Menurut Hasan Mustapa, setelah mencapai (mengalami) tahap akhir Gelaran Sasaka Di Kaislaman (untuk menjadi manusia sempurna) seseorang harus memahami (meyakini) perjalanan ketuhanan dan proses penciptaan alam semesta.
Proses perjalanan spiritual yang dibahas Hasan Mustapa ini terangkum dalam naskah Martabat Tujuh. Kalau dilihat dari khazanah sufistik, konsep Martabat Tujuh merupakan adaptasi dari teori kosmologi yang dikemukakan Syaikh Syamsuddin Pasai.