Pendahuluan
Di antara karya-karya simbolik Syihabuddin Yahya ibn Habasy ibn Amirak al-Suhrawardi (549–587 H/1154–1191 M), filsuf besar Persia yang dikenal sebagai Syaikh al-Isyrāq (Master of Illumination) atau al-Maqtul (Sang Syahid), terdapat sebuah risalah yang sangat indah berjudul Risālah fī Ḥaqīqat al-'Isyq atau Mu'nis al-'Ushshāq (Sahabat Para Pecinta).
Dalam risalah tersebut, Suhrawardi mengembangkan suatu metafisika cinta yang berakar pada filsafat cahaya (ḥikmat al-isyrāq), yakni pandangan bahwa seluruh realitas merupakan gradasi cahaya yang bersumber dari Cahaya segala Cahaya (Nūr al-Anwār).
.jpg)


