Senin, 19 Oktober 2026

Menjadi Orang Baik Itu Pilihan

Menjadi orang baik itu pilihan, sekaligus proses yang tak pernah selesai. Setiap orang perlu mengarah padanya melalui pengetahuan, keteladanan, dan tindakan nyata. Jika belum sampai, selalu ada peluang untuk memperbaiki diri. Sebab, kebaikan bukan sekadar cita-cita, melainkan sesuatu yang perlu dipahami, dipilih, dan dihidupi.

Minggu, 18 Oktober 2026

Membaca buku Pengantar Filsafat Islam karya Murtadha Muthahhari

Buku Pengantar Filsafat Islam karya Murtadha Muthahhari sedang saya baca. Buku ini menarik, meskipun sejumlah pembahasannya cukup sulit dicerna. Terdiri atas tiga belas bab, buku ini mengajak pembaca memahami berbagai persoalan mendasar dalam filsafat Islam, mulai dari makna filsafat, istilah dan penggunaannya di kalangan para filsuf, metafisika, hingga pemisahan sains dari filsafat.

Dua pembahasan awal tersebut cukup pelik. Muthahhari mempertanyakan orisinalitas filsafat sekaligus menyoroti perubahan makna dan penggunaan istilah filsafat dari satu filsuf ke filsuf lainnya, sesuai dengan perkembangan pemikiran pada setiap zaman. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat bukanlah bidang pengetahuan yang statis, melainkan tradisi pemikiran yang terus berkembang.

Sabtu, 17 Oktober 2026

Pihatur Nu Nyalin buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusuma V


Buku Riwayat Kangjeng Nabi Muhammad SAW karya RAA Wiranata Kusuma V merupakan salah satu upaya memperkenalkan kehidupan Nabi Muhammad SAW kepada masyarakat Sunda melalui bahasa dan tradisi budaya lokal. Karya ini tidak hanya menyajikan kisah perjalanan hidup Nabi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sirah nabawiyyah diterjemahkan dan diolah agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Pasundan.

Senin, 12 Oktober 2026

(Cerpen) Midlife


Di tengah keheningan rumah, aku duduk di hadapan meja kerja. Di sana tergelar kitab Sirah Nabawiyyah klasik yang tebal dan laptop usang yang mengantarkan suara dan gambar pada orang-orang maya.

Tiba-tiba, udara di ruangan terasa bergeser. Di kursi seberangku, duduk seorang pemuda dengan tatapan mata yang gelisah sekaligus penuh ambisi. Ia adalah aku, saat masih muda.