Senin, 26 Oktober 2026

Makkah, Ka'bah, dan Shalat: Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW melalui Karya Wiranata Kusumah

Buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya Raden Adipati Arya Wiranata Kusumah yang terbit pada 1941 merupakan karya sastra sejarah berbahasa Sunda yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Melalui narasi sejarah dan ungkapan sastra, pembaca diajak mengenal keadaan Makkah, sejarah Ka'bah, serta kehidupan keagamaan umat Islam pada masa awal.

Minggu, 25 Oktober 2026

Buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW: Sirah Nabawiyyah Bercorak Sastra Sunda

Buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW merupakan karya sastra sirah nabawiyyah berbahasa Sunda yang ditulis oleh Raden Adipati Arya Wiranata Kusumah V dan diterbitkan pada 1941. Buku ini menarik dikaji dari perspektif historiografi Islam, khususnya mengenai cara kehidupan Rasulullah SAW diperkenalkan pada masyarakat Sunda melalui bahasa dan tradisi sastra lokal.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Belajar Keteladanan dari buku Eunteung Tina Tarikh Islam

Buku Eunteung Tina Tarikh Islam karya Ajip Rosidi merupakan kumpulan tulisan yang awalnya dimuat dalam mingguan berbahasa Sunda, kemudian diterbitkan menjadi buku oleh Penerbit ITB pada 1989. Buku ini berisi 22 artikel singkat tentang sejarah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi Thalib.

Jumat, 23 Oktober 2026

Menelusuri Sirah Nabawiyah melalui Sumber Klasik: Membaca Karya Martin Lings


Buku Muhammad: Kisah Hidup Nabi berdasarkan Sumber Klasik karya Martin Lings, yang juga dikenal dengan nama Abu Bakar Sirajudin, merupakan karya penting dalam penulisan biografi Nabi Muhammad SAW (sirah nabwiyyah). Buku ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris pada 1981. Adapun edisi terjemahan bahasa Indonesia setebal 680 halaman diterbitkan oleh Serambi pada 2014.

Di antara keistimewaan buku ini terletak pada penggunaan sumber-sumber klasik dalam merekonstruksi perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Martin Lings merujuk kepada sejumlah penulis sejarah Islam awal, seperti Al-Thabari, Al-Waqidi, Ibnu Sa'ad, dan Ibnu Ishaq. Dengan bertumpu pada sumber-sumber tersebut, ia berusaha menyajikan kehidupan Nabi berdasarkan tradisi historiografi yang relatif dekat dengan masa kehidupan beliau, bukan semata-mata melalui penafsiran para penulis modern.