Senin, 25 Januari 2021

Biawak pun Bicara dengan Rasulullah Saw

DALAM hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas diceritakan seorang A’rabi—Arab Badui—dari Bani Sulaym keluar untuk mencari air di padang pasir. Tiba-tiba ia menemukan biawak merayap di hadapannya. Ia berjalan di belakangnya sampai berhasil menangkapnya. Ia menyimpannya di dalam kantongnya. Ia melanjutkan perjalanannya mendatangi Nabi Muhammad saw. Tidak jauh dari Nabi, ia berteriak, “Ya Muhammad, ya Muhammad!” 

Ketika orang A’rabi itu menyerunya ‘Ya Muhammad, ya Muhammad’, Nabi Muhammad saw pun menjawabnya dengan seruan, “Ya Muhammad, ya Muhammad.”

Sang A’rabi lalu berkata, “Engkau tukang sihir pendusta! Di bawah kolong langit ini, di atas permukaan bumi, tidak ada lidah yang lebih pembohong daripada lidahmu. Engkaulah yang mengaku bahwa Tuhan telah membangkitkan kamu di bumi ini sebagai utusan kepada orang hitam maupun orang putih. Demi Latta dan ‘Uzza, sekiranya aku tidak takut kaumku menyebut aku sebagai orang yang terburu-buru, aku akan bunuh kamu dengan pedang ini dengan satu tebasan saja!”

Kamis, 21 Januari 2021

Tarikh: Peristiwa Meletakkan Hajar Aswad

Saat Muhammad bin Abdullah berusia 35 tahun, kabilah Quraisy Makkah pernah konflik yang hampir perang. Peristiwa ini terkait dengan renovasi Kabah (Baitullah) yang rusak akibat banjir. Orang-orang Makkah memperbaikinya melibatkan seluruh kabilah yang ada di Makkah. Pekerjaan ini diawali oleh Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumi kemudian diikuti yang lain setelah melihat tidak terjadi apa-apa terhadapnya. Mereka membagi bagian bangunan Kabah sehingga setiap kabilah mendapat bagian dan mereka mengerjakan sesuai dengan bagiannya. Informasi yang belum ditelaah ulang bahwa yang menjadi pimpinan proyek bernama Baqum berasal dari negeri Romawi.

Jumat, 25 Desember 2020

Resensi buku Islam Kita, Titik Temu Sunni Syiah

Buku "Islam Kita, Titik Temu Sunni Syiah" ini saya kira karya yang layak dibaca oleh umat Islam Indonesia. Ditulis oleh seorang akademisi Musthafa Rafii dari Lebanon. Tebalnya 284 halaman. Diterjemahkan dan diterbitkan Islam Ramah cetakan satu tahun 2013 dan cetakan dua pada tahun 2020. Saya kenal buku ini dari pengajian online Islam Ramah. Buku ini dibaca sekaligus diulas oleh Zuhairi Misrawi dan Miftah Fauzi Rakhmat. Keduanya menulis prolog dan epilog dalam buku tersebut. Yang luar biasa, buku ini diberi pengantar oleh Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, ulama dari Lebanon yang menjadi rujukan kaum Muslimin dan penulis kitab Tafsir Min Wahy Al-Quran.

Selasa, 15 Desember 2020

Resensi buku Teori Pengetahuan: Catatan Kritis atas Berbagai Isu Epistemologis


Pekan ini saya kembali menyelesaikan baca buku karya Murtadha Muthahhari yang berjudul "Teori Pengetahuan: Catatan Kritis atas Berbagai Isu Epistemologis". Buku 235 halaman ini dahulu pernah dituntaskan bacanya kala terbit dengan judul buku "Mengenal Epistemologi". 

Meski secara isi buku sama, tetapi ada perbaikan dari istilah yang digunakan dalam kajian epistemologi dan perbaikan dari sisi teknikal editing. Sehingga lebih enak dan terasa mengalir saat dibaca. Beberapa penjelasan istilah yang tersaji dalam catatan kaki dan catatan akhir tiap babnya sangat membantu pembaca yang kurang ilmu seperti saya ini.