Jumat, 21 Juli 2017

Glosarium dan Istilah Islam

Ahlulbait
Keluarga khusus Rasulullah saw meliputi Sayidah Fathimah, Ali bin Abi Thalib, Al-Hasan bin Ali, dan Al-Husain bin Ali. Istilah Ahlulbait sekarang ini merujuk pada golongan umat Islam yang mencintai keluarga Nabi yang biasanya dikenal dengan mazhab Syiah.

Ijtihad
Berpikir keras dalam urusan keagamaan kemudian menghasilkan keputusan hukum dan urusan umat Islam.

Imam
Pemimpin atau yang menjadi pelopor dari sebuah mazhab atau golongan.

Imamah
Kepemimpinan dalam Islam yang dalam sejarah disebut khalifah.

Islam
Satu dari tiga agama samawi yang diturunkan Allah untuk umat manusia yang berlaku sampai akhir zaman.

Khawarij
Golongan umat Islam yang keluar dari pasukan Ali bin Abi Thalib dalam Perang Shiffin dan memisahkan diri menjadi mazhab Islam dan gerakan politik.

Mahdi
Sosok pemimpin Islam yang akan muncul kelak sebelum terjadi kiamat.

Mutazilah
Golongan Islam yang memahami Islam secara logika dan termasuk mazhab teologi Islam dan gerakan politik.

Nash 
Teks ayat Al-Quran atau hadits Rasulullah saw yang dijadikan rujukan atau dalil-dalil oleh umat Islam.

Sunni
Mazhab Islam yang menganggap Rasulullah saw tidak mewasiatkan khalifah dan mengambil pedoman agama dari jalur para sahabat.

Syiah
Mazhab Islam yang menganggap Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya yang berhak sebagai khalifah setelah Rasulullah saw.


Selasa, 18 Juli 2017

Imam Hasan Al-Asykari

Kepemimpinan Islam pun beralih kepada Imam Hasan Al-Asykari. Imam Hasan lahir pada Rabiul Tsani 213 H. dari seorang muslimah bernama Haditsa. Putra Imam Ali Al-Hadi ini mendapat julukan Al-Asykari, yang dinisbatkan pada suatu lempat yang bernama Asykar, di dekat Samara.

Sejak kecil sampai usia dua puluh tiga tahun, Imam Hasan berada dalam asuhan ayahnya. Imam Hasan hidup pada masa Daulah Abbasiyah dengan penguasa Al-Mu’taz, Al-Mukhtadi, dan Al-Mu’tamad atau Al-Muktamid. Di bawah ketiga penguasa ini, Imam Hasan dan pengikutnya tidak lepas dari tekanan dari penguasa Daulah Abbasiyah. Karena itu, Imam Hasan memberlakukan taqiyah (menyembunyikan keimanan untuk keselamatan jiwa) bagi pengikutnya.

Penguasa Daulah Abbasiyah mendengar bahwa dari Imam Hasan Al-Asykari akan lahir seorang manusia yang akan menegakkan keadilan. Disuruhlah oleh Al-Muktamid yang menjadi penguasa, seorang dokter dan hakim beserta pengawalnya untuk memantau gerak gerik Imam Hasan Al-Asykari. Segala sikap dan perilakunya disampaikan kepada penguasa. Apalagi Imam Hasan terlihat memperlihatkan keenganannya untuk bekerjasama dengan penguasa sehingga dianggap membahayakan. Karena itu, Al-Muktamid membunuh Imam Hasan Al-Asykari dengan racun hingga wafat pada 260 H./872 M. dan dikuburkan bersebelahan dengan makam ayahnya di Samara. []


(Diambil dari buku SEJARAH POLITIK ISLAM karya Ahmad Sahidin. Penerbit:  Acarya Media Utama, Bandung, tahun 2010)

Senin, 17 Juli 2017

Imam Ali Al-Hadi

Setelah wafat Imam Muhammad Al-Jawad, kepemimpinan Islam beralih kepada Imam Ali Al-Hadi, putra Imam Muhammad Al-Jawad yang lahir di Madinah, 15 Dzulhijah/5 Rajab 212 H. Imam Ali Al-Hadi dididik ayahnya. Tidak heran kalau pada masa itu Imam Ali Al-Hadi menjadi panutan dalam akhlak, ibadah, dan rujukan dalam masalah keagamaan.

Imam Ali Al-Hadi hidup ketika moral dan ekonomi umat Islam mulai merosot akibat banyaknya pajak yang diambil oleh pejabat Daulah Abbasiyah. Al-Mu`tasim yang menjadi penguasa Daulah Abbasiyah dikenal sebagai peminum minuman keras dan membenci pengikut Ahlulbait. Pernah suatu ketika, Al-Mu`tasim memerintahkan pelawak untuk mengejek Imam Ali bin Abi Thalib pada sebuah jamuan pesta dan memerintahkan untuk meratakan makam cucu Rasulullah saw di Karbala.

Setelah berakhirnya masa kekuasaan Al-Mu`tasim, Al-Muntasir pada 248 H. menjadi penguasa Daulah Abbasiyah menggantikan ayahnya, Al-Mutawakkil. Meskipun berkuasa selama enam bulan, ia berlaku baik dan tidak membunuh pengikut Ahlulbait. Namun enam bulan kemudian Al-Muntasir meninggal dunia kemudian digantikan Al-Mustâ`in. Intrik politik dan rebutan kekuasaan dalam keluarga istana Daulah Abbasiyah terus bergejolak. Wajar jika setiap penguasa digulingkan oleh keluarganya sendiri, bahkan dibunuh untuk mengambil alih tampuk kekuasaan darinya.

Ketika Al-Musta’in berkuasa, kekejaman dan kesewenang-wenangan kembali merajalela. Namun, pemerintahannya hanya berlangsung dua tahun sembilan bulan karena atas perintah saudaranya, Al-Mu’taz, dia dibunuh dan dipenggal sehingga kekuasaan Daulah Abbasiyah beralih ke Al-Mu’taz yang tidak kalah kejamnya. Orang-orang Islam diketahui menjadi pengikut Imam Ali Al-Hadi diburu dan diminta untuk mengecamnya. Tidak jarang sampai dibunuh kalau tetap mengikuti ajaran-ajaran yang disampaikan Imam Ali Al-Hadi. Bukan hanya pengikutnya, bahkan Imam Ali Al-Hadi pun dibunuhnya dengan racun dan wafat pada 26 Jumadil Tsani 254 H. Jasadnya dikuburkan oleh Imam Hasan Al-Asykari, putranya, di Samara. []


(Diambil dari buku SEJARAH POLITIK ISLAM karya Ahmad Sahidin. Penerbit:  Acarya Media Utama, Bandung, tahun 2010)

Minggu, 16 Juli 2017

Imam Muhammad Al-Jawad

Wafatnya Imam Ali bin Musa Ar-Ridha menjadi tanda beralihnya kepemimpinan Islam kepada putranya, Imam Muhammad bin Ali Al-Jawad. Ia lahir di Madinah, 10 Rajab 195 H. dari ibunya yang bernama Raibanah. Imam Muhammad Al-Jawad dikenal memiliki ilmu agama yang luas dan sering berdebat dengan ulama-ulama tentang fiqih, hadits, tafsir, teologi, dan lainnya.