Selasa, 08 November 2022

Buku Api Sejarah: Interpretasi Alternatif ala Mazhab Mansuriyah

SAYA bersyukur pada Rabu kemarin (19/5/2010) diamanahi untuk menjadi moderator diskusi buku Api Sejarah (jilid 1 dan 2) karya Ahmad Mansur Suryanegara yang diterbitkan Salamadani Publishing. 

Buku bestseller yang dianugerahi sebagai karya nonfiksi terbaik versi IKAPI DKI Jakarta 2010 ini dibahas dua pakar sejarah, yaitu Dr.Sulasman, M.Hum dan Dr.Mumuh Muchsin Zakaria. 

Ahmad Mansur Suryanegara selaku penulis buku Api Sejarah pun hadir tepat pada waktunya Lebih dari 100 peserta, baik itu mahasiswa maupun dosen serta umum memadati kursi Aula Al-Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

Kamis, 03 November 2022

Engkau Jangan Iri

PADA suatu malam, Imam Ali bin Abi Thalib as bersama salah seorang sahabatnya berjalan melewati sebuah gang di Kufah, Irak. Dari gang itu, keduanya mendengar lantunan suara yang membaca al-Quran yang terasa menyentuh hati. Ayat yang didengar Imam dan sahabatnya itu adalah, “Apakah kamu wahai orang-orang musyrik yang lebih beruntung atau orang-orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat tuhannya?” (QS Az-Zumar: 9) 

Rabu, 02 November 2022

Ihsan dan Zuhud

Dr. Haidar Bagir dalam Buku Saku Tasawuf menceritakan sebuah kejadian pada zaman Rasulullah saw yang berkaitan dengan ihsan. Sebagaimana kita ketahui bahwa selain iman dan Islam (syariat), terdapat pula ihsan yang mengokohkan bangunan keislaman seorang Muslim atau Muslimah.

Al-kisah, pada suatu pagi setelah shalat jamaah shubuh, penglihatan Rasulullah tertumbuk pada seorang anak muda bernama Haritsah bin Malik Nu’man Al-Anshari. Badannya kurus, mukanya pucat, dan kedua matanya sendap. Apabila dilihat sepintas dia tampak seperti linglung. Kepada anak muda itu Rasulullah saw bertanya, ”Bagaimana keadaanmu?”

Selasa, 01 November 2022

Sebaik baik Sedekah

PADA suatu waktu, seorang fakir datang meminta bantuan kepada Imam Jafar bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Kemudian Imam Jafar berkata kepada pembantunya, “Apa yang ada padamu?” Pembantu itu menjawab, “Kita punya empat ratus dirham.”

Imam Jafar berkata, “Berikanlah uang itu kepadanya!”

Sang pembantu pun memberikannya kepada orang fakir kemudian meninggalkan rumah Imam Jafar dengan rasa gembira.