Banyak orang terjebak dengan situasi dan keadaan sebuah negara yang disebutkan banyak ulama dan memuliakan keturunan Rasulullah saw.
Jika melihat negeri seribu satu malam dan Kota Rasulullah saw, hampir semua orang suci dari keturunan Rasulullah saw bersemayam di sana. Juga kiblat umat berada di sana. Kenapa tidak bangga dengan dua negeri tersebut dan memperbaiki tatanannya, minimal dengan doa.
Dan, saya orang Indonesia yang beragama Islam dan bersuku Sunda, tetapi cinta dengan negeri tempat bermukim. Saya setuju dengan kawan-kawan yang berani berkata: pergilah dari Indonesia untuk orang-orang yang bisanya memuji-muji negeri lain.
Minggu, 29 Mei 2016
Senin, 16 Mei 2016
diplomasi politik halangi ibadah haji
Pemutusan hubungan diplomatik menjadi persoalan dalam ibadah tahunan. Sikap politik kadang tidak bersahabat dengan kerinduan ibadah tahunan. Namun, itu risikonya jika tidak dipertimbangkan sejak awal akan bersikap atas politik. Nikmati saja kawan, bukankah Haji itu rangkaian ibadah khusus untuk yang mampu dan tidak ada aral yang melintang.
Jika kendala politik, ya berdo'a moga ada solusinya. Bukankah orang saleh atau kaum Muslim akan senantiasa ada musibah sebagai bentuk perhatian Tuhan kepadanya. Apalagi ini menyangkut satu negeri. Insya Allah...ada hikmah.
Yaa Dzal Jalaalil wal ikraam
Wahai pemilik kemuliaan dan kehormatan
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad
Jika kendala politik, ya berdo'a moga ada solusinya. Bukankah orang saleh atau kaum Muslim akan senantiasa ada musibah sebagai bentuk perhatian Tuhan kepadanya. Apalagi ini menyangkut satu negeri. Insya Allah...ada hikmah.
Yaa Dzal Jalaalil wal ikraam
Wahai pemilik kemuliaan dan kehormatan
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad
Minggu, 01 Mei 2016
Pesan Dosen: Gawean Atuh
Beberapa waktu yang silam bertemu dengan dosen. Dia tanya studi, terutama tesis. Saya hanya jawab sedang proses.
Kemudian dia senyum sambil berkata: "Gawean atuh. Jiga patani. Pan ngeureuyeuh. Unggal poe boga hanca anu teras bae saban dinten dipigawe. Pan lami-lami oge anggeus."
Saya mangut-mangut dan bertekad menyelesaikan. Tapi tetap saja rada sesah yeuh bagerakna. Sesah pahamna buku-buku anu diaos teh. Kitu deui pabaliut nyiar rejeki sarta pancen sanesna. Pidu'ana....
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Kemudian dia senyum sambil berkata: "Gawean atuh. Jiga patani. Pan ngeureuyeuh. Unggal poe boga hanca anu teras bae saban dinten dipigawe. Pan lami-lami oge anggeus."
Saya mangut-mangut dan bertekad menyelesaikan. Tapi tetap saja rada sesah yeuh bagerakna. Sesah pahamna buku-buku anu diaos teh. Kitu deui pabaliut nyiar rejeki sarta pancen sanesna. Pidu'ana....
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad.
Sabtu, 12 Maret 2016
Pesan Damai dari buku Muhammad dan Isa: Telaah Kritis atas Risalah dan Sosoknya
William E. Phipps dalam buku "Muhammad dan Isa: Telaah Kritis atas Risalah dan Sosoknya" (Bandung: Mizan, 1999) bagian simpulan, mengutip Gotthold Lessing bahwa seorang raja yang sedang sekarat dan mencintai ketiga putranya. Sudah menjadi kebiasaan yang meneruskan menjadi raja adalah yang diberi cincin baiduri.
Raja tidak bisa memutuskan kepada siapa cincin diberikan—karena cinta kepada ketiganya—sehingga membuat dua buah duplikat cincin yang sama persis. Kepada ketiganya diberikan dan setiap putranya merasa memiliki cincin yang asli.
Menurut Phipps, seharusnya kaum Yahudi, kaum Kristen, dan kaum Islam tidak meributkan keaslian agama yang berasal dari Tuhan. Cukuplah meyakininya sebagai kebenaran yang sejati dengan menerima keberadaan agama lain yang diyakini orang lain sebagai kebenaran.
Demikian pesan Phipps dalam akhir bukunya. Saya kira layak disambut, terutama saat kondisi umat beragama di Indonesia mulai memanas hanya karena percikan orang-orang yang anti dengan perdamaian. Percayalah hidup damai itu lebih nyaman dan nikmat. (ahmad sahidin)
Raja tidak bisa memutuskan kepada siapa cincin diberikan—karena cinta kepada ketiganya—sehingga membuat dua buah duplikat cincin yang sama persis. Kepada ketiganya diberikan dan setiap putranya merasa memiliki cincin yang asli.
Menurut Phipps, seharusnya kaum Yahudi, kaum Kristen, dan kaum Islam tidak meributkan keaslian agama yang berasal dari Tuhan. Cukuplah meyakininya sebagai kebenaran yang sejati dengan menerima keberadaan agama lain yang diyakini orang lain sebagai kebenaran.
Demikian pesan Phipps dalam akhir bukunya. Saya kira layak disambut, terutama saat kondisi umat beragama di Indonesia mulai memanas hanya karena percikan orang-orang yang anti dengan perdamaian. Percayalah hidup damai itu lebih nyaman dan nikmat. (ahmad sahidin)
Langganan:
Postingan (Atom)