Kamis, 14 Juli 2022

Mengupas Buku Api Sejarah (2)

Kemudian seorang dosen UIN Bandung masuk dan memberikan komentar bahwa soal penggambaran sejarah Islam yang penuh dengan peperangan dan pertumpahan darah di perguruan tinggi sangat terbuka. Itu soal kekayaan data dan fakta. Harus diakui, buku-buku sejarawan Barat seringkali lebih kaya akan data dan fakta sehingga lebih memiliki kekuatan. Yang diperlukan bukan pembelaan bahwa "tidak mungkin sejarah Islam penuh dengan peperangan dan pembunuhan" tapi sejauh mana para sejarawan Muslim mampu menuliskan sejarahnya sendiri yang ilmiah dan ini belum banyak dilakukan. Harap dicatat, kita membaca uraian sejarah seperti itu jutsru dari para penulis Muslim sendiri misalnya dari buku-buku Harun Nasution yang sangat berpengaruh di UIN. Harun menuliskan sejarahnya juga menggunakan sumber-sumber barbahasa Arab. 

Rabu, 13 Juli 2022

Mengupas Buku Api Sejarah (1)

TULISAN ini bermula dari sebuah diskusi tentang buku Api Sejarah (jilid 1) karya Ahmad Mansur Suryanegara yang terbit 2009 oleh Salamadani Publishing. Saya dan teman kemudian mendiskusikan kembali. 

Dari diskusi itu kemudian melebar pada problem yang bersifat ideologis dan metodologi sejarah. Pembahasan yang menjadi perbincangan adalah mengenai komentar salah seorang  alumni S2 (Sejarah) Universitas Indonesia, yang menyebutkan bahwa buku Api Sejarah merupakan historigrafi Islam Indonesia yang bisa disebut utuh. Bahkan, ia juga menyayangkan buku tersebut tidak muncul dari sejarawan lulusan UIN atau dosen sejarah di perguruan tinggi Islam, malah lahir dari dosen sejarah Universitas Padjajaran Bandung yang disebutnya sekuler. Beliau juga memberikan sejumlah kritik terhadap pola pengajaran dan kurikulum jurusan sejarah di UIN yang mengekor pada Barat.  

Selasa, 05 Juli 2022

Selamat Milad ke 22 untuk IJABIyyun

Tanggal 1 Juli 2000 silam, ormas Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) dideklarasikan di Gedung Merdeka Kota Bandung. Kang Jalal (almarhum Jalaluddin Rakhmat) menjadi pimpinan tertinggi dan sebagai ketua dewan syura. Beliau memandu ormas ini sekira 20 tahun. Banyak kontribusi yang ditorehkan olehnya di ormas IJABI. Mulai dari pikiran sampai urusan finansial, bahkan Ijabiyyun (anggota dan pengurus IJABI) banyak dibantu oleh Kang Jalal. Apalagi kontribusi ilmu, kajian keagamaan, dan teladan kemanusiaan dan moral kebangsaan. Tidak diragukan lagi.

Minggu, 03 Juli 2022

Siapakah yang Berhak Sukses?

Sore kemarin saya membuka-buka buku yang berjilid hardcover hitam dengan foto seseorang sedang duduk di meja kerja. Wajahnya kalem, tetapi sedikit serius. Memakai kacamata dengan pandangan fokus ke depan (seperti sedang mengamati sebuah arah kehidupan masa depan). Belakangnya terpampang sebuah jam antik dan deretan buku yang sedikit rapi (seperti yang telah dibaca kemudian disimpan lagi). Bagian atas cover tertulis: N. SYAMSUDDIN CH.HAESY, “PLATINUM TRACK” dan bagian bawah tertera: Pengantar: Sofyan A. Djalil (Menteri Negara BUMN).