Perkara yang menjadi sasaran tembak dari orang-orang yang tidak paham dengan ajaran Islam mazhab Syiah adalah nikah mut’ah, Al-Quran yang berbeda, taqiyah, dan dianggap agen zionis Israel dan Amerika. Untuk yang terakhir ini, kalau dilihat dari fakta justru yang menentang Amerika dan Israel adalah orang-orang Syiah dari Lebanon, Iran, dan Irak. Sangat tidak mungkin kalau agen menentang komando dari yang dijadikan sandaran dalam kegiatannya. Dibandingkan negeri-negeri Arab yang mayoritas mazhab Sunni, justru negeri-negeri yang dihuni Muslim Syiah yang berani melawan Israel dan Amerika. Negeri-negeri Arab malah mendukung Israel atau Amerika dengan membiarkan warga Palestina diusir dari negerinya.
Sabtu, 11 Februari 2023
Jumat, 10 Februari 2023
Prinsip Keyakinan Sunni dan Syiah
Apabila melihat prinsip-prinsip agama (ushuluddin) dari Sunni maupun Muslim Syiah terdapat kesamaan. Kaum Sunni meyakini bahwa seorang Muslim atau Muslimah harus percaya kepada Allah. Begitu juga dalam mazhab Syiah, tetapi dengan bahasa yang berbeda, yaitu Tauhid (mengesakan Allah).
Kamis, 09 Februari 2023
Memahami Hadis kaum Sunni dan Syiah
Ada selintingan bahwa pengikut Islam Syiah tidak percaya pada hadis Muslim dan Bukhari serta membenci sahabat dan istri Nabi Muhammad saw. Bahkan dalam situs-situs banyak disebutkan demikian. Benarkah situs-situs tersebut ditulis oleh orang yang ahli dalam Syiah atau ahli Syiah alias pengikut Syiah? Saya yakin mereka bukan orang Syiah atau orang yang mempelajari Syiah dengan benar-benar. Mereka hanya menyampaikan yang di dengar atau ditulis tentang Syiah dari yang benci dan tidak suka pada mazhab Syiah.
Rabu, 08 Februari 2023
Memetakan Aliran Islam Modern
Kalau berpijak kepada Prof Harun Nasution bahwa aliran-aliran Islam modern dapat dilacak dari awal abad modern yang ditandai dengan munculnya gerakan pembaruan Islam (tajdiyah). Secara pola pemikiran, Islam modern dibagi dalam dua model: ekstrem dan progres. Untuk gerakan tajdiyah ekstrem dapat dilihat dari gerakan kaum revivalis Islam pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang dipelopori oleh gerakan Wahabiyah di Arab, Sanusiyah di Afrika Utara, Fulaniyah di Afrika Barat, dan gerakan Paderi di Sumatera (Indonesia).