Selasa, 02 Desember 2025

Ketika Pintu Belum Terbuka: Sebuah Mimpi dan Refleksi ala Ibnu Qayyim

Pada suatu malam yang sunyi, hadir sebuah mimpi yang mengendap seperti pesan yang belum selesai dibacakan. Dalam mimpi itu, aku bertemu dengan guru besar—sosok yang selama ini menjadi penuntun dan cahaya dalam perjalanan ilmu. 

Kami berpapasan di sebuah tempat yang tak sepenuhnya kukenal, namun terasa dekat di batin. Beliau memandangku, aku pun memandang balik, seolah ada salam yang ingin diucapkan. Namun sebelum kata-kata menemukan jalannya, sang guru justru melangkah cepat, memasuki sebuah ruangan yang penuh tamu, penuh orang yang tampak siap mendengar sesuatu yang sangat penting.

Aku mengikuti langkah itu. Ruangan itu seperti majelis yang sarat makna—penuh perhatian, penuh kehormatan, penuh cahaya ilmu. Aku mencoba memasuki ruangan tersebut, namun sebuah dorongan tak tampak menggiringku kembali keluar. Aku tidak diizinkan untuk masuk. Aku hanya berdiri di ambang pintu, melihat tetapi tidak terlibat, dekat namun tetap di luar.

Mimpi itu meninggalkan jejak tanya: Mengapa aku tidak boleh masuk? Apa makna berada di luar ketika guru besar sedang menyampaikan sesuatu yang berharga? 

Senin, 24 November 2025

Dalam Mimpi, Saya Dianggap Komunis: Analisa Sadra dan Heidegger

Mimpi lagi. Kali ini tentang bapak. Ia seorang kyai di kampung. Ia fanatik dengan agama, sehingga yang mengkritik dan bersebrangan dengan pendapatnya disebut komunis dan tidak beragama.

Pengetahuan tentang komunis sebagai paham orang tak beragama dan benci agama, ia dapatkan dari obrolan dengan orang lain. Ia pegang saja tanpa kritisi atau konfirmasi pada ahlinya. Bahkan tidak merujuk pada sumbernya. Dapat dimaklumi karena akses pada khazanah tersebut terbatas.

Saya pun dianggap komunis karena memberikan pendapat tentang agama, yang bersebrangan dengan paham bapak.  

Sabtu, 13 September 2025

Buku Rindu Rasul: Jemputlah Dia yang Menggumamkan Namamu!

Ini bagian perdana isi buku Rindu Rasul karya Kang Jalal. Dibuka dengan penuturan Kang Jalal tentang kesadaran awal cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Masih ingat dengan kisah Mas Darwan. Inilah yang membangun kesadaran cinta Kang Jalal kepada Rasulullah SAW dan Keluarganya. 

Sabtu, 23 Agustus 2025

Membangun Generasi Berkarakter dan Kompeten: Integrasi Pendidikan Karakter dan Life Skill

Dalam dunia pendidikan modern, hubungan antara sekolah, kualitas pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan life skill menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan pribadi yang utuh — cerdas secara intelektual, kuat dalam karakter, dan terampil dalam kehidupan. SMP Bahtera Bandung hadir sebagai salah satu institusi pendidikan yang mengintegrasikan semua aspek tersebut melalui pendekatan yang khas dan bermakna.