AHMAD Mansur Suryanegara menerbitkan buku baru berjudul Api Sejarah: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan NKRI. Dosen luar biasa di jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaiora UIN Bandung dan UNPAD ini kembali membuka persoalan sejarah yang ditutup oleh rezim Orde Baru. Buku ini isinya membongkar sejarah yang disembunyikan, khususnya kezaliman kaum nasionalis dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan membongkar perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda.
Kamis, 08 Desember 2022
Rabu, 07 Desember 2022
Yang Dijalankan Umat Islam: 80% Sunnah Sahabat
DALAM diskusi buku SAHABAT NABI karya Dr.Fuad Jabali (16 Maret 2011) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalaluddin Rakhmat (Ustadz Jalal) memberikan pujian atas keberanian Fuad Jabali membuka khazanah Islam setelah Rasulullah saw wafat.
Ustadz Jalal mengaku bahwa setelah membaca buku karya Fuad, merasa terharu dan menangis juga geram terhadap perilaku-perilaku sahabat yang tidak patuh kepada Rasulullah saw.
Selasa, 06 Desember 2022
Sebuah Novel Yang Berpusar Pada Peri Kehidupan Syaikh Hasan Al-Bana
Judul : Sang Pemusar Gelombang
Penulis
: M. Irfan Hidyatullah
Penerbit
: Salamadani (Grafindo Media Pratama)
Tahun : 2012
PEKAN lalu seorang kawan dari Salamadani Publishing mengontak saya untuk ketemuan. Saya pun mengiyakannya. Maklum saya dahulu dari sana. Ya sambil silaturahim.
Dalam pertemuan
itu, kawan saya bercerita bahwa penerbitnya akan meluncurkan novel baru
berjudul Sang Pemusar Gelombang karya M. Irfan Hidayatullah. Rencananya
di gelar pada Selasa, 7 Agustus 2012 di Toko Buku Gramedia Matraman Jakarta
ba’da zuhur. Saya pun diberi satu buku secara gratis. Lumayan belum dijual,
tetapi sudah dimiliki dan dapat membacanya lebih awal.
Senin, 05 Desember 2022
Nabi Mengunjungi Istri Sahabatnya
DALAM diskusi buku SAHABAT NABI karya Dr.Fuad Jabali (16 Maret 2011) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof.Dr. Jalaluddin Rakhmat (Ustadz Jalal) sempat membacakan sebuah riwayat dari kitab Shahih Bukhari dalam upaya menunjukan pentingnya melakukan studi kritis historis.
Dikisahkan Nabi Muhammad saw mendatangi rumah istri seorang sahabat tanpa ada sahabat tersebut. Kemudian kepala Nabi bersandar pada pangkuan istri yang bukan muhrim tersebut dan diseliksik mencari kutu dan selanjutnya terbangun dengan wajah ceria.