Saya tersentak dengan kutipan riwayat yang tercantum pada buku yang ditulis Lesley Hazleton, "After the Prophet" (New York: Anchor Books, 2009) halaman 172 (paragraf 2) bahwa Muawiyah punya baju pemberian Nabi dan potongan kukunya yang ia simpan. Saat dalam kondisi sakit meminta kalau ia mati agar dikubur dengan dua benda tersebut.
Senin, 10 Juni 2019
Sabtu, 01 Juni 2019
Resensi buku Islam Mazhab Indonesia
MB.Hooker dari Australia menulis buku yang diterjemahkan dengan judul "Islam Mazhab Indonesia". Diterbitkan Teraju Mizan dan diberi pengantar oleh Prof Muhammad Quraish Shihab.
Buku ini menarik dari judulnya karena telah merepresentasikan Islam di Indonesia dengan empat lembaga: Persatuan Islam/Persis, Nahdlatul Ulama/NU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia/MUI.
Lembaga keislaman lainnya tidak masuk, seperti PUI/Persatuan Umat Islam dan lainnya. Meski tidak disebutkan dengan jelas tentang pilihan risetnya, Hooker cukup mengena saat memilah umat Islam Indonesia dalam konteks modern dan masa orde lama, yang masa itu perjuangan identitas umat Islam sangat kentara, bahkan terjadi dialog dengan kaum nasionalis. Sehingga proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ada peran intelektual dari umat Islam. Tentu pascakemerdekaan pun umat Islam ikut dalam proses pembangunan meski masa orde baru ruang geraknya terbatas.
Buku ini menarik dari judulnya karena telah merepresentasikan Islam di Indonesia dengan empat lembaga: Persatuan Islam/Persis, Nahdlatul Ulama/NU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia/MUI.
Lembaga keislaman lainnya tidak masuk, seperti PUI/Persatuan Umat Islam dan lainnya. Meski tidak disebutkan dengan jelas tentang pilihan risetnya, Hooker cukup mengena saat memilah umat Islam Indonesia dalam konteks modern dan masa orde lama, yang masa itu perjuangan identitas umat Islam sangat kentara, bahkan terjadi dialog dengan kaum nasionalis. Sehingga proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ada peran intelektual dari umat Islam. Tentu pascakemerdekaan pun umat Islam ikut dalam proses pembangunan meski masa orde baru ruang geraknya terbatas.
Jumat, 24 Mei 2019
Dua Buku yang Dibaca Awal Ramadhan
Diawal
Ramadhan ada dua buku yang saya baca. Satu adalah Jurnal Lektur, Kemenang, bulan Juni 2012. Alhamdulillah beres
bacanya. Saya baca makalah yang tercantum dalam jurnal Lektur tersebut. Beragam
tema yang dikupas. Mulai dari kerajaan Sumbawa, tradisi Madura, historiografi
Islam Cirebon, pemikiran Haji Hasan Mustapa, perang dan strategi Rasulullah
Saw, tafsir Al-Quran, dan lainnya.
Saya baca
lurus saja. Tidak memperhatikan mengerti atau tidak atas yang dibaca. Saya
nikmati saja bacaan yang tidak saya minati pun. Karena memang membaca harus terus
dilakukan. Tanpa itu, tradisi literasi tak berkembang, khususnya pada diri
saya.
Selasa, 07 Mei 2019
ELMU JEUNG REZEKI
Mun
diemutan sok karasa capena diajar. Lain perkawis waragad hungkul anu janten
kacape pikiran, malihan dina ngalakonanna oge karasa abotna. Ieu panginten sababna
nyiar elmu dina agama Islam kaasup wajib sarta meunang ganjaran anu ageung. Mun
diteungeutan dina hadis, anu loba diparentahkeun ka sakabeh umat Islam ngan
perkara nyiar elmu.
Simkuring mun ngalakonan proses diajar sok karasa nyut-nyutan dina hulu kuring sarta sok teras lungleung mikiran; hiji pasoalan tiori nu kedah tiasa paham dina waktos singket. Bulak balik macaan buku. Hiji buku tuluy mapai buku sejen nu jejerna sarua.
Langganan:
Postingan (Atom)
