Minggu, 05 Juli 2026

Peristiwa Karbala dalam Filsafat Iluminasi Suhrawardi al-Maqtul

Pendahuluan

Di antara karya-karya simbolik Syihabuddin Yahya ibn Habasy ibn Amirak al-Suhrawardi (549–587 H/1154–1191 M), filsuf besar Persia yang dikenal sebagai Syaikh al-Isyrāq (Master of Illumination) atau al-Maqtul (Sang Syahid), terdapat sebuah risalah yang sangat indah berjudul Risālah fī Ḥaqīqat al-'Isyq atau Mu'nis al-'Ushshāq (Sahabat Para Pecinta). 

Dalam risalah tersebut, Suhrawardi mengembangkan suatu metafisika cinta yang berakar pada filsafat cahaya (ḥikmat al-isyrāq), yakni pandangan bahwa seluruh realitas merupakan gradasi cahaya yang bersumber dari Cahaya segala Cahaya (Nūr al-Anwār).

Sabtu, 04 Juli 2026

Bulan di Ujung Kembara

Bulan Juli merayap cepat. Bulan sebelumnya menghempas di ujung kembara. 

Karbala masih kuingat. Saat aku tak bisa lantunkan likhomsah. Bagaimana bisa di tanah yang kupijak itu bayang sejarah tampak dipelupuk mata. Tak bisa kulisankan.

Jalan sambil terkenang. Betapa biadab dan nista mereka kepada keluarga suci. Tragedi yang tragis. Ini memang nyata dan berdampak besar dalam sejarah umat. Aku tahu dari buku sejarah. Aku tahu dari narasi yang dibaca tiap asyura.

Jumat, 03 Juli 2026

(Cerpen) Bersama Lelaki Tua


1

"Apakah telingamu masih berdenging?"

Pertanyaan itu datang dari seorang lelaki tua yang hampir setiap sore duduk di serambi musala, di sebuah makam. 

Di hadapannya, secangkir kopi mulai kehilangan uap, sementara matanya memandang pohon asam yang bergoyang pelan diterpa angin.

Rabu, 01 Juli 2026

Sesi Fana

 

Bertanya tentang jiwa, aku diberi mimpi mati. Bertanya tentang raga, aku diberi sakit. Bertanya tentang ada, yang muncul ketiadaan.

Kuberitahu pada diri bahwa aku fana. Mata dan pikiran fokus satu pandangan. Dalam dan menukik. Hingga bayang Sang Guru sekelebat hadir. Tidak menyapa. Melihat dan meninggalkan aku.