Tahlilan bagi masyarakat Islam Indonesia bukan
hal yang aneh, khususnya masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) yang bermazhab
Ahlussunah (Sunni). Kegiatan baca Quran dan doa bersama ini biasanya
diselenggarakan setelah penguburan jenazah di rumah yang sedang berduka atau
masjid yang berdekatan.
Yang hadir biasanya jamaah masjid, tetangga,
dan saudara-saudara terdekat yang berduka. Kegiatan ini berlangsung mulai hari
pertama sampai ketujuh. Kemudian di sambung hari keempatpuluh dan hari
keseratus. Selanjutnya setiap tahun ketika tiba pada hari wafatnya seseorang;
maka disebut haul.
Kegiatan tahlil dilakukan juga oleh kaum
Muslim Syiah atau pengikut mazhab Ahlulbait. Saya pernah menghadiri tahlilan
wafatnya seorang Muslim Syiah. Tahlilan yang digelar Muslimin Syiah hanya hari
pertama dan hari empat puluh.
