Pada masa awal Islam, masyarakat Arab masih sangat kuat memegang tradisi kelas sosial. Kaum bangsawan Quraisy merasa lebih tinggi dibandingkan budak atau mantan budak. Dalam konteks inilah Nabi Muhammad ﷺ melakukan sebuah langkah yang sangat berani.
Beliau menikahkan sepupunya sendiri, Zainab binti Jahsy—seorang wanita dari kalangan terhormat Quraisy—dengan Zaid bin Haritsah, seorang mantan budak yang telah dimerdekakan dan sangat dicintai Nabi. Bahkan, Zaid pernah diangkat sebagai anak angkat beliau sebelum Islam menghapus sistem tersebut.