah dan orang-orang yang ziarah di atasnya. Dikelilingi besi. 

Jumat, 25 April 2025

Menziarahi Sunan Muria, Sunan Bonang dan Sunan Drajat

Ziarah bersama kafilah IJABI Jawa Barat ini berkesan untuk saya. Maklum saya jarang keluar kota. Ziarah adalah ibadah penuh renungan historis. Tapi kali ini beda. Perjalanan ziarah  kali ini membuat sport jantung, yaitu saat ke makam Sunan Muria. Lokasinya di puncak Gunung Muria, sekira 900 dpl. 

Dari parkiran bus menuju makam cukup jauh dan harus menggunakan ojeg motor. Saat naik motor ini, adrenalin diuji dan orang yang punya sakit jantung disarankan tidak ikut.